Materi SMP K13 Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas 7 Semester 1 Bab 1 Flora dan Fauna Indonesia

Persebaran Flora dan Fauna di Indonesia

Persebaran Flora dan Fauna di Indonesia-BiarPintar.Com – Curah hujan yang cukup tinggi di daerah tropis mengakibatkan suburnya berbagai jenis tanaman. Oleh karena itu, daerah tropis dikenal sebagai kawasan hutan belukar yang bukan saja menyimpan berbagai potensi kekayaan alam, melainkan juga berperan sebagai paru­ paru dunia.
Keberadaan hutan tropis yang subur merupakan surga bagi aneka satwa, mulai dari berbagai jenis hewan melata, mamalia, aneka ragam serangga sampai pada jenis burung.

Mengenal Flora dan Fauna Indonesia

Flora dan fauna Indonesia (keanekaragaman hayati) sangat besar dan beragam. Bahkan, keanekaragaman hayati Indonesia termasuk tiga besar di dunia bersama­-sama dengan Brazil di Amerika Selatan dan Zaire di Afrika.
Fauna Indonesia dapat dikelompokkan menjadi tiga corak yang berbeda, yaitu fauna bagian barat, tengah, dan timur. Garis yang memisahkan fauna Indonesia bagian barat dan tengah dinamakan garis Wallace, sedangkan garis yang memisahkan fauna Indonesia bagian tengah dan timur dinamakan Garis Weber.
Fauna bagian barat memiliki ciri atau tipe seperti halnya fauna Asia, sehingga disebut tipe Asiatis (Asiatic). Fauna bagian timur memiliki ciri atau tipe yang mirip dengan fauna yang hidup di Benua Australia, sehingga disebut tipe Australis (Australic). Fauna bagian tengah merupakan fauna peralihan yang ciri atau tipenya berbeda dengan fauna Asiatis maupun Australis. Faunanya memiliki ciri tersendiri yang tidak ditemukan di tempat lainnya di Indonesia. Fauna tipe ini disebut fauna endemis. Keanekaragaman flora dan fauna Indonesia tentunya perlu kita syukuri dengan menjaga dan melestarikannya. Jika tidak, flora dan fauna tersebut akan terancam punah. Bangsa Indonesia tentu akan mengalami banyak kerugian karena flora dan fauna tersebut memiliki fungsi dan peran masing-­masing di alam. Di samping itu, manfaat bagi manusia juga akan hilang jika flora dan fauna tersebut punah.

Persebaran Flora dan Fauna di Indonesia

Persebaran flora dan fauna di Indonesia terbagi menjadi persebaran flora di Indonesia dan persebaran fauna di Indonesia dimana masing-masing terbagi menjadi tiga daerah persebaran yaitu Indonesia bagian barat, Indonesia bagian tengah, dan indonesia bagian timur.

Persebaran Flora di Indonesia

Persebaran flora di Indonesia dibagi menjadi tiga yaitu persebaran flora di Indonesia bagian barat, persebaran flora di Indonesia bagian tengah, dan persebaran flora di Indonesia bagian timur. Flora di Indonesia ternyata dapat dibedakan menjadi dua kelompok besar, yaitu Indo­ Malayan dan Indo­-Australian. Kelompok Indo­-Malayan meliputi kawasan Indonesia Barat. Pulau-­pulau yang masuk ke dalam kelompok ini adalah Sumatera, Kalimantan, Jawa, dan Bali. Kelompok Indo-­Australian meliputi tumbuhan yang ada kawasan Indonesia Timur. Pulau-­pulau yangtermasuk dalam kawasan ini adalah Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua.
Besarnya keanekaragaman hayati di Indonesia berkaitan erat dengan kondisi iklim dan kondisi fisik wilayah. Suhu dan curah hujan yang besar memungkinkan tumbuhnya beragam jenis tumbuhan. Mengapa demikian? Tumbuhan memerlukan air dan suhu yang sesuai. Makin banyak air tersedia makin banyak tumbuhan yang dapat tumbuh dan karena itu makin banyak hewan yang dapat hidup di daerah tersebut. Bukti dari pernyataan tersebut dapat kalian bandingkan antara daerah dengan curah hujan yang tinggi, seperti Indonesia dan daerah gurun yang curah hujannya sangat kecil. Keanekaragaman flora dan fauna Indonesia jauh lebih banyak dibandingkan dengan keanekaragaman flora dan fauna daerah gurun. Persebaran flora (dunia tumbuhan) di Indonesia juga terbagi menjadi tiga wilayah, yaitu bagian barat, timur, dan tengah atau peralihan. Setiap wilayah memiliki karakterisktik masing-­masing yang khas dan berbeda satu sama lainnya. Keadaan flora dan fauna yang dilindungi di Indonesia saat ini jumlahnya sudah makin menyusut karena adanya eksploitasi hutan yang dilakukan oleh manusia.

Flora di Indonesia Bagian Barat

Flora di wilayah Indonesia bagian barat didominasi oleh vegetasi hutan hujan tropis yang selalu basah. Hal ini karena pada kawasan ini memiliki curah hujan dan kelembapan yang cukup tinggi. Jenis­-jenis flora di kawasan ini memiliki kesamaan ciri dengan flora di Benua Asia pada umumnya. Apabila di Kalimantan terdapat 59 jenis flora endemik, maka di Paparan Sunda ini terdapat 10 jenis tumbuhan endemik yang hanya dapat tumbuh di daerah paparan Sunda saja. Wilayah Paparan Sunda meliputi pulau Kalimantan, Sumatera dan Jawa yang memiliki hutan hujan tropis terbesar dan terluas di dunia. Flora di Paparan Sunda terbagi menjadi tiga macam yaitu flora endemik seperti bunga bangkai atau raflesia arnoldi yang hanya terdapat di wilayah Bengkulu, Jambi, dan Sumatera Selatan serta bunga anggrek tien Suharto yang hanya ada di wilayah Sumatera Utara.
Selanjutnya flora khas paparan sunda adalah pada bagian pantai timur di dominasi hutan mangrove dan rawa gambut. Kemudian, flora di bagian pantai barat didominasi oleh meranti­ merantian, rawa gambut, kemuning, rotan dan hutan rawa air tawar.

Flora tipe Asia (Asiatis) memiliki ciri­-ciri, antara lain sebagai berikut:
a) Memiliki berbagai jenis tumbuhan kayu yang berharga, misalnya jati, meranti, kruing, mahoni, dan sejenisnya.
b) Selalu hijau sepanjang tahun.
c) Bersifat heterogen.
Selain itu, di wilayah Indonesia bagian barat juga terdapat tumbuhan endemik (hanya ada di daerah tersebut), yaitu Rafflesia Arnoldi di Sumatera. Wilayah Indonesia bagian barat juga banyak dijumpai kawasan hutan mangrove (hutan bakau), antara lain di pantai Timur Sumatera, pantai Barat dan Selatan Kalimantan, serta pantai Barat dan Utara Jawa.
Flora dan Fauna Indonesia img hutan mangrove
Gambar 1.26 Hutan mangrove
Sumber: http://4.bp.blogspot.com/­JZERPjS1h7U/VXK9jOzsM4I/AAAAAAAADNw/Sd4s72kVYqI/s640/ekositem%2 Bhutan%2Bmangrove.JPG

Flora di Indonesia Bagian Tengah

Seperti dengan namanya flora ini terletak di wilayah tengah atau peralihan dari wilayah timur dan barat. Wilayah yang termasuk di dalamnya adalah wilayah Pulau Sulawesi, Maluku dan Nusa Tenggara. Di Pulau Sulawesi setidaknya terdapat 4.222 jenis flora yang memiliki karakteristik yang hampir mirip dengan yang ada di Flipina, Maluku, Nusa Tenggara, dan Jawa. Flora dibagian peralihan ini jika terdapat di pantai akan mirip dengan yang ada di Papua namun untuk flora yang berada di gurun sangat mirip dengan yang ada di Kalimantan. Jenis flora endemik di wilayah ini adalah kayu eboni atau yang biasa dikenal dengan kayu besi di Pulau Sulawesi. Saat ini kayu eboni atau kayu besi masuk dalam jajaran flora yang dilindungi karena sudah terancam punah keberadaannya. Kualitas kayu yang kuat dan awet membuatnya memiliki harga mahal.
Daerah peralihan meliputi wilayah Pulau Sulawesi dan kepulauan di sekitarnya serta Kepulauan Nusa Tenggara. Di kawasan ini tidak kita jumpai adanya hutan yang lebat. Jenis hutan yang ada hanyalah hutan semusim atau hutan homogen yang tidak begitu lebat, bahkan di kawasan Nusa Tenggara kita hanya akan menjumpai adanya sabana dan stepa. Sabana adalah padang rumput yang luas dengan tumbuhan kayu di sana­-sini, sedangkan stepa adalah tanah kering yang hanya ditumbuhi semak belukar. Kondisi ini terjadi karena di wilayah Nusa Tenggara memiliki curah hujan yang relatif lebih sedikit bila dibandingkan pulau-­pulau lain di Indonesia. Jenis tumbuhan yang mendominasi di wilayah Indonesia bagian tengah, antara lain, jenis palma, cemara, dan pinus.
Flora dan Fauna Indonesia img cemara
Gambar 1.27 Pohon cemara
Sumber:https://2.bp.blogspot.com/­WfuA2TI44TE/U1d5LakXnlI/AAAAAAAAAZM/CTFYDshulwM/s1600/cemara.jpg

Flora di Indonesia Bagian Timur

Flora atau tumbuhan Dangkalan Sahul yang ada di wilayah Indonesia bagian timur atau dapat juga disebut dengan flora Australis. Mengapa disebut dengan flora Australis? Hal ini dikarenakan seperti yang sudah dibicarakan sebelumnya bahwa wilayah Indonesia bagian timur dahulu menyatu dengan Benua Australia, sehingga jenis floranya juga hampir sama. Wilayah flora Dangkalan Sahul meliputi daerah Pulau Papua dan beberapa pulau­-pulau kecil di sekitarnya. Flora di wilayah Indonesia bagian timur didominasi oleh hutan hujan tropis. Akan tetapi, jenis tumbuhannya berbeda dengan jenis tumbuhan di wilayah Indonesia bagian barat. Jenis flora di wilayah hutan hujan tropis bagian timur memiliki kesamaan dengan flora di kawasan Benua Australia, sehingga jenis floranya bersifat Australis. Salah satu flora ciri khas di kawasan Indonesia timur adalah anggrek. Selain itu, di Indonesia timur banyak terdapat tumbuhan sagu. Hutan di Dangkalan Sahul memiliki ciri­-ciri seperti sama dengan hutan Australia wilayah utara dengan beribu­-ribu jenis tumbuhan dengan daunnya yang lebat dan hijau, ketinggian pohon di wilayah ini dapat mencapai 50 meter tingginya. Oleh karena lebatnya daun pohon di hutan Dangkalan Sahul membuat sinar matahari tidak menembus tanah, sehingga kelembapan tinggi dan memiliki ciri­-ciri air tanah yang baik dan membuat tanah subur dengan organisme yang ada di dalamnya. Hal tersebut karena pula terdapat banyak tumbuhan merambat atau epifit.
Flora dan Fauna Indonesia img anggrek
Gambar 1.28 Anggrek
Sumber: https://www.thearoengbinangproject.com/wp­content/uploads/2009/07/anggrek­3.jpg

Persebaran Fauna di Indonesia

Persebaran fauna di Indonesia dibagi menjadi tiga yaitu persebaran fauna di Indonesia bagian barat, persebaran fauna di Indonesia bagian tengah, dan persebaran fauna di Indonesia bagian timur.
Keanekaragaman fauna di Indonesia secara langsung atau tidak langsung dipengaruhi oleh keadaan floranya. Luasnya wilayah dan sejarah geologi yang panjang menempatkan Indonesia sebagai negara yang memiliki kekayaan fauna yang patut dibanggakan. Berdasarkan penelitian, 17% jenis burung dunia, 16% jenis reptil dunia, dan 12% jenis mamalia dunia dapat dijumpai di Indonesia. Angka­-angka tersebut belum termasuk fauna endemik, diperkirakan 200 dari 515 jenis mamalia di Indonesia adalah jenis mamalia endemik, demikian pula 430 dari 1.519 jenis burung yang ada.
Kepulauan Indonesia memiliki sejarah geologis yang menarik. Hal ini berpengaruh terhadap persebaran faunanya. Laut yang memisahkan antar pulau membatasi hubungan antar fauna sejenis, sehingga mereka secara berangsur-­angsur berkembang dengan cara mereka masing­-masing sesuai dengan adaptasi mereka terhadap lingkungan setempat. Hal inilah salah satu faktor yang memunculkan keanekaragaman fauna di Indonesia. Secara garis besar, persebaran fauna diIndonesia dapat dibedakan menjadi fauna Indonesia bagian barat, fauna Indonesia bagian tengah,dan fauna Indonesia bagian timur.

Fauna Indonesia Bagian Barat

Flora dan Fauna Indonesia img badak bercula satu
Gambar 1.29 Badak bercula satu
Sumber:http://www.duniaq.com/success/wp­content/uploads/2016/01/Badak­Bercula­Satu.png

Fauna dengan persebaran di bagian Indonesia barat atau tipe Asiatis mencakup wilayah Sumatera, Jawa, Bali, dan Kalimantan. Dahulu pulau­-pulau tersebut merupakan satu daratan dengan Semenanjung Malaka (Benua Asia), sehingga flora dan faunanya dapat berkembang dan berpencar secara bebas. Ketika Sumatera, Kalimantan, dan Jawa terpisah dari Benua Asia, maka masing-­masing daerah tersebut membawa perwakilan jenis flora dan fauna yang sama. Oleh karena itu, jenis fauna di wilayah Indonesia bagian barat disebut juga dengan jenis fauna Asiatis.
Mamalia berukuran besar banyak ditemui di wilayah Indonesia ini seperti gajah, macan, tapir, badak bercula satu, banteng, kerbau, rusa, babi hutan, orang utan, monyet, bekantan, dan lain-­lain. Di samping persebaran mamalia, di wilayah Indonesia, ini banyak pula ditemui reptil,seperti ular, buaya, tokek, kadal, tokek, biawak, bunglon, kura­kura, dan trenggiling. Berbagai jenis persebaran burung yang dapat ditemui, seperti burung hantu, gagak, jalak, elang, merak, kutilang, dan berbagai macam unggas. Berbagai macam ikan air tawar seperti pesut(sejenis lumba-­lumba di Sungai Mahakam) dapat ditemui diwilayah Indonesia ini.

Fauna Indonesia Bagian Tengah


Gambar 1.30 Anoa
Sumber:http://4.bp.blogspot.com/­VAsBzvVjtvg/UCJR8zU0WuI/ AAAAAAAAAHg/CGw1XtCEZeA/w1200­h630­p­k­no­nu/anoa­ dataran­rendah1.jpg

Fauna dengan persebaran di bagian Indonesia Tengah merupakan tipe peralihan atau Austral Asiatic. Jenis fauna Indonesia tengah terdapat di Pulau Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara, dan beberapa pulau di sekitarnya. Fauna Indonesia bagian tengah ini merupakan fauna peralihan karena memiliki ciri khas tersendiri bila dibandingkan dengan fauna Indonesia bagian barat ataupun fauna Indonesia bagian timur.Perbedaan karakteristik fauna antara Indonesia bagian barat dengan Indonesia bagian tengah dibatasi dengan garis khayal yang dikenal dengan sebutan Garis Wallacea. Fauna yang menghuni wilayah Indonesia ini, antara lain babi rusa, anoa, ikan duyung, kuskus, monyet hitam, kuda, sapi, monyet saba, beruang, tarsius, sapi, dan banteng. Selain itu, terdapat pula reptil, amfibi, dan berbagai jenis burung. Reptil yang terdapat dipersebaran daerah Indone­ sia ini di antaranya biawak, komodo, buaya, serta ular. Berbagai macam fauna burung yang terdapat di wilayah Indonesia ini di antaranya maleo, burung dewata, mandar, raja udang, rangkong, dan kakatua nuri.

Fauna Indonesia Bagian Timur


Gambar 1.31 Burung cendrawasih khas Papua
Sumber: https://www.tentangindonesiaku.com/wp­ content/uploads/2016/10/1­7.jpg

Fauna Indonesia bagian timur adalah jenis fauna yang terdapat di Pulau Papua, Kepulauan Aru, dan beberapa pulau kecil disekitarnya. Dahulu pulau­-pulau tersebut merupakan satu kesatuan dengan Benua Australia, sehingga flora dan faunanya dapat berkembang dan berpencar secara bebas. Ketika Papua dan beberapa pulau lainnya terpisah dari Benua Australia, maka daerah-­daerah tersebut membawa perwakilan jenis flora dan fauna yang sama. Oleh karena itu, jenis fauna di wilayah Indonesia bagian Timur disebut juga dengan jenis fauna Australis.
Karakteristik fauna di wilayah Indonesia timur berbeda dengan karakteristik fauna di Indonesia bagian tengah. Perbedaan wilayah ini dibatasi oleh garis khayal yang dikenal dengan sebutan garis Webber. Beberapa ciri fauna Australis, antara lain memiliki jenis mamalia berukuran kecil, hanya memiliki satu jenis kera, terdapat jenis hewan berkantung, banyak terdapat jenis burung berbulu indah, tetapi memiliki sedikit jenis ikan air tawar. Beberapa jenis fauna endemik di wilayah Indonesia bagian Timur, antara lain burung cendrawasih dan burung kasuari.
Pembagian wilayah flora dan fauna oleh garis Wallace dan Webber tersebut didasarkan pada kesamaan sifat makhluk hidup dan sejarah geologi yang memengaruhi persebarannya. Apabila dipetakan,maka lintasan garis Wallace dan Webber akan tampak seperti berikut ini.

Gambar 1.32 Persebaran fauna Indonesia
Sumber: http://3.bp.blogspot.com/­SG54sT­d_qc/VSDVMWy6m4I/ AAAAAAAALaE/zq3cvyJoFUI/s1600/peta­persebaran­fauna­di­ indonesia.jpg

Meskipun 45% di wilayah Indonesia tercatat belum dihuni dan sebagian besar ditutupi oleh hutan tropis, populasi pertumbuhan Indonesia makin tinggi serta perkembangan industrialisasi Indonesia ini akan mempengaruhi keberadaan dari fauna secara perlahan. Setelah mempelajari persebaran dari berbagai macam fauna tadi, kita dapat menarik kesimpulan bahwa tipe dan jenis fauna masing­-masing daerah di negeri Indonesia tercinta kita ini memiliki keberagaman antara daerah Indonesia yang satu dengan yang lainnya sesuai persebaran wilayahnya yang telah dijelaskan di atas.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*