Materi SMP K13 Ilmu Pengetahuan Alam Kelas 7 Semester 1 Bab 2 Klasifikasi Makhluk Hidup

Klasifikasi Makhluk Hidup

Klasifikasi Makhluk Hidup-BiarPintar.com – Dunia yang kita diami terdiri dari makhluk hidup dan benda mati. Makhluk hidup memiliki ciri utama dapat tumbuh dan berkembang biak. Makhluk hidup di dunia ini ada banyak sekali jenisnya hingga kita sebagai orang awam kesulitan untuk mengenalinya atau membedakannya dikarenakan jumlahnya yang sangat banyak. Oleh karena itu para ilmuwan dunia memberlakukan suatu sistem yang dapat digunakan untuk membedakan makhluk hidup yang satu dengan yang lain berdasarkan ciri makhluk hidup yang paling umum, kesamaan ciri, perbedaan, dasar ukuran, manfaat, dan habitat makhluk hidup. Sistem itu yang sekarang kita kenal dengan nama klasifikasi makhluk hidup. Pada pembahasan materi kali ini kita akan membahasnya lebih mendalam.

Pengertian Klasifikasi

Klasifikasi adalah kegiatan pengelompokan makhluk hidup menjadi golongan-golongan atau unit-unit tertentu.Tokoh pertama yang mengelompokkan makhluk hidup secara sistematis yaitu Aristoteles dari bangsa Yunani.

Tujuan dan Manfaat Klasifikasi Makhluk Hidup

Makhluk hidup yang ada di dunia ini sangat beraneka ragam. Agar mempermudah mempelajarinya, maka dilakukan penggolongan berdasarkan persamaan dan perbedaan ciri-ciri yang dimiliki. Adapun beberapa tujuan dalam kegiatan klasifikasi makhluk hidup, antara lain sebagai berikut.
a. Menyederhanakan objek kajian.
b. Mempermudah dalam mempelajari dan mengenal berbagai macam makhluk hidup.
c. Mengetahui hubungan kekerabatan antar makhluk hidup.
d. Mengetahui manfaat makhluk hidup untuk kepentingan manusia.
e. Mengetahui adanya saling ketergantungan antar makhluk hidup.

Selain memiliki tujuan, klasifikasi memiliki manfaat bagi manusia, antara lain sebagai berikut.
a. Klasifikasi memudahkan kita dalam mempelajari makhluk hidup yang sangat beranekaragam.
b. Klasifikasi membuat kita mengetahui hubungan kekerabatan antar jenis makhluk hidup.
c. Klasifikasi memudahkan komunikasi.

Dasar Klasifikasi Makhluk Hidup

Makhluk hidup sangat beraneka ragam sehingga dalam mempelajarinya perlu dilakukan pengelompokan. Kegiatan pengelompokan makhluk hidup menjadi golongan-golongan disebut klasifikasi. Cabang biologi yang khusus mempelajari klasifikasi yaitu taksonomi.

Berikut contoh dasar klasifikasi.

Klasifikasi berdasarkan kemampuan membuat makanan

Klasifikasi makhluk hidup berdasarkan kemampuan membuat makanan terbagi menjadi berikut.
1) Organisme autotrof, organisme yang mampu membuat makanan sendiri melalui proses fotosintesis. Contohnya tumbuhan.
2) Organisme heterotrof, organisme yang tidak mampu membuat makanan sendiri. Contoh: hewan dan manusia.

Gambar 2.2 pohon termasuk organisme autotrof
Sumber:https://dodyandanimation.wordpress.com/2013/06/29/membuat-pohon/pohon/

Klasifikasi berdasarkan habitat

Berdasarkan habitatnya tumbuhan dikelompokkan menjadi berikut.
1) Tumbuhan hidrofit, yaitu tumbuhan yang hidup di air, contoh: teratai.
2) Tumbuhan higrofit, yaitu tumbuhan yang hidup di tanah lembab, contoh: lumut.
3) Tumbuhan xerofit, yaitu tumbuhan yang hidup di tanah kering, contoh: kaktus.

Gambar 2.3 tumbuhan lumut
Sumber:http://cuadernoabc.blogspot.co.id/2016/01/perbedaan-lumut-dan-paku-pelajaran.html

Klasifikasi berdasarkan makanan

Berdasarkan makanannya, hewan digolongkan menjadi berikut.
1) Hewan herbivora, hewan yang memakan tumbuhan, contoh: sapi.
2) Hewan karnivora, hewan yang memakan daging, contoh: harimau.
3) Hewan omnivora, hewan yang memakan tumbuhan dan daging, contoh: tikus.

Tahapan Klasifikasi dan Kunci Determinasi

Pembuatan klasifikasi suatu jenis makhluk hidup dapat dilakukan melalui tahap-tahap berikut.

Pencandraan sifat-sifat organisme

Tahap pertama ini bertujuan untuk mencari persamaan dan perbedaan di antara organisme. Pada tahapan ini dilakukan pengenalan sifat ciri-ciri, misalnya ciri morfologi, anatomi, fisiologi, dan cara bereproduksi.

Pengelompokan berdasarkan ciri-ciri yang diamati

Tahapan kedua yaitu mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan persamaan sifat dan ciri-ciri yang diamati pada tahap pertama, misalnya sebagai berikut.
1) Ular dimasukkan satu kelompok dengan kadal, karena mempunyai beberapa persamaan, yaitu berdarah dingin, jantung terdiri dari tiga ruang (satu bilik dan dua serambi), kulit bersisik, dan tulang segi empat terpadu dengan tengkorak.
2) Burung merpati dimasukkan dalam satu kelompok dengan ayam, karena mempunyai persamaan yaitu berdarah dingin ,jantung terdiri dari empat ruang (dua bilik dan dua serambi), kulit ditutupi bulu, dan berkembang biak dengan ovipar.

Pemberian nama takson

Kelompok-kelompok diberi nama untuk memudahkan dalam mengenal ciri-ciri suatu kelompok makhluk hidup. Untuk mendapatkan hasil yang baik, setiap tahap dalam proses klasifikasi makhluk hidup harus dilakukan secara teliti dan terperinci, sehingga hasil yang diperoleh dapat diterima secara ilmiah oleh khalayak dan dapat menambah pengetahuan umum dalam proses klasifikasi makhluk hidup.

Dalam tahapan klasifikasi makhluk hidup dapat digunakan kunci determinasi untuk mempermudahkan klasifikasi. Kunci determinasi adalah uraian tentang ciri-ciri umum sampai ciri-ciri khusus makhluk hidup.Cara penggunaan kunci determinasi yaitu harus mengetahui nama bagian yang akan diamati, kemudian dicocokkan dengan ciri-ciri yang ada pada kunci determinasi. Kunci determinasi disebut juga dengan kunci dikotom. Keterangan yang dipakai dalam identifikasi yaitu ciri-ciri morfologi yang mudah diamati.

Tingkatan Takson

Tingkatan-tingkatan pengelompokan makhuk hidup dalam sistem klasifikasi makhluk hidup disebut takson. Taksa (takson) telah distandarisasi di seluruh dunia berdasarkan International Code of Botanical Nomenclature dan International Committee on Zoological Nomenclature.Berikut urutan dari takson.

Gambar 2.4 tingkatan takson
Sumber:http://esteryapim.blogspot.co.id/2013/06/karya-ilmiah-klasifikasi-mahluk-hidup.html

Kingdom/regnum(kerajaan/dunia)

Tingkatan takson merupakan tingkatan tertinggi untuk makhluk hidup. Semua hewan dimasukkan dalam kingdom Animalia dan semua tumbuhan dimasukkan dalam kingdom Plantae.

Filum atau divisio(keluarga besar)

Apabila kita mengelompokkan suatu makhluk hidup dalam kingdom, maka dengan melihat persamaan ciri-cirinya akan dimasukkan ke dalam suatu keluarga besar. Keluarga besar tersebut dimasukkan dalam filum untuk jenis hewan dan dimasukkan ke dalam divisio untuk jenis tumbuhan. Misalnya hewan yang memiliki kaki berbuku-buku dan kutikula yang keras dimasukkan dalam filum Arthropoda.
Penamaan filum hewan tidak memiliki akhiran yang khas, sedangkan penamaan division tumbuhan diberi akhiran yang khas, misalnya phyta dan mycota. Tumbuhan yang berbiji dimasukkan dalam divisio Spermatophyta, jamur berbasidium dimasukkan dalam division Basidiomycota.

Kelas

Tingkatan takson ini lebih rendah dari kelompok takson filum atau divisio, artinya apabila kelompok makhluk hidup dalam divisio atau filum memiliki ciri-ciri yang sama, maka dimasukkan dalam satu kelas. Contoh kelas pada hewan, yaitu hewan menyusui (mamalia), misalnya anjing, kucing, kelinci, dan lain-lain.

Ordo(bangsa)

Tingkatan takson yang lebih rendah dari kelas yaitu ordo. Pada tumbuhan, nama ordo pada umumnya diberi akhiran ales, sedangkan pada hewan tidak memiliki akhiran. Contoh dari hewan mempunyai ordo Carnivora (bangsa pemakan daging), Omnivora (bangsa pemakan tumbuh-tumbuhan). Adapun pada tumbuhan contohnya ordo Graminales (bangsa rumput-rumputan), dan Rosales (bangsa mawar-mawaran).

Famili(suku atau keluarga)

Famili merupakan tingkatan takson di bawah ordo. Pada tingkatan famili ini terdapat suatu kelompok yang berkerabat dekat dan memiliki banyak persamaan ciri. Nama family pada tumbuhan pada umumnya diberi akhiran aceae, sedangkan untuk nama hewan diberi akhiran idae. Contoh keluarga hewan, yaitu Canidae (keluarga anjing), Falidae(keluarga kucing). Contoh keluarga tumbuhan adalah Solanaceae (keluarga kentang), Rosaceae (keluarga mawar).

Genus(marga)

Takson genus adalah nama takson yang lebih rendah dari famili. Nama genus terdiri atas satu kata yang diambil dari kata apa saja, bisa darin ama hewan atau tumbuhan, zat kandungan, dan sebagainya. Huruf pertamanya diawali dengan huruf kapital dan ditulis dengan miring atau ditulis tegak dengan digaris bawah.Contoh untuk hewan adalah Canis(marga anjing), Felis(marga kucing), Taenia (marga cacing). Adapun contoh pada tumbuhan, yaitu Rosa(marga mawar), Annona (marga sirsak dan srikaya), dan Solanum (marga terung-terungan).

Species(jenis)

Spesies merupakan tingkatan takson paling rendah dan menjadi unit atau satuan dasar klasifikasi. Spesies adalah kelompok makhluk hidup yang dapat melakukan perkawinan antar sesamanya dan akan menghasilkan keturunan yang subur(fertil). Penulisan kata species sama seperti penulisan dalam genus, hanya pada species terdiri atas dua kata, yaitu kata yang berada di depan merupakan nama marga(genus), sedangkan kata yang kedua menunjukkan jenisnya. Untuk kata yang kedua, huruf awalnya tidak perlu menggunakan huruf kapital. Contohnya: Canis familaris (anjing), Taenia solium (cacing pita), Rosagallica(mawar), Carica papaya(pepaya), Oryza sativa(padi).

Sistem Klasifikasi Makhluk Hidup

Dasar yang digunakan dalam klasifikasi makhluk hidup yaitu persamaan ciri atau sifat morfologi, fisiologi, dan anatomi yang terdapat pada makhluk hidup. Sistem klasifikasi makhluk hidup terus berkembang sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, khususnya taksonomi.

Artifisial atau buatan

Sistem artifisial adalah klasifikasi yang menggunakan satu atau dua ciri pada makhluk hidup. Sistem ini disusun dengan menggunakan ciri-ciri atau sifat-sifat yang sesuai dengan kehendak manusia, atau sifat lainnya. Misalnya klasifikasi tumbuhan dapat menggunakan dasar habitat(tempat hidup), habitus atau berdasarkan perawakan(berupa pohon, perdu, semak, ternak, dan memanjat). Tokoh sistem artifisial antara lain Aristoteles yang membagi makhluk hidup menjadi dua kelompok, yaitu tumbuhan (plantae) dan hewan (animalia). Ia pun membagi tumbuhan menjadi kelompok pohon,perdu, semak, terna serta memanjat. Tokoh lainnya adalah Carolus Linnaeus yang mengelompokkan tumbuhan berdasarkan alat reproduksinya.

Sistem Alami

Klasifikasi sistem alami dirintis oleh Michael Adams dan Jean Baptiste de Lamarck. Sistem ini menghendaki terbentuknya kelompok-kelompok takson yang alami. Artinya anggota-anggota yang membentuk unit takson terjadi secara alamiah atau sewajarnya seperti yang dikehendaki oleh alam. Klasifikasi sistem alami menggunakan dasar persamaan dan perbedaan morfologi(bentuk luar tubuh) secara alami atau wajar. Contoh: hewan berkaki dua, berkaki empat, tidak berkaki, hewan bersayap, hewan bersirip, hewan berbulu, bersisik, berambut dan lain-lain. Sedangkan pada tumbuhan, ada kelompok tumbuhan berkeping biji satu dan berkeping biji dua.

Sistem Filogenetik

Klasifikasi sistem filogenetik muncul setelah teori evolusi dikemukakan oleh para ahli biologi. Pertama kali dikemukakan oleh Charles Darwin pada tahun 1859. Menurut Darwin, terdapat hubungan antara klasifikasi dengan evolusi. Sistem filogenetik disusun berdasarkan jauh dekatnya kekerabatan antara takson yang satu dengan yang lainnya. Selain mencerminkan persamaan dan perbedaan sifat morfologi dan anatomi maupun fisiologinya. Sistem ini menjelaskan mengapa makhluk hidup semuanya memiliki kesamaan molekul dan biokimia, tetapi berbeda-beda dalam bentuk susunan dan fungsinya pada setiap makhluk hidup. Jadi, pada dasarnya klasifikasi sistem filogenetik disusun berdasarkan persamaan fenotipe yang mengacu pada sifat-sifat bentuk luar, faal, tingkah laku yang dapat diamati, dan pewarisan keturunan yang mengacu pada hubungan evolusioner sejak jenis nenek moyang hingga cabang-cabang keturunannya.

Klasifikasi carolus linnaeus (sistem takson)

Carolus Linnaeus berasal dari Swedia yang dijuluki sebagai Bapak Taksonomi. Kelebihan Carolus Linnaeus yaitu dapat memperhatikan urutan (tingkatan) kelompok makhluk hidup yang disebut dengan takson.Tingkatan takson mulai dari yang paling tinggi ke yang paling rendah yaitu sebagai berikut.

No. Animalia Contoh Plantae Contoh Istilah Indonesia
1. Kingdom Animalia Regnum Plantae Kerajaan
2. Phylum Chordata Divisio Spermatophyta Bagian
3. Classis Mammalia Classis Monocotyledoneae Kelas
4. Ordo Primata Ordo Gramineales Bangsa
5. Familia Homonidae Familia Gramineale Suku
6. Genus Homo Genus Zea Marga
7. Species Homo sapiens Species Zea mays Jenis

Jasa Carolus Linnaeus yang tidak kalah penting adalah penemuannya pada sistem pemberian nama makhluk hidup yang dikenal dengan nama Binomial Nomenclature atau tata nama ganda. Pemberian nama ilmiah harus dilakukan sesuai tata nama. Nama ilmiah yang baku yaitu nama yang sesuai dengan sistem binomial nomenclature. Penamaan ini menggunakan dua kata. Kata pertama menunjukkan genus, sedangkan kata kedua menunjukkan penunjuk spesies(epitethon specificum).
Nama genus (marga) harus ditulis dengan awalan huruf kapital, sedangkan kata kedua dimulai dengan huruf kecil. Kata kedua biasanya berasal dari nama penemunya, nama tempat spesimen tersebut ditemukan, atau ciri khas yang dimiliki spesies tersebut dan harus dilatinkan. Kedua kata dalam nama ilmiah tersebut harus dituliskan dengan cetakan yang berbeda dengan kalimat disekitarnya. Biasanya ditulis dengan huruf miring(italic) atau digaris bawahi. Dibelakang nama ilmiah tersebut bisa juga dituliskan singkatan nama orang(author), yaitu orang yang pertama kali memberikan nama ilmiah tersebut dan mempublikasikannya secara sah dan valid. Contohnya nama ilmiah untuk pisang, Musa paradisiaca L, harus dipahami sebagai berikut.
1) Musa : menunjukkan nama genus.
2) Paradisiaca: menunjukkan nama penunjuk spesies(epitheton spesificum).
3) L.: singkatan dari Linneaus, author yang memberikan nama tersebut dan mempublikasikannya secara sah dan valid.

Apabila nama spesies terdiri dari 3 kata, maka kata kedua dan ketiga harus ditulis menyatu dengan tanda hubung. Misalnya, Hibiscus rosasinensis atau Hibiscus rosasinensis. Nama familia(suku) diambil dari nama spesimen acuan ditambah dengan akhiran aceae bila itu tumbuhan, dan idea bila makhluk itu hewan. Contoh nama familia pada tumbuhan, yaitu familia Solanaceae dari kata Solanum + aceae. Sedangkan contoh nama familia pada hewan, yaitu familia Canidae dari Canis + idea. Nama kelas diakhiri dengan nae, misalnya nama kelas tumbuhan melinjo terdiri dari nama kelas Gnetinae dari kata Gnetum + nae. Sedangkan nama ordo diakhiri dengan kata ales, misalnya nama ordo tumbuhan jahe adalah Zingiberales, berasal dari kata Zingiber+ales.

Klasifikasi RH. Whittaker (sistem lima kingdom)

RH. Whittaker yang didukung oleh banyak ahli biologi mengembangkan klasifikasi makhluk hidup yang menggunakan sistem lima kingdom, yaitu sebagai berikut.

1) Monera
Monera meliputi berbagai jenis bakteri dan ganggang hijau-biru. Ciri khas kingdom monera yaitu selnya tidak memiliki membran inti sehingga disebut organisme prokariotik.
Berikut adalah yang termasuk dalam monera.
a) Bakteri
Bakteri berukuran mikroskopis sehingga hanya dapat diamati dengan mikroskop. Selnya bersifat prokariotik (inti sel tidak diselubungi oleh membran inti, sehingga hanya disebut daerah inti). Bakteri dapat hidup hampir di semua lingkungan. Perkembangbiakannya dengan cara membelah diri.

Gambar 2.5 bakteri
Sumber:http://www.biologipedia.com/strukturtubuh-bakteri.html

b) Ganggang biru(Chyanophyta)
Ganggang bersel satu,berbentuk koloni atau multisel. Selain mempunyai klorofil karotenoid juga mempunyai pigmen yang tergolong fibobilin yaitu fikosianin berwarna biru dan fikoeritrin berwarna merah. Disebut ganggang biru, sebab warna yang dominan berwarna biru. Manfaat ganggang biru, misalnya Anabaena azollae digunakan sebagai pupuk, Spirullina sebagai bahan makanan yang mengandung protein,dan lain-lain.

2) Protista
Kingdom Protista meliputi berbagai jenis makhluk hidup yang mempunyai seleukariotik(mempunyai inti sel yang diselubungi membran inti). Makhluk hidup yang termasuk dalam kingdom Protista yaitu protista mirip hewan (Protozoa), protista mirip tumbuhan (Alga), dan protista mirip jamur.

Gambar 2.6 berbagai jenis protista
Sumber:https://rahmirahayusila.wordpress.com/2011/ 03/17/protista-mirip-tumbuhan/

a) Protozoa(protista mirip hewan)
Protozoa merupakan mikroorganisme yang mempunyai ciri-ciri seperti hewan, yaitu dapat bergerak bebas dan tidak mempunyai klorofil. Protozoa mempunyai alat gerak berupa kaki semu, silia (rambut getar), dan flagela (rambut cambuk), sehingga Protozoa dibagi menjadi empat kelompok berdasarkan alat geraknya yaitu Rhizopoda, Flagelata, Ciliata, dan Sporozoa.

b) Ganggang(alga)
Kalian tentu pernah melihat air kolam atau sungai yangberwarna hijau. Warna hijau disebabkan karena melimpahnya ganggang yang hidup di perairan tersebut. Selain hidup di perairan air tawar, ganggang juga dapat ditemukan di air laut dan di tempat-tempat lembab seperti tanah, tembok, dan kulit pepohonan. Ganggang mempunyai ciri-ciri yang menyerupai tumbuhan, yaitu mempunyai dinding sel dan berklorofil untuk fotosintesis. Selain klorofil, ganggang mempunyai pigmen atau zat warna yang lain. Berdasarkan pigmen utamanya, alga dapat dikelompokkan menjadi ganggang hijau, ganggang cokelat, ganggang merah, dan ganggang keemasan/pirang.

c) Protista mirip jamur
Anggota kelompok Protista ini memiliki ciri menyerupai jamur. Anggota Protista mirip jamur dibedakan dengan jamur karena memiliki sistem perkembangbiakan dan siklus hidup lebih sederhana dibanding jamur. Protista mirip jamur terdiri atas jamur lendir (Mycomycota) dan jamur air(Oomycota).

3) Fungi
Berdasarkan bentuk hifa, jamur dibedakan menjadi dua.
a) Jamur ganggang(Phycomycetes)
Jamur ini hifanya bersekat-sekat. Contoh Rhizopus sp untuk membuat tempe. Pada tempe terdapat benang-benang halus yang disebut miselium (cabang hifa). Apabila tempe membusuk, maka permukaan tempe akan membusuk.
b) Jamu rbenar(Eumycetes)
Jamur ini memiliki hifa yang bersekat-sekat. Berdasarkan tempat pembentuk spora dibedakan menjadi tiga, yaitu Ascomycota, Basidomycota, dan jamur tidak sempurna (Deuteromycota).

Gambar 2.7 beranekaragam jenis jamur
Sumber:https://ebriliasmi665.wordpress.com/2013/06/ 23/klasifikasi-5-kingdom/

4) Plantae
Kingdom Plantae meliputi berbagai jenis tumbuhan yaitu lumut, paku,dan tumbuhan biji. Ciri khas plantae yaitu mempunyai klorofil, eukariotik, selnya berdinding dari selulosa, tidak mempunyai alat gerak aktif. Plantae dapat dikelompokkan menjadi dua kelompok besar berdasarkan ada atau tidak adanya pembuluh pengangkut, yaitu tumbuhan berpembuluh dan tumbuhan tidak berpembuluh.

a) Lumut(Bryophyta)
Ciri-ciri dari lumut yaitu memiliki akar, batang, daun, tetapi bukan akar,batang,daun sejati. Akarnya disebut rhizoid dan belum memiliki berkas pembuluh. Lumut berkembang biak dengan cara kawin dan tak kawin yang biasa disebut dengan pergiliran keturunan.
Dalam sistem klasifikasi, lumut dibedakan ke dalam dua kelas, yaitu lumut hati(Hepaticeae) dan lumut daun(Musci).

Gambar 2.8 lumut
Sumber:http://budisma.net/2015/02/ habitat-tumbuhan-lumut.html

b) Tumbuhan paku (Pteridophyta)
Tumbuhan paku sudah mempunyai akar, batang, dan daun yang jelas. Pada daun tumbuhan paku terdapat bulatan berwarna kuning/coklat yang disebu tsorus. Sorus merupakan kumpulan kotak spora yang dibungkus indusium. Tempat hidup tumbuhan paku menempel pada pohon dan bersifat epifit. Perkembangbiakan secara kawin dan tak kawin merupakan pergiliran keturunan dalam siklus hidupnya. Klasifikasi tumbuhan paku dibagi menjadi empat kelas, yaitu paku lumut (Psilopitinae), paku ekor kuda (Equisetinae), paku kawat (Lycopodiinae), dan paku benar(Filicinae).

Gambar 2.9 tumbuhan paku
Sumber:http://tepegeee.blogspot.co.id/ 2012/09/tumbuhan-paku-pteridophyta.html

c) Tumbuhan biji (Spermatophyta)
Tumbuhan biji merupakan tumbuhan yang menghasilkan biji sebagai alat perkembangbiakan. Berdasarkan letak bakal biji dibagi menjadi dua macam, yaitu Gymnospermae (tumbuhan biji terbuka), dan Angiospermae (tumbuhan biji tertutup). Gymnospermae adalah tumbuhan yang bakal bijinya tidak terlindung oleh daun buah, tetapi menempel pada daun buah.Gymnospermae memiliki ciri-ciri pohon berakar tunggang, daunnya berbentuk seperti jarum, kecil tebal dan tipis lebar,alat kelamin jantan dan alat kelamin betina disebut strobilus yang mengandung sporangia. Angiospermae merupakan tumbuhan yang bakal bijinya tersimpan dalam daun buah.
Tumbuhan biji tertutup dibagi menjadi dua kelas, yaitu dikotil (Dicotyledoneae) dan monokotil (Monocotyledoneae).

Gambar 2.10 pinus termasuk tumbuhan berbiji terbuka
Sumber:https://pxhere.com/id/photo/1119783

5) Animalia
Animalia meliputi berbagai jenis hewan. Ciri khas hewan yaitu tidak mempunyai klorofil. Ciri lain dari animalia yaitu mempunyai alat gerak aktif, eukariotik, dan bersel banyak. Kingdom Animaliadi bagi menjadi dua kelompok berdasarkan ada atau tidak adanya tulang belakang (vertebrae), yaitu sebagai berikut.
a) Avertebrata
Avertebrata merupakan kelompok hewan yang tidak memiliki ruas tulang belakang. Avertebrata terbagi atas 7 filum, yaitu Protozoa(hewan bersel satu), Porifera (hewan berpori-pori), Coelenterata(hewan berongga), Vermes (cacing), Arthropoda (hewan berbuku-buku), Mollusca (hewan lunak), dan Echinodermata (hewan berkulit duri).

Gambar 2.11 landak laut
Sumber:http://healthypedia11.blogspot.co.id/2012/02/ penanganan-luka-tusuk-landak-lautbulu.html

INFO
Bunglon Berleher Ungu dan Jahitan Punggung

Selama tahun 2014, berbagai spesies baru telah ditemukan di Indonesia. Penemuan-penemuan spesies baru tersebut semakin menasbihkan Indonesia sebagai salah satu mega biodiversity dunia. Penemuan berbagai spesies tumbuhan dan hewan baru tersebut membuktikan bahwa alam Indonesia masih menyimpan berbagai kekayaan yang menunggu untuk diungkap dan diteliti.Berbagai spesies hewan dan tumbuhan yang cantik, unik, dan aneh terungkap sepanjang tahun2014. Salah satu spesies baru yang berhasil diidentifikasi oleh para taksonom Indonesia, yang bekerjasama dengan taksonom asing, yaitu bunglon berleher ungu dan jahitan punggung. Spesies bunglon Indonesia kembali bertambah. Pada tahun 2014, Amir Hamidy berhasil mengidentifikasi 3 jenis bunglon baru.

Ketiganya berasal dari kawasan Bukit Barisan, Sumatra. Spesies pertama disebut bunglon berleher ungu, yang mempunyai nama latin Pseudocalotes cybelidermus. Jenis kedua adalah P. guttalineatus mempunyai ciri unik berupa pola garis putus-putus berwarna kebiruan pada bagian leher. Adapun spesies baru yang ketiga yaitu bunglon jahitan punggung dengan nama latin P.rhammanotus.

b) Vertebrata
Vertebrata merupakan kelompok hewan yang memiliki ruas tulang belakang. Vertebrata dibagi menjadi lima kelompok, yaitu Pisces (ikan), Amphibia (amfibi), Reptillia (reptil), dan Aves(burung).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*