Materi SMP K13 Ilmu Pengetahuan Alam Kelas 7 Semester 1 Bab 3 Perubahan Fisika dan Kimia

Perubahan Fisika dan Kimia

Perubahan Fisika dan Kimia-BiarPintar.com – Zat dapat mengalami perubahan apabila dipengaruhi oleh beberapa penyebab, misalnya panas atau kalor. Pada saat lilin menyala, lilin yang terbakar mengalami dua perubahan yaitu perubahan sumbu menjadi arang, dan perubahan batang lilin yang menjadi cair. Perubahan materi tersebut ada yang bersifat fisika dan bersifat kimia. Perubahan fisika dan kimia akan kita pelajari pada artikel ini.

Pengertian Perubahan Fisika

Perubahan fisika merupakan perubahan pada zat yang tidak menghasilkan zat jenis baru.

Misalnya beras yang ditumbuk menjadi tepung. Beras yang ditumbuk menjadi tepung, hanya menunjukkan bentuk dan ukuran yang berubah, tetapi sifat molekul zat pada beras dan tepung tetap sama. Peristiwa perubahan wujud zat, seperti menguap, mengembun, mencair, membeku, menyublim, mengkristal merupakan perubahan fisika. Adapun beberapa ciri-ciri pada perubahan fisika, yaitu tidak terbentuk zat jenis baru, zat yang berubah dapat kembali ke bentuk semula, hanya diikuti perubahan sifat fisika. Perubahan sifat fisika yang tampak antara lain bentuk, ukuran, dan warna yang berubah.

Ciri-ciri perubahan fisika

Beberapa ciri-ciri perubahan fisika, antara lain sebagai berikut.
1) Tidak terbentuk zat jenis baru,
2) Zat yang berubah dapat kembali ke bentuk semula,
3) Hanya diikuti perubahan sifat fisika.

Contoh peristiwa perubahan fisika

Sungai memiliki berbagai jenis batuan dengan berbagai ukuran. Batuan tersebut ada yang berukuran besar, ada pula yang berukuran kecil. Arus sungai yang deras menerpa dan menghanyutkan batuan tersebut sehingga pecah menjadi batuan-batuan yang lebih kecil. Pecahan-pecahan batuan memiliki sifat yang sama dengan batuansemula. Sebagai contoh, pecahan batuan dan batuan semula tetap keras, serta bahan penyusunnya pun sama. Peristiwa pecahnya batuan tergolong perubahan fisika.

Udara yang kita hirup setiap hari merupakan hasil perubahan fisika. Udara terdiri dari berbagai macam gas, misalnya gas oksigen, nitrogen, dan argon. Gas-gas ini bercampur secara fisika membentuk udara. Udara yang telah terbentuk dapat diuraikan menjadi zat penyusunnya melalui proses destilasi. Ketika menjemur pakaian juga terjadi perubahan fisika. Pakaian yang semula basah lama-kelamaan kering karena mendapat panas matahari. Panas matahari menguapkan air yang terdapat pada pakaian. Perubahan dari air menjadi uap air tergolong perubahan fisika.

Sebab-sebab terjadinya perubahan fisika

Perubahan fisika dapat diakibatkan oleh beberapa hal, yaitu perubahan fisika berupa perubahan wujud, perubahan fisika karena pencampuran benda, dan perubahan fisika karena benda dipotong atau dibelah. Perubahan wujud mencakup perubahan dari padat ke cair (mencair atau meleleh), cair ke gas (menguap), gas ke cair (mengembun), cair ke padat (membeku), dan padat ke gas (menyublim). Semua perubahan wujud ini terjadi karena benda menerima atau melepaskan panas. Mencair (misalnya, es menjadi air), menguap (air menjadi uap air), dan menyublim (kapur barus menjadi gas) terjadi karena benda menerima panas. Sebaliknya, membeku (air menjadi es batu) dan mengembun(uap air menjadi air) terjadi karena benda melepaskan panas.
Pencampuran tergolong perubahan fisika selama benda-benda yang bercampur tidak bereaksi. Contohnya mencampur gula dengan air, mencampur pasir dengan gula, dan mencampur serbuk besi dengan serbuk belerang. Benda-benda yang bercampur ini masih dapat dipisahkan satu sama lain. Memecahkan atau membelah benda juga tergolong perubahan fisika. Contohnya membelah kayu dan memotong kertas. Pada perubahan tersebut tidak terbentuk zat yang baru. Kayu semula memiliki sifat yang sama dengan kayu yang sudah dibelah. Demikian pula, pada kertas semula yang memiliki sifat sama dengan kertas yang sudah dipotong.

Sifat-sifat fisika

Perubahan fisika juga memiliki beberapa sifat.Berikut beberapa sifat-sifat fisika suatu benda oleh perubahan fisika.
1) Wujud zat
Wujud zat dibedakan atas zat padat, cair, dan gas. Zat tersebut dapat berubah dari satu wujud ke wujud lain. Beberapa peristiwa perubahan wujud, yaitu menguap, mengembun, mencair, membeku, meyublim, dan mengkristal.
2) Warna
Setiap benda memiliki warna yang berbeda-beda. Warna merupakan sifat fisika yang dapat diamati secara langsung. Warna yang dimiliki suatu benda merupakan ciri tersendiri yang membedakan antara zat satu dengan zat lain. Misalnya susu berwarna putih, karbon berwarna hitam, paku berwarna kelabu pudar, dan lain-lain.
3) Kelarutan
Kelarutan suatu zat dalam pelarut tertentu merupakan sifat fisika. Air merupakan zat pelarut untuk zat-zat terlarut. Tidak semua zat dapat larut dalam zat pelarut. Misalnya garam dapat larut dalam air, tetapi kopi tidak dapat larut dalam air.
4) Daya hantar listrik
Daya hantar listrik merupakan sifat fisika. Benda yang dapat menghantarkan listrik dengan baik disebut konduktor, sedangkan benda yang tidak dapat menghantarkan listrik disebut isolator. Benda logam pada umumnya dapat menghantarkan listrik. Daya hantar listrik pada suatu zat dapat diamati dari gejala yang ditimbulkannya. Misalnya tembaga dihubungkan dengan sumber tegangan dan sebuah lampu. Akibat yang dapat diamati yaitu lampu dapat menyala.
5) Kemagnetan
Berdasarkan sifat kemagnetan, benda digolongkanmenjadi dua yaitu benda magnetik dan benda nonmagnetik. Benda magnetik adalah benda yang dapat ditarik kuat oleh magnet, sedangkan benda non magnetik adalah benda yang tidak dapat ditarik oleh magnet.
6) Titik didih
Titik didih merupakan suhu ketika suatu zat mendidih.

7) Titik leleh
Titik leleh merupakan suhu ketika zat padat berubah menjadi zat cair.

Pengertian Perubahan Kimia

Perubahan kimia adalah perubahan pada zat yang menghasilkan zat jenis baru.

Pernahkah kalian membakar kertas? Apa yang dapat kamu lihat setelah kertas tersebut habis terbakar? Abu merupakan hasil proses pembakaran kertas. Kertas sebelum dibakar memiliki sifat yang berbeda dengan kertas sesudah dibakar. Contoh perubahan kimia, antara lain nasi membusuk, susu yang basi, sayur menjadi basi, telur membusuk, telur asin, besi berkarat, dan lain-lain.

Ciri-ciri perubahan kimia

Beberapa ciri-ciri perubahan kimia suatu zat, antara lain sebagai berikut.
1) Terbentuk zat jenis baru.
2) Zat yang berubah tidak dapat kembali ke bentuk semula.
3) Diikuti oleh perubahan sifat kimia melalui reaksi kimia.
4) Adanya perubahan warna.
5) Perubahan bau.
6) Pembentukan gas.
7) Timbulnya cahaya.
8) Pembentukan endapan baru.
9) Perubahan pH.

Penyebab perubahan kimia

Selama terjadi perubahan kimia, massa zat sebelum reaksi sama dengan massa zat sesudah reaksi. Seperti halnya perubahan fisika, perubahan kimia juga dapat diamati di alam dan lingkungan sekitar. Perubahan kimia yang terjadi pada suatu materi dapat disebabkan oleh beberapa hal. Berikut penyebab terjadinya perubahan kimia dan contoh perubahan kimia yang diakibatkannya.
1) Proses bernapas
Proses bernapas mengubah oksigen (O ) menjadi karbon dioksida (CO ). Perubahan oksigen (O ) menjadi karbon dioksida (CO ) termasuk perubahan kimia.
2) Proses fotosintesis
Proses fotosintesis merubah gas karbondioksida (CO ) dan air menjadi gas oksigen dan karbohidrat. Perubahan tersebut termasuk perubahan kimia.
3) Pembakaran
Kayu dibakar menjadi arang merupakan contoh perubahan kimia.
4) Perkaratan
Perkaratan merupakan reaksi oksigen menembus ke dalam celah-celah besi sehingga lama kelamaan terbentuk karat pada celah-celah tersebut. Perubahan besi menjadi karat termasuk contoh perubahan kimia.
5) Pembusukan
Contoh perubahan kimia karena peristiwa pembusukan yaitu roti menjadi berjamur, nasi yang membusuk, dan susu yang menjadi masam.

Sifat kimia

Sifat kimia adalah ciri-ciri suatu zat yang berhubungan dengan terbentuknya zat jenis baru, antara lain sebagai berikut.
1) Mudah terbakar
Bensin termasuk zat yang mudah terbakar. Sehingga, di stasiun pengisian bahan bakar terdapat larangan “DILARANG MEROKOK”.
Dengan mengetahui sifat dari bahan-bahan yang mudah terbakar, kita akan dapat menggunakannya secara aman.
2) Mudah busuk
Akibat terjadi reaksi kimia dalam suatu makanan atau minuman, dapat mengakibatkan makanan dan minuman tersebut membusuk dan berubah rasa menjadi asam. Misal, nasi yang dibiarkan berhari-hari bereaksi dengan udara menjadi basi, susu yang berubah rasa menjadi asam.
3) Berkarat
Reaksi antara logam dan oksigen dapat mengakibatkan benda tersebut berkarat. Logam,seperti besi dan seng memiliki sifat mudah berkarat.
4) Mudah meledak
Interaksi zat dengan oksigen di alam ada yang mempunyai sifat mudah meledak,seperti magnesium, uranium, dan natrium.
5) Racun
Terdapat beberapa zat yang memiliki sifat kimia beracun, antara lain: insektisida, pestisida, fungisida, herbisida,dan rodentisida. Zat beracun tersebut digunakan manusia untuk membasmi hama, baik serangga maupun tikus.

Contoh peristiwa perubahan kimia

Dedaunan pada tumbuhan yang menguning, sebagian lagi mengering, layu, dan berwarna kecokelatan. Daun yang berwarna kecokelatan lama-lama akan jatuh, sehingga di sekitar tumbuhan biasanya berserakan daun-daun kering. Proses daun yang menguning kemudian berubah menjadi kecokelatan termasuk perubahan kimia.Proses fotosintesis yang dilakukan oleh tumbuhan hijau juga merupakan contoh perubahan kimia. Proses fotosintesis terjadi pada tumbuhan hijau. Pada proses ini, air dan karbon dioksida diubah menjadi glukosa dan oksigen dengan bantuan sinar matahari. Perubahan kimia juga terjadi dalam kehidupan makhluk hidup lain,yaitu hewan dan manusia. Pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup tidak lepas dari perubahan-perubahan kimia yang terjadi di dalam tubuh. Pertumbuhan dan perkembangan tersebut melibatkan banyak perubahan-perubahan kimia yang berbeda. Sebagai contoh pada proses pencernaan makanan. Makanan yang masuk ke dalam tubuh akan diolah dan dicampur dengan zat-zat lain yang dihasilkan oleh tubuh. Hasilnya digunakan untuk tumbuh dan berkembang. Selain itu, proses pernapasan juga melibatkan proses kimia. Oksigen yang masuk ke dalam tubuh akan digunakan untuk berbagai macam proses kimia. Perubahan kimia juga dapat dilakukan di laboratorium. Dalam pengamatan di laboratorium, kita dapat mengamati zat-zat baru yang terbentuk akibat perubahan kimia.

Penanda perubahan kimia

Perubahan kimia dapat ditandai dengan adanya pembentukan gas, pembentukan endapan, perubahan warna,dan perubahan energi.
1) Pembentukan gas
Gas dapat terbentuk bila kapur tulis ditambahkan ke dalam larutan asam klorida. Gas yang dihasilkan yaitu karbondioksida.
2) Pembentukanendapan
Suatu larutan dapat bereaksi dengan larutan lain membentuk endapan (padatan). Reaksi ini disebut reaksi pengendapan.Sebagai contoh, reaksi antara larutan kalsium nitrat dengan larutan natrium karbonat. Bila kedua larutan tersebut dicampur, maka akan terbentuk endapan kalsium karbonat yang berwarna putih.
3) Perubahan warna
Perubahan warna dapat menunjukkan terjadinya perubahan kimia. Ketika membakar kertas, semula kertas berwarna putih, tetapi setelah dibakar berubah menjadi arang dan timbul asap pada saat api padam. Contoh lainnya, tembaga karbonat (berwarna hijau) yang bila dipanaskan akan berubah menjadi tembaga oksida (berwarna kehitaman) dan gas karbon dioksida.
4) Perubahanenergi
Ketika terjadi perubahan kimia, energi yang dimiliki oleh suatu zat berubah.
Energi tersebut bisa bertambah atau berkurang. Energi yang dimiliki oleh zat bertambah bila zat tersebut menerima energi dari lingkungannya. Sebagai contoh, reaksi fotosintesis pada tumbuhan hijau.Energi didapatkan tumbuhan dari sinar matahari.Contoh lain ketika memasak makanan. Energi panas diterima bahan makanan sehingga menjadi matang. Sebaliknya, energi yang dimiliki oleh zat berkurang bila zat tersebut melepaskan energi ke lingkungannya. Sebagai contoh, kembang api yang dibakar melepaskan energi panas ke lingkungan, yaitu udara di sekitar kembang api.

INFO
Perubahan wujud zat sebenarnya terjadi karena adanya pengaruh energi panas (kalor). Ketika suatu zat/ benda melepaskan atau menerima kalor, maka benda tersebut akan mengalami perubahan wujud. Saat zat padat menerima kalor/panas maka ia akan berubah wujud menjadi cair (mencair) atau gas (menyublim). Jika zat cair menerima kalor, maka akan berubah wujud menjadi gas (menguap). Itulah sebabnya mengapa kapur barus yang diletakkan di tempat terbuka lama-lama akan habis karena berubah menjadi gas. Dengan demikian, peristiwa perubahan wujud zat mencair, menyublim dan menguap membutuhkan kalor.
Sebaliknya, ketika zat melepaskan kalor (mengalami pendinginan) maka zat cair akan berubah wujud menjadi padat(membeku) dan zat gas akan berubah menjadi zat cair(mengembun). Itulah sebabnya mengapa pada pagi hari terdapat embun yang merupakan perubahan wujud dari uap air di udara menjadi air karena suhu udara yang dingin saat malam hari. Dengan demikian, perubahan wujud zat membeku dan mengembun terjadi akibat pelepasan kalor.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*