Materi SMP K13 Bahasa Indonesia Kelas 8 Semester 1 Bab 1 Teks Berita

Teks Berita

Teks Berita-BiarPintar.Com – Dalam kehidupan kita setiap hari tidak pernah lepas dari adanya berita, baik lewat surat kabar atau majalah (media cetak) maupun lewat telvisi, radio, internet (media elektronik). Dengan adanya berita kalian dapat mengetahui kejadian yang ada di Indonesia maupun luar Indonesia. Hal tersebut dapat dijadikan sebuah apresiasi dan menambah wawasan bagi kalian. Pernahkah kalian membaca suatu teks berita di surat kabar? Jika pernah, coba kalian temukan informasi di dalam teks tersebut! Pada materi biar pintar kali ini kita akan mempelajari dan membahas tentang teks berita secara lebih detail.

Pengertian Teks Berita

Teks Berita adalah teks yang di dalamnya berisi muatan tentang segala peristiwa yang setiap saat, kapanpun, dimanapun terjadi di dunia yang dibroadcast/disebarkan melalui berbagai media baik media cetak seperti koran, majalah, tabloid maupun media elektronik seperti radio, televisi, internet, situs web, maupun media yang lainnya. Teks berita berisi fakta, tetapi tidak semua fakta dijadikan berita. Teks berita atas peristiwa atau fakta yang terjadi bersifat faktual.

Unsur-unsur Teks Berita

Berita mengandung berbagai unsur-unsur penting yang harus ada di dalamnya. Berikut unsur-unsur teks berita yang terdiri atas what (apa), who (siapa), where (di mana), when (kapan), why (mengapa), dan how (bagaimana).

Ciri-ciri Teks Berita

Adanya berita akan mendapatkan informasi-informasi penting yang bisa menambah wawasan apabila rajin membaca teks berita. Dengan demikian, dapat menjadikan kita berfikir secara kreatif, kritis, dan efektif terhadap suatu hal.
Berikut merupakan ciri-ciri teks berita:
a. Isi berita merupakan sesuatu yang benar terjadi, bukan opini atau gagasan penulis.
b. Merupakan peristiwa yang terjadi, bukan sesuatu yang umum terjadi setiap hari.
c. Aktual, yaitu peristiwa yang diberitakan masih segar atau baru terjadi, bukan peristiwa lampau.
d. Data yang disajikan sesuai dengan peristiwa asli, tidak ada rekayasa.
e. Bahasa yang disajikan menarik dan dapat memikat minat pembaca.
f. Data yang diberitakan lengkap, khususnya data penting.
g. Waktu dan tempat peristiwa yang jelas.
h. Bahasa mudah dipahami.
i. Bersifat objektif.
j. Alur peristiwa berurutan.
k. Kalimat yang digunakan singkat, padat, dan jelas.
l. Sumber valid dan bisa dipertanggung jawabkan.
m. Judul berita bisa mewakili isi berita.

Struktur Teks Berita

Umumnya, suatu teks mempunyai struktur tertentu, begitu pula dengan teks berita. Struktur teks adalah gambaran cara sebuah teks tersebut dibangun. Sebuah teks berita memiliki struktur yang jelas.Teks berita disusun berdasarkan struktur teks berita seperti kepala berita, tubuh berita, dan ekor berita.
Teks berita memiliki struktur yang berbeda dengan jenis teks yang lainnya. Agar lebih jelas, dapat disimak pada penjelasan struktur teks berita berikut.
a. Kepala Berita (lead)
Kepala berita (lead) berisi pembuka dari peristiwa yang diberitakan di teks berita tersebut. Umumnya tertera penjelasan singkat mengenai berita yang sedang dibahas.
b. Tubuh Berita
Tubuh berita berisi tentang proses kejadian dari awal sampai akhir berdasarkan peristiwa yang terjadi dan menjelaskan berdasarkan fakta yang ada.
c. Ekor Berita
Ekor berita berisi tentang referensi dari narasumber di dalam berita.

Kaidah Kebahasaan Teks Berita

Kaidah kebahasaan teks berita merujuk tentang ciri atau kaidah sebuah teks dibangun. Kaidah kebahasaan ini dapat kita gunakan untuk mengenai suatu teks berita tertentu. Adapun kaidah kebahasaan teks berita, antara lain sebagai berikut:
a. Bahasa Baku
Bahasa baku adalah kata yang sesuai dengan kaidah kebahasaan. Sebaiknya, bahasa-bahasa yang bersifat populer atau kedaerahan agar dihindari oleh media-media nasional. Kecuali teks berita yang ditulis dalam karakter tertentu, misalnya berita yang sengaja ditulis dalam bahasa daerah karena dalam koran daerah.
b. Kalimat Langsung
Kalimat langsung adalah kalimat yang menirukan ucapan atau ujaran orang lain. Kalimat hasil kutipan pembicaraan seseorang persis seperti apa yang dikatakannya.
c. Konjungsi Bahwa
Penggunaan konjungsi bahwa yang berfungsi untuk menerangkan kata yang mengikutinya dan digunakan untuk pengubahan bentuk kalimat langsung menjadi kalimat tidak langsung.
d. Konjungsi Temporal
Penggunaan konjungsi yang bermakna kronologis (temporal) atau penjumlahan, seperti kemudian, setelah, sejak, awalnya, dan akhirnya. Penggunaan konjungsi tersebut berhubungan dengan pola penyajian berita yang pada umumnya mengikuti pola kronologis atau urutan waktu.
e. Kronologis
Kronologis adalah suatu urutan rangkaian peristiwa yang terjadi berisi penjelasan dari kejadian dalam urutan waktu kejadian di mana hal itu terjadi.
f. Keterangan Waktu
Keterangan waktu dalam teks berita berfungsi untuk menjelaskan kapan terjadinya berita tersebut. Keterangan ini diperlukan agar pembaca berita dapat memahami berita dengan benar.
g. Kata Kerja Mental
Pada umumnya, kata kerja mental digunakan untuk mengajukan klaim. Verba ini menerangkan persepsi (misalnya: melihat, merasa), afeksi (misalnya: suka, khawatir) dan kognisi (misalnya: berpikir dan mengerti). Pada verba mental, ini terdapat partisipan pengindra (sensor) dan fenomena.

Menulis Teks Berita

Menyajikan atau menulis teks berita merupakan suatu upaya menyampaikan kabar atau sebuah informasi mengenai sesuatu hal atau kejadian dalam bentuk tertulis.
Teks berita harus mengandung pokok-pokok berita. Jika salah satu pokok berita tidak ada, berarti berita itu dikatakan tidak lengkap (tidak layak). Sebuah berita harus disampaikan dengan menggunakan bahasa yang sederhana, singkat, jelas, dan padat. Bahasa tersebut biasanya disebut dengan bahasa jurnalistik. Adapun langkah menyajikan informasi dalam bentuk berita antara lain sebagai berikut:
a. Memilih Peristiwa atau Hal yang Akan Diberitakan
Pilih berita yang terbaru dan berguna bagi banyak orang. Selain itu, pilihlah berita yang unik dan membuat orang tertarik untuk membacanya!
b. Menemukan Sumber Berita
Carilah sumber berita terpercaya yang mengetahui tentang hal atau kejadian yang kalian liput! Sumber berita boleh lebih dari satu agar beritamu semakin lengkap.
c. Menyusun Data Pokok Berita
Data pokok berita adalah fakta-fakta penting yang perlu dimasukkan ke dalam berita yang dibuat. Cara mendapat kandata ini bisa dengan melakukan wawancara atau menyaksikan langsung. Tujuan wawancara, yaitu untuk mendapatkan informasi yang tepat dari nara sumber yang terpercaya.
Data pokok bisa ditemukan dengan menggunakan panduan 5W + 1H atau Adik simba.
d. MenyusunTeks Berita
Dari data pokok yang telah didapatkan lewat proses wawancara atau mengamati, maka penyusunan teks berita dapat dimulai. Jangan lupa menambahkan judul yang menarik dan sesuai. Berikut adalah hal-hal yang perlu kalian perhatikan ketika mulai menyusun teks berita:
1) Gunakanlah bahasa yang sederhana serta mudah dimengerti!
2) Teks berita sebaiknya dibuat singkat, padat, dan jelas.
3) Berita ditulis secara runtut, agar jelas dan gampang dibaca.

Syarat-Syarat Teks Berita yang Baik

Suatu teks dapat dikatakan layak sebagai teks berita bila dapat memenuhi syarat teks berita. Syarat teks berita pada dasarnya juga mengacu pada ciri teks berita. Berikut merupakan syarat-syarat teks berita yang baik:
a. Fakta atau Faktual
Teks berita harus berisi fakta atau peristiwa nyata. Bila kejadian yang disampaikan bukan fakta, maka hal tersebut tidak dapat disebut sebagai berita.
b. Aktual
Suatu teks berita harus merupakan peristiwa yang masih hangat atau baru.
c. Seimbang
Seimbang maksudnya teks tersebut tidak boleh memihak pada siapa pun. Jadi, berita yang disajikan seimbang atau berimbang.
d. Lengkap
Teks berita haruslah lengkap dari unsur 5W + 1H (what, why, who, when, where,dan how) dan harus memenuhi unsur atau struktur teks berita.
e. Menarik
Teks berita perlu disajikan dengan judul yang menarik agar orang tertarik untuk membac ateks berita tersebut.
f. Sistematis
Sebuah berita juga harus disajikan secara sistematis atau berurutan agar jelas dan mudah dipahami. perlu kalian perhatikan ketika mulai menyusun teks berita.

Contoh Teks Berita

1. Contoh Teks Berita Tentang Kesehatan


Di Klaten 4 Anak Meninggal Dunia Karena Demam Berdarah

Dalam 10 pekan terakhir sejak awal Januari 2020 hingga pertengahan Maret 2020, Demam Berdarah Dengue (DBD) telah merenggut nyawa empat orang anak di Klaten.
Dari data yang dihimpun, sudah 33 orang warga Klaten positif terserang DBD sejak awal tahun hingga pertengahan Maret 2020. Dan dari 33 orang tersebut, empat orang diantaranya meninggal dunia. Keempat orang yang meninggal dunia ini diketahui masih anak-anak berusia empat tahun hingga 16 tahun. Mereka berasal dari wilayah kecamatan yang berbeda, yaitu Jatinom, Ngawen, Trucuk, dan Klaten Tengah.
Sementara itu, sepanjang tahun 2019 tercatat ada 319 kasus DBD dengan korban meninggal dunia lima orang. Jadi, di tahun 2020 ini angka kematian akibat DBD di Klaten sangat tinggi jika dibandingkan jumlah kasusnya. Secara teori, angka kematian untuk DBD seharusnya hanya 1%. Namun, hingga pertengahan Maret 2020 sudah mencapai 12%. Ini berarti DBD masih menjadi ancaman di Klaten.

2. Contoh Teks Berita Tentang Pendidikan

 

Ujian Nasional Sekolah Dasar Resmi Dihapus

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan resmi menghapus Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) mulai tahun 2020. Namun pelaksanaan ujian akhir mengacu pada Permendikbud 43/2019 diserahkan pada sekolah masing-masing.
Menurut keterangan Kepala Seksi Pembelajaran Subdit Kurikulum Direktorat Sekolah Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Setiawan, seperti dilansir Antara pada Kamis (23/1/2020), pengelola SD dapat menggelar ujian mandiri dengan soal yang disusun berdasar kebutuhan sekolah. Kemendikbud tidak membuat kebijakan apapun terkait penyelenggaraan ujian nasioanl. Kebijakan pelaksanaan ujian akhir untuk jenjang SD diserahkan kepada masing-masing sekolah.
Penghapusan UN untuk jenjang SD ini dimaksudkan untuk mewujudkan misi dari Mendikbud Nadiem Makarim yang bertema ‘Merdeka Belajar’

3. Contoh Teks Berita Tentang Bencana Alam

 

Banjir Melanda Kabupaten Agam Sumatera Barat

Pada tanggal 12 Maret 2020, banjir bandang melanda Kabupaten Agam, Sumatera Barat, tepatnya di Nagari Batu Kambing dan Sitalang Kecamatan Ampek Nagari. Akibat dari banjir bandang ini sekolah dan rumah rusak, jembatan juga roboh. Banjir juga menyebabkan rendaman lumpur setinggi 30-70cm.
Data sementara Pusdalops BPBD Kabupaten Agam, melaporkan setidaknya 6 unit rumah di Jorong Kampung Melayu dan 1 unit rumah di Jorong Tandikek Nagari Sitalang mengalami kerusakan. Selain itu banjir bandang juga mengakibatkan satu unit jembatan permanen yang menghubungkan Nagari Sitalang dan Kecamatan Palembayan roboh. Selain itu lahan pertanian seluas 83 hektar juga terendam banjir dan dua binatang ternak hanyut.

Contoh Teks Berita Bahasa Inggris

 

CORONA VIRUS

Until the middle of March 2020 according to data from the World Health Organization, WHO, the number of infections is around 250,000 cases with more than 10,000 deaths, according to data as of Friday (3/20).
The three countries with the most cases outside China – where the plague originated – are South Korea, Iran and Italy.
As of March 19, China for the first time had not experienced a new case of Covid-19 in Wuhan, the first city to develop a corona virus.
Indonesia is not the country with the most cases, but has the highest fatality rate of around 8%. When the corona virus began to spread rapidly in China in the last week of January 2020, we raised various questions around the outbreak, including the spread and whether the affected can be cured.
The symptoms of Covid-19 are similar to those of a cold or flu. At first, sufferers feel like a fever and then followed by a dry cough. After one week, the patient will experience shortness of breath.
The incubation period – between transmission and showing symptoms – is about 14 days, according to the World Health Organization (WHO). But some researchers say this period can take 24 days. Chinese scientists say some people may be infected before showing symptoms
The doctor who is a member of the Indonesian Lung Doctors Association confirmed that all corona viruses, including the 2019-nCoV corona virus, have no cure. Diah added, although this virus has a risk of death, the numbers are still low compared to people who are infected and then recovered.
“But it can be (cured), it is proven that there are thousands of sick people but only a few died. So she is still a virus that can be cured,” she said. So, said Diah, the treatment process carried out is supportive therapy by increasing endurance. “An ordinary cold medicine if it is still mild, if the fever is given anti-fever medicine,” she said.
Diah asserted, some of the victims died in general was not only caused by 2019-nCoV, but also influenced by vulnerability factors such as old age so that the immune system was weak and also other existing confidence.

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*