Materi SMP K13 Ilmu Pengetahuan Alam Kelas 7 Semester 1 Bab 5 Sistem Organisasi Kehidupan

Sistem Organisasi Kehidupan

Sistem Organisasi Kehidupan-BiarPintar.Com – Pernahkah terlintas dalam pikiran kita, tubuh kita itu tersusun dari apa saja ya? Ada apa saja di dalam tubuh kita? Bagaimana proses kita bernafas, organ-organ apa saja yang terlibat? Mungkin berbagai pertanyaan tersebut pernah sekelebat terlintas di pikiran kita, untuk lebih jelasnya mari kita pelajari hal tersebut dalam pembahasan materi berikut ini.

Pengertian Sistem Organisasi Kehidupan

sistem organisasi kehidupan merupakan suatu perangkat elemen-elemen kehidupan dari struktur yang terkecil sampai yang terbesar berupa sel, jaringan, organ, sistem organ dan organisme yang masing-masing mempunyai tugas dan fungsinya tersendiri untuk menopang kehidupan. Elemen-elemen tersebut saling berhubungan dan saling mendukung satu-sama lain, jika satu elemen tidak berfungsi maka akan mempengaruhi fungsi elemen yang lain, sehingga membentuk suatu sistem.

Sel Sebagai Unit Struktural dan Fungsional Kehidupan

Sel sebagai kesatuan structural berarti makhluk hidup terdiri atas sel-sel. Makhluk hidup yang terdiri atas satusel disebut makhluk hidup bersel tunggal/ uniseluler dan makhluk hidup yang terdiri dari banyak sel disebut makhluk hidup multiseluler.

Sel sebagai unit fungsional berarti seluruh fungsi kehidupan/ aktivitas kehidupan (proses metabolisme, reproduksi, iritabilitas, digestivus, ekskresi dan lainnya) pada makhluk hidup bersel tunggal dan bersel banyak yang berlangsung di dalam tubuh dilakukan oleh sel.

Sel

Sel adalah unit terkecil dari makhluk hidup, sehingga untuk dapat mengamati sel perlu menggunakan alat bantu berupa mikroskop. Sel pertama kali ditemukan oleh Robert Hooke pada tahun 1665 dan menyebutkan bahwa bentuk sel seperti kotak sarang lebah atau sel penjara.

Sel terdiri atas tiga bagian, yaitu sebagai berikut.
a. Dinding sel
Jenis sel yang memiliki dinding sel adalah sel tumbuhan, jamur, dan bakteri. Dinding sel tumbuhan tersusun atas selulosa, dinding sel bakteri tersusun atas peptidoglikan, sedangkan dinding sel jamur tersusun atas kitin. Dinding sel berfungsi memberi bentuk dan melindungi sel.
b. Membran sel
Selaput yang membungkus seluruh isi sel dan berfungsi untuk melakukan pertukaran zat dalam sel, seperti oksigen, zat makanan dan sisa metabolisme. Dinding sel hanya terdapat pada tumbuhan dan tersusun atas selulosa.
c. Protoplasma
Protoplasma merupakan isi sel yang terdiri atas cairan dan organel sel. Cairan dan organel di luar inti disebut dengan sitoplasma. Dalam sitoplasma dapat dilihat adanya plastida, badangolgi, mitokondria, retikulum endoplasma, dan vakuola. Nukleoplasma adalah protoplasma yang ada di dalam inti sel. Inti sel merupakan pusat pengaturan seluruh kegiatan sel. Sitoplasma terdiri atas sitosol dan organel sel.
1) Sitosol
Sitosol merupakan matriks (zat pengisi) di luar organel sel. Di dalam sitosol terdapat ion, enzim, zat-zat makanan, dan air.

2) Organel sel
a) Inti sel(nukleus)
Inti sel merupakan bagian terpenting yang mengatur seluruh kegiatan sel. Bentuk inti sel biasanya bulat dan di dalamnya terdapat kromosom yang merupakan benang-benang pembawa sifat keturunan. Organel ini mengandung sebagian besar materi genetic sel dengan bentuk molekul DNA linier panjang yang membentuk kromosom bersama dengan beragam jenis protein. Gen di dalam kromosom-kromosom inilah yang membentuk genom intisel. Fungsi inti sel antara lain sebagai berikut.
(1) Fungsi utama nukleus adalah untuk menjaga integritas gen-gen tersebut dan mengontrol aktivitas sel dengan mengelola ekspresi gen.
(2) Nukleus juga berfungsi untuk mengorganisasikan gen saat terjadi pembelahan sel.
(3) Memproduksi mRNA untuk mengkodekan protein.
(4) Sebagai tempat sintesis ribosom.
(5) Tempat terjadinya replikasi dan transkripsi dari DNA.
(6) Mengatur kapan dan dimana ekspresi gen harus dimulai, dijalankan, dan diakhiri.
(7) Mengendalikan metabolisme sel.
(8) Menyimpan informasi genetik (gen).
(9) Mengatur ekspresi gen.
(10) Tempat terjadinya replikasi dan transkripsi.

b) Plastida
Plastida merupakan organel menyerupai kantung yang dibatasi oleh dua lapis membran. Berikut macam-macam plastida.
(1) Kloroplas berwarna hijau, mempunyai klorofil untuk fotosintesis.
(2) Kromoplas mengandung pigmen berwarna selain hijau.
(a) Antosianin pada pH asam: merah.
(b) Antosianin pada pH basa: ungu.
(c) Antosianin pada pH netral: biru.
(d) Karoten: kuning.
(e) Fikoeritrin: merah pada ganggang
(f) Fikosianin: biru pada ganggang.
(g) Fikosantin: merah pada ganggang.
(3) Leukoplas tidakberwarna
(a) Amiloplas menyimpan zat tepung.
(b) Elaioplas menyimpan lemak.

c) Mitokondria
Mitokondria merupakan organel sel bermembran yang bersifat aerob. Ukuran mitokondria berkisar 0,3 μm – 40 μm. Membran bagian dalam membentuk tonjolan-tonjolan untuk memperluas permukaan yang dinamakan krista mitokondria. Fungsi mitokondria antara lain mengatur sintesis protein, di dalam sitoplasma maupun dalam ribosom, oksidasi zat makanan, respirasi sel, dehidrogenasi, fosforilisasi oksidatif, dan rantai transfer elektron.

d) Retikulu mendoplasma
Retikulum endoplasma merupakan organel yang memiliki membran berbentuk jala. Adapun tiga bentuk retikulum endoplasma, yaitu lamela, vesikula, dan tabula. Retikulum endoplasma terdiri atas dua tipe, yaitu retikulum endoplasma agranular(reticulum endoplasma halus) dan reticulum endoplasma granular (retikulum endoplasma kasar). Retikulum endoplasma agranular(halus) adalah retikulum endoplasma yang dindingnya tidak dilekati oleh ribosom sehingga tidak aktif dalam sintesis protein, tetapi aktif dalam sintesis lemak. Retikulum endoplasma granular(kasar) adalah retikulum endoplasma yang dindingnya dilekati oleh ribosom yang terlibat dalam sintesis protein. Fungsi retikulum endoplasma yaitu menyusun dan menyalurkan zat-zat ke dalam sel(alat transportasi zat-zat dalam sel).

e) Ribosom
Ribosom berbentuk butiran-butiran bulat yang melekat sepanjang retikulum endoplasma dan ada pula yang soliter bebas di sitoplasma. Fungsi ribosom yaitu sebagai tempat untuk sintesis protein.

f) Lisosom
Lisosom merupakan organel yang banyak terdapat dalam sel hewan. Lisosom berbentuk bulat lonjong denganukuran berkisar0,2μm – 0,8μm. Lisosom memiliki membran dan mengandung berbagai macam enzim, misalnya ribonuklease, deoksiribonuklease, fosfatase, glioksidase, sulfatase, dan kalogenase.

g) Badan golgi
Badan golgi merupakan salah satu organel terbesar yang ditemukan oleh seorang ahli dari Itali, Camillo Golgi. Badan golgi terdapat pada semua sel organisme hidup kecuali pada sel prokariotik. Badan golgi memiliki panjang 1 μm – 3 μm dan lebar 0,5 μm. Pada tumbuhan, badan golgi disebut diktiosom.

h) Vakuola
Vakuola pada sel tumbuhan berukuran besar dan bersifat menetap. Sel-sel tumbuhan yang memiliki vakuola besar biasanya adalah sel-sel parenkim dan kolenkim. Vakuola dibatasi oleh membran yang disebut tonoplas. Vakuola pada tumbuhan memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan karena mekanisme pertahanan hidup tumbuhan bergantung pada kemampuan vakuola dalam menjaga konsentrasi zat-zat terlarut di dalamnya. Misalnya, proses pelayuan terjadi karena vakuola kehilangan tekanan pada dinding sel. Fungsi vakuola yaitu sebagai tempat cadangan makanan, menyimpan pigmen, dan menyimpan sisa metabolisme.

i) Sentrosom
Sentrosom hanya terdapat pada sel hewan. Sentrosom membelah menjadi dua sentriol ketika sel membelah. Fungsi sentriol yaitu menghasilkan benang spindel (gelendong) untuk menarik kromosom pada saat sel membelah.

j) Badan mikro
Peroksisom atau badan mikro yaitu penghasil enzim katalase yang menguraikan H2O2 menjadi H2O + O2. Peroksisom dibentuk dalam retikulum endoplasma granular. Peroksisom mengandung berbagai enzim yang terlibat dalam produksi peroksida hidrogen(H2O2).

k) Organel non sistem membran
Organel sel non sistem membran (tidak memiliki membran) meliputi sentriol, mikrotobula, dan mikrofilamen. Fungsi mikrotobul yaitu sebagai kerangka sel (stoskeleton) yang memberi bentuk sel. Sedangkan fungsi mikrofilamen yaitu untuk pergerakan sel.

Perbedaan Sel Hewan dan Sel Tumbuhan

Sel hewan dan tumbuhan memiliki persamaan dan perbedaan. Berikut organel-organel yang menyusun sel hewan dan tumbuhan.
a. Sel hewan
Sel hewan memiliki beberapa bagian, antara lain sebagai berikut.
1) Selaput sel (membran plasma) adalah bagian sel terluar yang berfungsi sebagai pelindung sitoplasma dan mengatur keluar masuknya zat dari dan ke dalam sel.
2) Inti sel (nukleus) berfungsi sebagai pengatur seluruh kegiatan sel, misalnya perkembangbiakan/ pembelahan sel, pertumbuhan sel dan respirasi sel.
3) Mitokondria berfungsi sebagai tempat respirasi sel untuk menghasilkan energi.
4) Sentriol berperan dalam pembelahan sel hewan.
5) Retikulum endoplasma berfungsi sebagai tempat pembentukan lemak dan menghubungkan nucleus dengan sitoplasma.
6) Badan golgi berfungsi sebagai alat pengeluaran.
7) Ribosom berfungsi sebagai tempat terjadinya sintesis protein.

b. Sel tumbuhan
Sel tumbuhan memiliki bagian-bagian, antara lain sebagai berikut.
1) Selaput sel ( membran plasma) adalah bagian sel terluar yang berfungsi sebagai pelindung sitoplasma dan mengatur keluar masuknya zat dari dan ke dalam sel.\
2) Inti sel (nukleus) berfungsi sebagai pengatur seluruh kegiatan sel, misalnya perkembangbiakan/ pembelahan sel, pertumbuhan sel dan respirasi sel.
3) Mitokondria berfungsi sebagai tempat respirasi sel untuk menghasilkan energi.
4) Sentriol berperan dalam pembelahan sel hewan.
5) Retikulum endoplasma berfungsi sebagai tempat pembentukan lemak dan menghubungkan nucleus dengan sitoplasma.
6) Badan golgi berfungsi sebagai alat pengeluaran.
7) Ribosom berfungsi sebagai tempat terjadinya sintesis protein.
8) Kloroplas sebagai tempat terjadinya fotosintesis.
9) Plastida sebagai pembawa zat warna.
10) Dinding sel berfungsi melindungi sel terhadap gangguan dari luar sel.
Ada beraneka ragam bentuk sel yang menyusun tubuh makhluk hidup. Setiap jenis sel tersebut memiliki fungsi yang berbeda, misalnya sel saraf mempunyai fungsi untuk menerima dan menghantarkan rangsangan, sel otot sebagai alat gerak aktif, dan sel darah berfungsi untuk mengangkut berbagai zat yang diperlukan oleh tubuh.

Jaringan, Organ, Sistem Organ, dan Organisme

Jaringan adalah sekelompok sel yang mempunyai bentuk dan fungsi yang sama. Jadi, jaringan hampir dimiliki oleh makhluk hidup bersel banyak (multisluler).

Pada tingkatan yang lebih tinggi dari jaringan, terdapat organ, sistem organ, dan organisme.

Jaringan

Organisme bersel satu hanya memiliki satu sel. Dalam tubuh organisme bersel banyak dalam tubuh akan terdapat kumpulan sel-sel. Kumpulan sel-sel tersebut terdiri dari berbagai macam bentuk yang mempunyai fungsi yang berbeda-beda.

Kumpulan sel atau sekelompok sel yang mempunyai bentuk dan fungsi yang sama disebut jaringan.

Kajian tentang jaringan dipelajari dalam histologi. Pada makhluk hidup terdapat berbagai macam jaringan, seperti jaringan saraf, jaringan otot, dan jaringan ikat.
a. Jaringan tumbuhan
Pada awal perkembangan tumbuhan, semua sel melakukan pembelahan diri. Namun, pada perkembangan lebih lanjut, pembelahan sel hanya terbatas pada jaringan yang bersifat embrionik. Jaringan yang bersifat embrionik yaitu jaringan meristem yang selalu membelah diri. Pada korteks batang terjadi pembelahan tetapi pembelahannya sangat terbatas. Sel meristem tumbuh dan mengalami spesialisasi membentuk berbagai macam jaringan. Jaringan yang terbentuk tidak mempunyai kemampuan untuk membelah diri lagi. Jaringan ini disebut jaringan dewasa.
1) Jaringan meristem
Sistem Organisasi Kehidupan-jaringan meristem
Gambar 5.2 jaringan meristem.
Sumber:http://www.kampus-info.com/2012/10/ciri-ciri-jaringan-meristem.html

Jaringan meristem adalah jaringan muda yang sel-selnya selalu membelah atau bersifat embrional. Berdasarkan asal usulnya, jaringan meristem dikelompokkan menjadi dua.
a) Jaringan meristem primer
Jaringan meristem primer merupakan meristem yang sel-selnya merupakan perkembangan langsung dari sel-sel embrional sehingga merupakan lanjutan dari pertumbuhan embrio. Pertumbuhan jaringan meristem primer disebut pertumbuhan primer.
b) Jaringan meristem sekunder
Jaringan meristem sekunder merupakan meristem yang berasal dari jaringan dewasa yang telah mengadakan diferensiasi. Pertumbuhan jaringan meristem sekunder disebut pertumbuhan sekunder. Kegiatan jaringan meristem menimbulkan pertambahan besar tubuh tumbuhan.

Berdasarkan posisi dalam tubuh tumbuhan, meristem dibedakan menjadi tiga.
a) Meristem apical terdapat di ujung pucuk utama, pucuk lateral, serta ujung akar.
b) Meristem interkalar terdapat di antara jaringan dewasa, contoh pada pangkal ruas suku rumput-rumputan.
c) Meristem lateral terletak sejajar dengan permukaan organ tempat ditemukannya. Contohnya kambium dan kambium gabus (felogen).

2) Jaringan dewasa
Jaringan dewasa adalah jaringan yang sudah berhenti membelah. Sifat-sifat jaringan dewasa antara lain sebagai berikut.
a) Tidak mempunyai aktivitas untuk memperbanyak diri.
b) Ukuran relatif besar dibanding sel meristem.
c) Memiliki vakuola yang besar.
d) Kadang-kadang selnya sudah mati.
e) Dinding sel telah mengalami penebalan.
f) Terdapat ruang antar sel.
Menurut asal meristemnya, jaringan dewasa dibedakan atas jaringan primer dan jaringan sekunder. Jaringan primer berasal dari meristem primer, sedangkan jaringan sekunder berasal dari meristem sekunder. Jaringan dewasa penyusun organ tumbuhan tingkat tinggi antara lain sebagai berikut.
a) Jaringan pelindung (epidermis)
Jaringan pelindung terdapat pada permukaan organ-organ tumbuhan primer seperti akar, batang, daun, buah, dan biji. Jaringan epidermis berfungsi melindungi bagian dalam tumbuhan dari pengaruh faktor luar yang merugikan pertumbuhannya.
b) Jaringan dasar (parenkim)
Jaringan ini terbentuk dari sel-sel hidup dengan struktur morfologi dan fisiologi yang bervariasi dan masih melakukan kegiatan proses fisiologis. Pada daun, parenkim merupakan mesofil daun yang kadang berdiferensiasi menjadi jaringan tiang dan jaringan bunga karang.
c) Jaringan penyokong (penguat)
Jaringan penyokong merupakan jaringan yang memberi kekuatan bagi tumbuhan. Berdasarkan bentuk dan sifatnya, jaringan penyokong dibedakan menjadi dua.
(1) Jaringan kolenkim
Jaringan kolenkim terdiri atas sel-sel yang bagian sudut dinding selnya mengalami penebalan selulosa dan sel-selnya hidup. Jaringan kolenkim terdapat pada organ-organ tumbuhan yang masih aktif mengadakan pertumbuhan dan perkembangan.
(2) Jaringan sklerenkim
Jaringan sklerenkim tersusun oleh sel-sel mati yang seluruh dindingnya mengalami penebalan sehingga memiliki sifat kuat. Jaringan sklerenkim hanya dijumpai pada bagian tumbuhan yang tidak lagi mengadakan pertumbuhan dan perkembangan. Jaringan sklerenkim terdiri atas serabut (serat-serat sklerenkim) dan sklereid (sel batu).
d) Jaringan pengangkut (vaskuler)
Jaringan pengangkut pada tumbuhan tingkat tinggi berupa xilem dan floem. Xilem terdiri atas trakea, trakeid, serta unsur lain seperti serabut xilem dan parenkim xilem.
e) Jaringan sekretoris
Jaringan sekretoris disebut juga kelenjar internal karena senyawa yang dihasilkan tidak keluar dari tubuh. Jaringan sekretoris dibagi menjadi sel kelenjar, saluran kelenjar, dan saluran getah.

Gambar 5.3 jaringan pengangkut.
Sumber:http://www.biologipedia.com/jaringanpengangkut-pada-tumbuhan-xilem-dan-floem.html

b. Jaringan hewan
Tubuh hewan tersusun atas berbagai jaringan, jaringan tersebut terusun atas sel-sel yang memiliki bentuk dan fungsi yang sama. Jaringan penyusun tubuh hewan dibagi menjadi empat macam.
1) Jaringan epitel
Jaringan epitel merupakan jaringan yang melapisi permukaan tubuh atau organ baik permukaan dalam maupun permukaan luar. Bentuk jaringan epitel yaitu pipih, kubus, dan silinder.
2) Jaringan otot
Jaringan otot merupakan jaringan yang tersusun atas sel-sel otot dan bersifat lentur. Jaringan otot adalah kumpulan sel otot yang berfungsi melakukan gerak pada berbagai bagian tubuh. Di dalamnya terdapat protein kontraktil yang mengakibatkan otot dapat berkontraksi. Bentuknya panjang dan mengandung serabut-serabut halus yang disebut miofibril. Jaringan otot dibedakan menjadi tiga macam, yaitu otot polos, otot lurik, dan otot jantung.
a) Otot polos
Otot polos tersusun atas sel-sel berbentuk kumparan halus, masing-masing dengan satu nucleus ditengah, berbentuk oval dan mempunyai fibril-fibril homogen. Sel-sel tersebut tersusun atas lapisan-lapisan yang diikat dengan jaringan ikat fibrosa. Otot polos terdapat pada dinding saluran pernapasan, saluran pencernaan, saluran darah, pembuluh getah bening,dan di kulit.
b) Otot lurik (otot rangka)
Otot lurik atau otot rangka atau disebut juga otot serat lintang. Jaringan otot lurik terdiri atas susunan serabut otot yang disebut fibril. Fibril tersusun atas miofibril. Sel otot berkumpul membentuk kumpulan sel, yang selanjutnya bersatu membentuk otot atau daging. Miofibril diselubungi oleh retikulum sarkoplasma. Serabut otot tersusun atas aktin dan miosin. Jenis otot ini bekerja di bawah pengaruh kesadaran, sehingga disebut otot volunter.

c) Otot jantung (miokardium)
Otot jantung terdiri atas serabut otot serat lintang, tetapi antara sel-sel yang berdampingan, membran selnya beranyaman membentuk percabangan. Hubungan percabangan semacam ini disebut cakram interkalar. Otot jantung disebut juga otot lurik involunter.

3) Jaringan saraf
Jaringan saraf dibentuk oleh sel-sel saraf atau neuron. Satu neuron dibentuk oleh badan sel, dendrit, dan akson. Dendrit berfungsi menerima rangsang dari neuron lain. Akson berfungsi meneruskan rangsang tersebut ke neuron berikutnya. Ujung neuron yang satu dengan ujung neuron lainnya saling berhubungan. Hubungan antara ujung-ujung neuron ini disebut sinapsis. Pada bagian-bagian tertentu dari akson, selaput mielin menggenting, disebut nodus ranvier. Adapun tiga macam jenis neuron, yaitu sebagai berikut.
a) Neuron sensorik meneruskan rangsang dari reseptor (indera) ke otak.
b) Neuron motorik meneruskan rangsang dari otak ke efektor (otot atau kelenjar).
c) Neuron konektor meneruskan rangsang antar neuron, umumnya berperan dalam gerak refleks (neuron ini sering juga disebut neuron ajustor atau interneuron).

4) Jaringan penguat atau penyokong
Jaringan penguat (penunjang) terdiri atas jaringan ikat, jaringan tulang, jaringan tulang rawan, serta jaringan darah dan getah bening yang merupakan jaringan ikat istimewa.
a) Jaringan ikat
Jaringan ikat yaitu jaringan yang tersusun atas sel-sel yang tidak begitu rapat dan di antaranya terdapat matriks atau zat sela. Bila matriksnya longgar, maka jaringan itu disebut jaringan ikat longgar. Sedangkan bila matriksnya rapat dan sedikit mempunyai lubang yang sempit, maka disebut jaringan ikat padat.
b) Jaringan tulang keras
Jaringan tulang keras tersusun atas sel-sel tulang atau osteon. Matriksnya banyak mengandung zat perekat kolaagen dan zat kapur (CaCO3) yang menyebabkan tulang menjadi keras.
c) Jaringan tulang rawan (kartilago)
Jaringan ini terdiri atas sel-sel yang banyak mengeluarkan matriks atau zat serta yang disebut kondrin. Jaringan tulang rawan pada anak berasal dari jaringan ikat embrional (mesenkim). Sedangkan tulang rawan pada orang dewasa dibentuk oleh selaput tulang rawan (perikondrium) yang banyak mengandung sel membentuk tulang rawan atau kondroblast.
d) Jaringan darah
Jaringan darah merupakan jaringan penyokong istimewa. Disebut demikian karena sifat dan kondisi darah berbeda dengan jaringan penyokong lainnya. Jaringan darah berupa cairan, dengan komponen utamanya sebagai berikut.
(1) Sel-sel darah atau bagian padat dari darah. Bagian ini terdiri atas sel-sel darah merah (eritrosit) dan sel darah putih (leukosit).
(2) Keping-keping darah (trombosit).
(3) Cairan darah atau plasma darah yang memiliki komponen utama air.

5) Jaringan limfa atau getah bening
Getah bening adalah bagian darah yang keluar dari pembuluh darah. Komponen utama dari jaringan getah bening adalah air, didalamnya terlarut glukosa, lemak, dan garam. Komponen selulernya berupa limfosit dan granulosit yang merupakan bagian dari sel darah putih.
Getah bening beredar ke seluruh tubuh melalui pembuluh getah bening yang berada paralel dekat pembuluh balik darah atau vena. Getah bening dapat keluar dari pembuluh getah membasahi rongga-rongga dan jaringan antar sel. Fungsi jaringan limfa adalah untuk mengangkut cairan jaringan, protein, lemak, garam mineral, dan zat-zat lain dari jaringan ke sistem pembuluh darah.

6) Jaringan lemak
Jaringan lemak terdiri atas sel-sel lemak yang berisi tetes-tetes lemak. Jaringan lemak terdiri atas sel-sel lemak, berbentuk bulat atau poligonal, dan berdinding sel yang tipis. Sel-selnya kaya akan rongga sel yang terisi tetes minyak. Jaringan ini terdapat di seluruh tubuh. Terutama di bagian bawah kulit sebagai bantalan, di sekitar alat-alat dalam, di sekitar persendian, dan di dalam sumsum tulang pipa. Fungsi jaringan lemak antara lain untuk menyimpan lemak, menyimpan cadangan makanan, mencegah dan melindungi hilangnya panas secara berlebihan.

Organ

Organ adalah kumpulan beberapa jaringan yang bekerjasama untuk melakukan tugas tertentu.

Organ tubuh pada manusia dan hewan tingkat tinggi jumlahnya cukup banyak dan masing-masing organ tersebut memiliki fungsi tertentu.
Contoh organ pada hewan antara lain sebagaiberikut.
a. Mata untuk melihat.
b. Jantung untuk memompa darah.
c. Telinga untuk mendengar.

Adapun organ pokok pada tumbuhan tinggi, antara lain sebagai berikut.
a. Akar untuk menyerap air dan garam mineral dari dalam tanah.
b. Batang untuk menegakkan tubuh tumbuhan.
c. Daun sebagai tempat berlangsungnya fotosintesis.

Sistem Organ

Di dalam tubuh, organ-organ akan bekerja sama satu dengan lainnya. Tanpa ada kerja sama dengan organ lain, proses dalam tubuh tidak akan terjadi. Sebagai contoh jantung berfungsi untuk mengedarkan darah, tak dapat berkerja tanpa adanya organ lain seperti pembuluh darah. Begitu juga sebaliknya, pembuluh tidak dapat berkerja tanpa adanya jantung.

Kumpulan organ-organ dengan sistem tertentu disebut sistem organ.

Sistem organ pada tumbuhan, antara lain adanya beberapa sistem yang dihubungkan dengan akar, batang, dan daun. Misalnya sistem pengangkutan, sistem pelindung, sistem penyokong dan lain sebagainya. Berikut sistem organ pada hewan dan manusia.

No. Sistem Organ Fungsi
1. Sistem Respirasi Menyerap gas oksigen masuk ke dalam paru-paru dan membuang gas karbondioksida dari darah.
2. Sistem Pencernaan Mencerna makanan dan menyerap zat makanan untuk diedarkan oleh darah.
3. Sistem Sirkulasi Mengedarkan zat makanan, oksigen, dan hormon ke seluruh tubuh, serta mengambil zat sisa hasil metabolisme organ ekskresi.
4. Sistem Reproduksi Menghasilkan keturunan dan hormon.
5. Sistem Urinaria Menyaring zat sisa dalam darah, memproduksi, dan membuang urine.
6. Sistem Ekskresi Membuang zat sisa hasil metabolisme di dalam sel tubuh.
7. Sistem Gerak Menggerakan tubuh.
8. Sistem Hormone Menghasilkan hormon untuk mengatur (menggiatkan dan menghambat) kerja organ tubuh.
9. Sistem Syaraf Mengatur (menggiatkan dan menghambat) kerja organ tubuh.
10. Sistem Koordinasi Mengatur kerja organ dan komunikasi internal sel.

Organisme

Organisme atau makhluk hidup merupakan tingkatan organisasi kehidupan yang paling tinggi. Organisme terjadi karena tubuh makhluk hidup tersusun dari berjuta-juta sel yang bekerja sama membentuk jaringan. Kumpulan jaringan bekerjasama membentuk organ dan organ-organ tersebut menyusun sistem organ sehingga akhirnya terbentuk organisme. Contoh organisme antara lain manusia, hewan,dan tumbuhan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*