Materi SMP K13 Bahasa Indonesia Kelas 7 Semester 1 Bab 4 Teks Laporan Hasil Observasi

Teks Laporan Hasil Observasi

Teks Laporan Hasil Observasi-BiarPintar.Com – Istilah observasi berasal dari bahasa Latin yang berarti “melihat” dan “memerhatikan”. Istilah observasi diarahkan pada kegiatan memerhatikan secara akurat, mencatat fenomena yang muncul, dan mempertimbangkan hubungan antar aspek dalam fenomena tersebut. Penahkah kamu membaca atau mendengar teks laporan hasil observasi?Hal tersebut biasanya bisa kita lihat pada acara semacam national geographic yang menjelaskan tentang flora dan fauna dari sisi pengetahuan. Atau bisa didapatkan dari membaca sebuah buku tentang rincian objek dilihat dari sisi ilmiah? Teks laporan hasil penelitian dapat ditemukan pada buku pengetahuan (buku ilmiah populer), buku yang membahas karakteristik hewan, tumbuhan, objek di alam, objek ciptaan manusia atau suatu konsep secara sistematik.

Mengenal Teks Laporan Hasil Observasi Buku Ilmu Pengetahuan

Laporan merupakan keterangan atau informasi tentang suatu keadaan atau suatu kegiatan berdasarkan fakta. Fakta yang dilaporkan berdasarkan keadaan objektif yang dialami sendiri seorang pelapor (dilihat,didengar, atau dirasakan sendiri) ketika seorang pelapor melakukan kegiatan. Sedangkan laporan hasil penelitian adalah proses pengaturan dan pengelompokan secara baik tentang informasi suatu kegiatan berdasarkan fakta melalui usaha pikiran peneliti dalam mengolah dan menganalisis objek atau topik penelitian secara sistematis dan objektif untuk memecahkan suatu persoalan atau menguji suatu hipotesis, sehingga terbuat sebuah prinsip-prinsip umum atau teori.

Teks laporan hasil observasi adalah teks yang mempunyai fungsi untuk memberikan informasi tentang suatu objek atau situasi dengan terlebih dahulu dimulai dengan investigasi/penelitian secara sistematis.

Teks laporan hasil observasi biasanya menampilkan informasi tentang suatu hal secara apa adanya lalu dilakukan pengelompokan untuk kemudian dilakukan analisis secara sistematis sehingga menghasilkan output berupa penjelasan suatu hal secara rinci dan dari sudut pandang keilmuan. Singkatnya adalah teks ini dihasilkan dari hasil observasi dan analisis secara sistematis.

Output dari hasil observasi berupa laporan yang merupakan hasil riset secara mendalam tentang suatu benda, tumbuhan, hewan, situasi, konsep/ekosistem tertentu.

Teks laporan hasil observasi berisi dengan fakta-fakta yang bisa dibuktikan secara ilmiah atau berbasis keilmuan.

Tujuan Teks Laporan Hasil Observasi

Tujuan teks laporan hasil observasi adalah untuk memperinci, mengklasifikasi, dan memberi informasi faktual tentang orang, hewan, tumbuhan, objek atau fenomena.

Ciri teks laporan hasil observasi

Teks laporan hasil observasi biasanya memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
– isi yang dibahas adalah ilmu tentang suatu objek/konsep.
– objek yang dibahas bersifat umum sehingga menjelaskan ciri umum semua yang termasuk kategori/kelompok itu.
– Bertujuan menjelaskan dari sudut pandang ilmu
– Objek atau hal dibahas secara sistematis, dirinci bagian-bagiannya, dan dilakukan secara objektif
– Memerinci objek atau hal secara sistematis dari sudut pandang keilmuan (definisi, klasifikasi, jabaran ciri objek)
– Ditulis berdasarkan fakta sesuai dengan observasi/pengamatan yang telah dilakukan

Menanggapi Hasil Teks Observasi

Laporan merupakan alat pemberitahuan atau pertanggungjawaban dari suatu tim kerja yang disusun secara lengkap, sistematis, dan kronologis. Laporan merupakan suatu keterangan mengenai suatu peristiwa atau perihal yang ditulis berdasarkan berbagai data, fakta, dan keterangan yang melingkupi peristiwa atau perihal tersebut. Laporan mengenai peristiwa atau perihal yang bersifat penting atau resmi biasanya disampaikan dalam bentuk tulisan.

Berdasarkan sifatnya jenis laporan hasil observasi dapat dibagi menjadi dua yaitu:
1). Laporan Hasil Observasi Formal/Resmi
Yaitu laporan hasil observasi mengenai objek yang diamati dengan memakai kaidah format dalam menyusun laporan (struktur lebih rinci, ragam bahasanya baku, terdapat header/kop). Umumnya diajukan untuk acara resmi seperti kepentingan politik, laporan berita, dan lainnya.
2). Laporan Hasil Observasi Non Formal
Yaitu laporan hasil observasi yang mempunyai struktur lebih sederhana dan umumnya ditulis secara popular.

Selain dianalisis, laporan juga perlu ditanggapi.Tanggapan terhadap sebuah laporan dapat disampaikan dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan, tanggapan atau pendapat, dan dapat pula berupa masukan-masukan.
Tanggapan yang diberikan dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut.
a. Pengajuan Pertanyaan
Setelah laporan disampaikan, ajukan pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan laporan tersebut.Pertanyaan yang diajukan dapat berpedoman kata tanya kapan, di mana, siapa, apa, bagaimana, atau mengapa. Pertanyaan-pertanyaan lebih sering dikenal dengan 5W+1H. Dengan berpedoman pada kata tanya tersebut, pertanyaan-pertanyaan yang diajukan akan lebih lengkap sehingga akan diperoleh gambaran yang lengkap dan menyeluruh seputar laporan perjalanan tersebut.
b. Pemberian Masukan
Ada kalanya laporan yang disampaikan secara lisan tersebut terdapat hal-hal yang kurang logis, kurang lengkap,atau kurang sempurna. Agar laporan tersebut menjadi logis, lengkap, dan sempurna, perlu diberikan masukan-masukan berupa ide-ide kreatif atau solusi. Masukan hendaknya bersifat positif dan membangun. Kalian dapat menyampaikan masukan dengan bahasa yang santun dan komunikatif, sehingga pelapor menyadari kelemahan atau kekurangan laporan perjalanan yang disampaikan.

Mengolah Data Teks Laporan

Dalam penelitian observasi dapat dilakukan dengan tes, kuisioner, rekaman gambar, dan rekaman suara. Observasi yang paling efektif dilakukan dengan cara melengkapinya dengan pedoman pengamatan seperti format atau blangko pengamatan. Observasi adalah bagian dalam penelitian berbagai disiplin ilmu, baik ilmu eksakta maupun ilmu-ilmu sosial. Observasi berlangsung dalam konteks laboratorium atau disebut eksperimental maupun konteks alamiah. Pengamatan atau observasi bertujuan untuk mendapatkan data tentang suatu masalah. Observasi dapat dilakukan secara individu maupun kelompok. Seorang konselor dapat memahami subjek setelah melakukan analisis data berdasarkan fakta yang diperoleh dari kegiatan observasi. Dalam observasi, terdapat alat pencatat observasi, yaitu catatan anekdot.Catatan anekdot adalah alat pencatat pengamatan yang digunakan untuk mendeskripsikan atau menggambarkan secaraobjektif tingkah laku yang ditampilkan dan ucapan yang didengar pada situasi tertentu apa adanya. Keuntungan penggunaan catatan anekdot, antara lain sebagaiberikut.
a. Deskripsi tingkah laku dari individu yang diamati akan membantu observer memahami individu.
b. Deskripsi yang akurat tentang tingkah laku individu menghindarkan observer melakukan penilaian dan generalisasi tanpa fakta dan data.

Menginterpretasi Teks Laporan

Karakteristik laporan dapat dilihat berdasarkan jenis laporan tersebut. Utamanya, pada penggunaan bahasa.
Berikut langkah-langkah dalam menginterprestasi teks laporan.
a. Memiliki topik.
b. Menentukan metode penelitian.
c. Membangun pertanyaan analitik.
d. Merencanakan sesi pengumpulan data dengan cermat.
e. Menulis sebanyak mungkin komentar informan atas ide yang peneliti hasilkan berdasarkan temuan penelitian.
f. Menilai seberapa akurat dan objektif data yang diambil dari para informan.
g. Mulai bereksplorasi pada kajian literatur ketika peneliti berada di lapangan.
h. Bermaindengan metafora, analogi, dan konsep.
i. Menggunakan alat-alat visual seperti grafik dan chart, misalnya tabel, matrik, dan diagram.

Struktur dan Kebahasaan Teks Hasil Observasi

Teks laporan hasil observasi merupakan teks laporan yang memuat klasifikasi mengenai jenis sesuatu berdasarkan kriteria. Teks laporan hasil observasi bertujuan untuk memaparkan informasi/fakta-fakta mengenai suatu objek tertentu dengan sejelas-jelasnya. Ciri umum teks laporan hasil observasi diantaranya bersifat objektif dan tidak memihak, harus ditulis berdasarkan fakta yang terjadi pada saat pengamatan, serta ditulis secara lengkap dan sempurna.

Struktur Teks Hasil Observasi

Teks laporan hasil observasi adalah gaya teks yang digunakan khusus untuk melaporkan hasil observasi secara sistematik atau teks yang berisi penjabaran umum atau melaporkan sesuatu berupa hasil pengamatan (observasi). Teks laporan hasil observasi harus disusun dengan menggunakan bahasa yang jelas, tidak berbelit-belit, dan mudah dipahami.

Struktur teks laporan hasil observasi, antara lain sebagai berikut.
a) Pernyataan umum/klasifikasi umum/definisi umum; Pernyataan umum/definisi umum berisi definisi, kelas/kelompok, keterangan umum, atau informasi tambahan tentang subjek yang dilaporkan. Pernyataan umum berisi informasi umum (nama latin, asal usul, kelas, informasi tambahan tentang hal yang dilaporkan). Ciri bahasa
Teks Laporan Hasil Observasi adalah menggunakan istilah dalam bidang ilmu tertentu, definisi menggunakan adalah dan merupakan. Penggunaan kata yang sebagai pembeda pada kalimat definisi.

b) Deskripsi bagian: berisi perincian bagian- bagian hal yang dilaporkan.
Kalau binatang mencakup ciri fisik, habitat, makanan, perilaku. Kalau
tumbuhan berupa perincian ciri fisik bunga, akar, buah atau perincian
bagian yang lain. Perincian manfaat dan nutrisi juga dipaparkan pada
bagian ini. Kalau yang dilaporkan berupa objek, deskripsi bagian
berisi klasifikasi objek dari berbagai segi dan deskripsi manfaat suatu
objek, sifat-sifat khusus objek. Ciri bahasa menggunakan kata khusus
dan kalimat-kalimat yang menjelaskan (memerinci). Deskripsi bagian
menggunakan istilah dalam bidang ilmu, kata baku, dan kalimat efektif.
Kata sambung yang digunakan: yaitu, dan, selain itu, di samping itu,
dari segi …., rincian jenis kelompok pertama, kedua, dan lain-lain.

c) Simpulan : berisi ringkasan umum hal yang dilaporkan (simpulan ini
boleh ada dan boleh tidak ada).

Berikut merupakan teks laporan hasil observasi yang sesuai dengan struktur teks laporan yang baik!

Struktur Teks Teks Makhluk di Bumi
Definisi umum Benda di dunia dapat dikelompokkan atas persamaan dan perbedaannya. Dengan pengelompokan, benda-benda tersebut lebih mudah dipelajari. Semua benda di dunia ini dapat diklasifikasi menjadi dua kelompok, yaitu benda hidup dan benda mati. Pertama sering disebut makhluk hidup dan yang kedua disebut benda mati. Benda hidup mempunyai ciri-ciri umum, seperti bergerak, bernapas, tumbuh, dan mempunyai keturunan. Benda hidup juga membutuhkan makanan. Benda mati dibedakan dari benda hidup karena benda mati tidak mempunyai ciri-ciri umum tersebut. Kera, tumbuh-tumbuhan, ikan, dan bunga merupakan contoh benda hidup. Sementara, kaca, air, plastik, baja, dan oksigen merupakan contoh benda mati.
Deskripsi bagian Benda hidup dapat dikelompokkan lagi menjadi binatang dan tumbuh-tumbuhan. Pengelompokan tersebut dilakukan karena keduanya berbeda dalam beberapa hal. Tumbuh-tumbuhan tidak dapat bergerak dari satu tempat ke tempat lain. Tumbuh-tumbuhan tidak mempunyai otak, jantung, paru-paru, dan darah, tetapi hidup. Selain itu, tumbuh-tumbuhan dapat melakukan sesuatu yang sangat penting yang tidak dapat dilakukan oleh binatang.
Deskripsi bagian Tumbuh-tumbuhan dapat menghasilkan makanan sendiri, sedangkan binatang tidak. Rumput, gandum, dan tanaman keras adalah jenis tumbuh-tumbuhan. Namun, tidak semua tumbuh-tumbuhan mempunyai bunga.
Oleh karena itu, tumbuh-tumbuhan dapat dikelompokkan menjadi tumbuh-tumbuhan berbunga dan tumbuh-tumbuhan tidak berbunga. Mawar, jagung, dan tanaman buah mempunyai bunga, tetapi jamur, lumut, dan pakis tidak.
Deskripsi bagian Selanjutnya, binatang dapat dibagi menjadi vertebrata dan invertebrata. Vertebrata bertulang belakang meliputi burung, anjing, katak, dan lain-lain, sedangkan invertebrata tidak bertulang belakang meliputi ubur-ubur, kupu-kupu, dan laba-laba. Terdapat lima kelompok vertebrata, yaitu mamalia, burung, amfibi, reptilia, dan ikan.
Simpulan Bersifat opsional, bisa ada maupun tidak.

Memahami Unsur Kebahasaan

Unsur kebahasaan yang terdapat dalam teks laporan hasil observasi, antara lain sebagai berikut.
a. Adanya Frasa/Kelompok Kata
Frasa atau frase merupakan sebuah makna linguistik. Lebih tepatnya, frasa merupakan satuan linguistik yang lebih besar daripada kata dan lebih kecil daripada klausa dan kalimat. Frasa merupakan kumpulan kata nonpredikatif. Artinya, frasa tidak memiliki predikat dalam strukturnya. Hal tersebut yang membedakan frasa dari klausa dan kalimat.
b. Adanya Konjungsi Dan, Tetapi
Konjungsi atau kata sambung adalah kata untuk menghubungkan kata-kata, ungkapan-ungkapan,atau kalimat-kalimat, dan sebagainya, serta tidak untuk tujuan atau maksud lain. Konjungsi tidak dihubungkan dengan objek, konjungsi tidak menerangkan kata, konjungsi hanya menghubungkan kata-kata atau kalimat-kalimat, dan sebagainya. Oleh karena itu, kata yang sama dapat merupakan preposisi dalam bagian yang satu, adverb dalam bagian yang lain, atau konjungsi dalam bagian yang lain pula.
c. Kalimat Simpleks
Kalimat simpleks, yaitu kalimat yang hanya terdiri dari satu struktur dengan satu verba utama. Dengan kata lain, kalimat simpleks adalah kalimat sederhana. Contoh: Tumbuh-tumbuhan tergolong ke dalam makhluk hidup.
d. Kalimat Kompleks
Kalimat kompleks, yaitu kalimat yang terdiri dari dua struktur atau lebih dengan dua verba atau lebih.Contoh:Febri membeli mobil baru karena dia banyak uang.
e. Kata Kerja atau Verba
Verba atau kata kerja adalah kelas kata yang menyatakan suatu tindakan, keberadaan, pengalaman, atau pengertian dinamis lainnya. Jenis kata ini biasanya menjadi predikat dalam suatu frasa atau kalimat. Contoh: Kata kerja di antaranya menulis, menyapu, mencuci, dan lain-lain.
f. Kata Benda atau Nomina
Nomina atau kata benda adalah kelas kata yang menyatakan kata benda dan nama dari seseorang, tempat, atau semua benda dan segala yang dibendakan.Contoh:Kata benda di antaranya buku, pensil, penghapus, dan lain-lain.
g. Menggunakan Berbagai Istilah
Istilah ialah kata atau gabungan kata yang dengan cermat mengungkapkan makna konsep, proses, keadaan, atau sifat khas dalam bidang tertentu. Contoh: Istilah misalnya ekspor, impor, dan lain-lain.
h. Persamaan Kata atau Sinonim
Sinonim adalah suatu kata yang memiliki bentuk yang berbeda namun memiliki arti atau pengertian yang sama atau mirip. Sinonim dapat disebut juga dengan persamaan kata atau padanan kata. Misalnya: Sinonim pandai adalah pintar.
i. Lawan Kata atau Antonim
Antonim adalah suatu kata yang artinya berlawanan satu sama lain. Antonim disebut juga dengan lawan kata. Contoh: Lawan kata pandai adalah bodoh.

Menyusun Teks Hasil Observasi

Teks laporan memiliki struktur yang terdiri dari pernyataan umum atau klasifikasi anggota atau aspek yang dilaporkan. Dalam menata struktur teks laporan terlebih dahulu harus dilihat struktur pembangun dari teks itu sendiri. Sebelumnya, teks harus dibaca secara keseluruhan agar kalian mengetahui bagian mana yang merupakan klasifikasi dan bagian mana letak dari aspek-aspek yang dilaporkan. Berikut merupakan cara menyusun teks hasil observasi.
a. Membuat Deskripsi
Membuat deskripsi mengenai teks laporan hasil observasi sangat mudah jika mengetahui tujuan dan hal-hal yang terdapat dalam teks laporan hasil observasi. Kalian harus dapat membuat pembaca seakan dapat melihat, mendengar, atau merasakan objek yang digambarkan dalam deskripsi tersebut.

b. Mengidentifikasi Ide Pokok
Dalam sebuah deskripsi terdapat suatu ide pokok yang mendasarinya. Cara menemukan ide pokok/gagasan, yaitu dengan membuat tujuan pembaca, menentukan informasi fokus, dan menemukan ide pokok/gagasan.
c. Menulis Teks Laporan Hasil Observasi
Terdapat syarat dalam menyusun teks laporan hasil observasi, antara lain harus lengkap, informatif, dan tidak berisi kesimpulan.

Langkah-langkah menulis teks laporan hasil observasi, antara lain membuat judul teks laporan berdasarkan objek yang sedang diamati, membuat kerangka karangan, mengembangkan ide-ide yang ada di dalam kerangka karangan disertai dengan penjelasan-penjelasan pendukung yang berdasarkan hasil pengamatan,serta membuat kesimpulan.

Contoh Teks Hasil Observasi

Mengenal Bunga Anggrek Bulan

Anggrek merupakan jenis tanaman hias yang memiliki bunga indah serta keharuman yang khas. Di Indonesia, salah satu jenis anggrek yang sangat terkenal, yaitu anggrek bulan. Pertumbuhannya sangat pesat di daerah tropis. Hal tersebut karena jenis anggrek ini tidak tahan terhadap suhu dingin. Anggrek bulan memiliki variasi warna yang beragam, antara lain ungu,merah kecokelatan, putih,merah muda, dan kuning.

Bunga anggrek bulan memiliki ciri-ciri spesifik yang dapat dilihat pada bagian bunga, daun, batang,dan akarnya. Pada bagian bunga, anggrek bulan terdiri atas tiga buah kelopak bunga (sepala) dan tiga buah tajuk bunga (petala). Satu buah kelopak terletak dibagian punggung sehingga disebut kelopak punggung (sepalum dorsale), sedangkan lainnya terletak di samping dan disebut dengan daun kelopak samping (sepalum lateralia). Tajuk bunga terdiri dari tiga buah, posisinya berselang-seling dengan kelopak bunga. Dipusat bunga terdapat alat kelamin jantan dan betina yang menjadi satu disebut dengan gynostemium, berarti benang sari.
Umumnya, bunga anggrek bulan memiliki tiga penutup, meliputi penutup sejajar dengan tiang bunga, penutup samping, dan penutup tengah yang seluruhnya mempunyai bulu-bulu halus.Tanaman anggrek bulan memiliki daun yang lebat, berukuran 5-10 cm. Umumnya bentuk daunnya bertunggangan dan berderet dalam dua baris yang rapat dan berhadapan.Setiap helai melebar kearah ujung dan bagian pangkalnya menghimpit pada batang atau pangkal daun di atasnya. Daun berwarna hijau dengan tesktur tebal dan berdaging. Daun tanaman anggrek bula nmengandung cadangan air dan makanan.

Tumbuhan anggrek bulan memiliki batang yang dapat tumbuh tinggi secara vertikal. Bunga anggrek bulan akan tumbuh dari sisi-sisi batang atau diantara dua ketiak daunnya. Batang anggrek bulan berukuran sangat pendek, tidak seperti kebanyakan tanaman jenis anggrek lainnya, serta tidak menghasilkan umbi semu.

Sementara pada bagian akar, tanaman anggrek bulan hidu pepifit, maksudnya akarnya tumbuh menempel pada batang tanaman lain dan biasanya mengikuti bentuk permukaan dari batang tempatnya menempel tersebut. Di sepanjang permukaan akar terdapat jaringan velamen yang berfungsi memudahkan akar untuk menyerap air pada permukaan tubuh inangnya. Jaringan velamen tersebut juga berfungsi sebagai alat pernapasan.

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*