Materi SMP K13 Ilmu Pengetahuan Alam Kelas 7 Semester 1 Bab 2 Klasifikasi Benda

Klasifikasi Benda

Klasifikasi Benda-BiarPintar.com – Segala sesuatu yang berada di alam semesta tersusun atas materi yang meliputi unsur air, udara, tanah, dan api. Alam semesta tersusun atas berjuta-juta materi yang menempatinya. Benda atau materi dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang menempati ruang dan memiliki massa, dan semuanya ada di sekitar kita. Tga macam wujud benda yang biasa ditemukan di bumi berupa padatan, cairan, dan gas.

Pengertian Klasifikasi Benda

Klasifikasi benda adalah pengelompokan benda menurut kesamaan sifat dan cirinya.

Tujuan Klasifikasi Benda

Secara sederhana, bisa dikatakan bahwa benda-benda yang ada di muka Bumi ini diklasifikasikan agar memudahkan/sebagai pembeda antara suatu jenis benda dengan benda lainnya.
Misalnya yaitu benda padat dan zat cair menempati ruang, dan beratnya memberi tahu kita bahwa kedua benda tersebut memiliki massa. Adapula gas, jika gas tidak menempati ruang, balon akan tetap runtuh dan bukannya mengembang saat diisi dengan gas

Manfaat Klasifikasi Benda

Manfaat klasifikasi benda, antara lain:
1. Mengetahui ciri atau karakteristik benda
2. Memberikan ruang bagi benda sesuai dengan ciri atau karakteristik tersebut
3. Memanfaatkan benda sesuai dengan ciri atau karakteristik tersebut

Klasifikasi Materi Berdasarkan Wujudnya

Materi adalah segala sesuatu yang menempati ruang dan mempunyai massa. Semakin besar massa suatu benda, maka semakin banyak materinya.

Massa adalah jumlah zat atau materi yang terkandung dalam suatu benda. Suatu materi apapun bentuknya terbagi menjadi 3 wujud, yaitu padat, cair, gas.

Zat Padat

Zat padat mempunyai sifat bentuk dan volumenya tetap. Zat padat bentuknya tetap dikarenakan partikel-partikel pada zat padat saling berdekatan, tersusun teratur dan mempunyai gaya tarik antara partikel sangat kuat. Volumenya tetap dikarenakan partikel pada zat padat dapat bergerak dan berputar pada kedudukannya saja.
Benda yang berbentuk padat mempunyai ciri-ciri sebagai berikut.
1) Jika zat padat dipindahkan ke manapun, bentuknya akan selalu tetap atau tidak berubah. Contoh: batu di halaman jika dipindahkan di atas meja, masih mempunyai bentuk yang sama.
2) Zat padat dipindah kemana saja akan mempunyai volume yang sama atau tetap.
3) Letak molekulnya sangat berdekatan dan teratur.
4) Gaya tarik antar molekulnya sangat kuat.
5) Gerakan molekul hanya terbatas pada tempatnya saja.

Berdasarkan partikel-partikelnya, zat padat memiliki sifat sebagai berikut.
1) Gaya tarik-menarik antar partikel sangat kuat,
2) Partikel-partikel yang posisinya tetap atauposisi yang teratur disebut kristal, jika tidak maka disebut amorf.
3) Adanya getaran tetapi hanya di atap.
Contoh zat padat antara lain kayu, gelas, batu, tongkat, batangan besi dansebagainya.

Gambar 2.12 letak molekul zat padat sangat berdekatan
Sumber:https://www.tentorku.com/perubahan-wujud-zat-berdasarkanteori-partikel/

Zat Cair

Zat cair mempunyai sifat bentuk berubah-ubah dan volumenya tetap. Bentuk zat cair berubah-ubah dikarenakan partikel-partikel pada zat cair berdekatan tetapi renggang, tersusun teratur, gaya tarik antar partikel agak lemah. Volumenya tetap dikarenakan partikel pada zat cair mudah berpindah tetapi tidak dapat meninggalkan kelompoknya.
Benda apa saja yang termasuk zat cair?
Bagaimana bentuk zat cair jika dipindahkan ke dalam bejana yang berbeda? Apabila dilakukan pengukuran volume dengan dua buah alat ukur yang berbeda, samakah volume zat cair itu? Dalam kehidupan sehari-hari, kita seringkali menjumpai zat-zat yang berwujud cair, misalnya minyak tanah, air, dan bensin.

Zat yang berwujud cair mempunyai ciri-ciri sebagai berikut.
1) Bentuk selalu berubah-ubah sesuai dengan tempatnya.
2) Volume zat cair tetap.
3) Letak molekulnya berdekatan.
4) Gaya tarik antar molekulnya lemah.
5) Gerak molekulnya agak bebas, tetapi tidak dapat meninggalkan kelompoknya. Hal itulah yang menyebabkan bentuknya selalu berubah sesuai dengan tempatnya, tetapi volumenya tetap.

Berdasarkan partikel-partikelnya, zat cair memiliki sifat sebagai berikut.
1) Gerakan partikel lebih lincah daripada zat padat dan partikel dapat berpindah tempat.
2) Gaya tarik-menarik antar partikel lemah dibandingkan zat padat.
3) Jarak antar partikel-partikel berjauhan dan tetap. Contoh zat cair yaitu air raksa dan air.

Gambar 2.13 letak molekul zat cair
Sumber:https://informasiana.com/jenis-sifatdan-ciri-ciri-zat-berdasarkan-wujudnya-sertacontohnya-masing-masing/

Zat Gas

Zat gas mempunyai sifat bentuk berubah-ubah dan volume berubah-ubah. Bentuknya berubah-ubah dikarenakan partikel-partikel pada zat gas berjauhan, tersusun tidak teratur, gaya tarik antar partikel sangat lemah. Volumenya berubah-ubah dikarenakan partikel pada zat gas dapat bergerak bebas meninggalkan kelompoknya. Dapatkah kalian melihat
benda yang berwujud gas? Jika teman kalian menyemprotkan minyak wangi di dalam ruang kelas, dapatkah kalian mencium bau minyak wangi tersebut? Mengapa demikian? Minyak wangi yang disemprotkan di ruang kelas akan segera menguap (berubah wujud menjadi gas). Benda berwujud gas mempunyai ciri-ciri sebagai berikut.
1) Bentuk dan volumenya berubah sesuai dengan tempatnya. Misalnya, udara dimasukkan ke dalam balon, maka bentuknya seperti balon. Jika dimasukkan ke dalam ban sepeda, maka bentuknya seperti ban sepeda.
2) Letak antar molekulnya sangat berjauhan.
3) Gaya tarik antar molekulnya sangat lemah.
4) Selalu memenuhi ruangan karena gerak molekulnya sangat bebas.

Berdasarkan partikel-partikelnya zat gas memiliki sifat sebagai berikut.
1) Gaya tarik-menarik sangat kurang atau mungkin tidak ada.
2) Partikel-partikel zat gas sangat bebas bergerak.
3) Jarak partikelnya berubah-ubah atau tak menentu.

Gambar 2.14 letak molekul zat gas
Sumber:https://www.tentorku.com/perubahan-wujud-zat-berdasarkan-teoripartikel/

Larutan Asam, Basa, dan Garam

Istilah asam (acid) berasal dari bahasa Latin, acetum yang berarti cuka. Seperti diketahui, zat utama dalam cuka yaitu asam asetat. Basa (alkali) berasal dari bahasa Arab yang berarti abu.
a. Asam
Asam merupakan salah satu penyusun dari berbagai bahan makanan dan minuman, misalnya cuka, keju, dan buah-buahan. Menurut Arrhenius, asam adalah zat yang dalam air akan melepaskan ion H+. Jadi, pembawa sifat asam yaitu ion H+ (ion hidrogen), sehingga rumus kimia asam selalu mengandung atom hidrogen. Ion adalah atom atau sekelompok atom yang bermuatan listrik. Kation adalah ion yang bermuatan listrik positif. Adapun anion adalah ionyang bermuatan listrik negatif. Sifat khas lain dari asam yaitu dapat bereaksi dengan berbagai bahan seperti logam, marmer, dankeramik. Reaksi antara asam dengan logam bersifat korosif.

Contohnya, logam besi dapat bereaksi cepat dengan asam klorida (HCl) membentuk Besi(II) klorida (FeCl2 ). Berdasarkan asalnya, asam dikelompokkan dalam 2 golongan, yaitu asam organik dan asam anorganik. Asam organik umumnya bersifat asam lemah, korosif, dan banyak terdapat di alam. Asam anorganik umumnya bersifat asam kuat dan korosif. Oleh karena sifat-sifat tersebut, maka asam-asam anorganik banyak digunakan diberbagai kebutuhan manusia.
b. Basa
Dalam keadaan murni, basa umumnya berupa kristal padat dan bersifat kaustik. Beberapa produk rumah tangga seperti deodoran, obat maag (antacid) dansabun serta detergen mengandung basa.
Basa adalah suatu senyawa yang jika dilarutkan dalam air (larutan) dapat melepaskan ion hidroksida (OH). Oleh karena itu, semua rumus kimia basa umumnya mengandung gugus OH. Jika diketahui rumus kimia suatu basa, maka untuk memberi nama basa, cukup dengan menyebut nama logam dan diikuti kata hidroksida.
c. Garam
Orang mengalami sakit perut disebabkan asam lambung yang meningkat. Untuk menetralkan asam lambung (HCl) digunakan antacid. Antacid mengandung basa yang dapat menetralkan kelebihan asam lambung (HCl). Umumnya, zat-zat dengan sifat yang berlawanan, seperti asam dan basa cenderung bereaksi membentuk zat baru. Bila larutan asam direaksikandengan larutan basa, maka ion H+ dari asam akan bereaksi dengan ionOH- dari basa membentuk molekul air.
H+ (aq) + OH (aq) → H2O (–!)
Asam Basa Air

Oleh karena air bersifat netral, maka reaksi asam dengan basa disebut reaksi penetralan.
Ion-ion tersebut akan bergabung membentuk senyawa ion yang disebut garam. Bila garam yang terbentuk mudah larut dalam air, maka ion-ionnya akan tetap ada di dalam larutan. Tetapi jika garam tersebut sukar larut dalam air, maka ion- ionnya akan bergabung membentuk suatu endapan. Jadi, reaksi asam dengan basa disebut juga reaksi penggaraman karena membentuk senyawa garam.
Walaupun reaksi asam dengan basa disebut reaksi penetralan, tetapi hasil reaksi (garam) tidak selalu bersifat netral. Sifat asam basa dari larutangaram bergantung pada kekuatan asam dan basa penyusunnya.
Garam yang berasal dari asam kuat dan basa kuat bersifat netral, disebut garam normal, contohnya NaCl dan KNO3 .Garam yang berasal dari asam kuat dan basa lemah bersifat asam dan disebut garam asam, contohnya adalah NH4Cl. Garam yang berasal dari asam lemah dan basa kuat bersifat basa dandisebut garam basa, contohnya adalah CH3COONa. Contoh asam kuat adalah HCl, HNO3 , H2SO4 . Adapun KOH, NaOH, Ca(OH)2 termasuk basa kuat.

d. Identifikasi Asam, Basa
Cara menentukan sifat asam dan basa larutan secara tepat yaitu menggunakan indikator. Indikator yang dapat digunakan yaituindikator asam basa. Indikator adalah zat-zat yang menunjukkan indikasi berbeda dalam larutanasam dan basa. Cara menentukan senyawa bersifat asam, basa, atau netral dapat menggunakan kertas lakmus dan larutan indicator atau indikator alami.

Berikut dijelaskan beberapa cara menguji sifat larutan.
1) Identifikasi dengan kertas lakmus
Warna kertas lakmus dalam larutanasam, larutan basa dan larutan bersifat netral berbeda. Ada dua macam kertas lakmus, yaitu lakmus merah dan lakmus biru. Sifat dari masing-masing kertas lakmus tersebut antara lain sebagai berikut.
a) Lakmus merah dalam larutanasam berwarna merahdandalam larutan basa berwarna biru.
b) Lakmus biru dalam larutan asam berwarna merah dan dalam larutan basa berwarna biru. c) Lakmus merah maupun biru dalam larutan netral tidak berubah warna.

2) Identifikasi larutan asam dan basa menggunakan indicator alami
Cara lain untuk mengidentifikasi sifat asam atau basa suatu zat dapat menggunakan indikator alami. Berbagai bunga yang berwarna atau tumbuhan, seperti daun, mahkota bunga, kunyit, kulit manggis, dan kubis ungu dapat digunakan sebagai indikator asam basa. Ekstrak atau sari dari bahan-bahan tersebut dapat menunjukkan warna yang berbeda dalam larutan asam basa.

INFO
Skala keasaman dan kebasaan ditunjukkan oleh besar kecilnya pH (derajat keasaman), yang skalanya
dari nilai 0 sampai dengan 14. Di mana nilai 0 – 7 merupakan asam, nilai 7 adalah netral, sedangkan
nilai 7 -14 menunjukkan basa.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*