Materi SMP K13 Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas 7 Semester 1 Bab 1 Interaksi Antar Ruang

Interaksi Antar Ruang

Interaksi Antar Ruang-BiarPintar.Com – Alam Indonesia dikenal sangat indah dan kaya akan berbagai sumber daya alam. Tidak heran jika banyak wisatawan dari berbagai negara tertarik dan datang ke Indonesia. Kegiatan pariwisata pun berkembang di sejumah wilayah, seperti Bali, Yogyakarta, Lombok, dan lain­lain, sehingga mendatangkan keuntungan ekonomi yang tidak sedikit. Perihal tersebut menunjukkan adanya interaksi antar ruang. Pada pembelajaran kali ini kita akan membahasnya lebih mendalam.

Pengertian Interaksi Antar Ruang

Pengertian interaksi antar ruang adalah cara atau upaya dalam mengelola ruang-ruang yang ada dengan berdasar pada potensi dan permasalahan yang ada pada ruang tersebut dengan memperhatikan keterkaitan ruang tersebut dengan ruang lainnya baik secara fisik juga nonfisik atau dapat juga di didefinisikan sebagai suatu pergerakan orang, barang atau informasi dari suatu daerah ke daerah yang lain atau dari daerah asal menuju ke daerah tujuan.

Bentuk Interaksi Antar Ruang

Dengan mengacu pada pengertian di atas maka terdapat sejumlah bentuk dari interaksi antar ruang, antara lain sebagai berikut:

1. Mobilitas penduduk, yakni interaksi antar ruang yang bentuknya berupa perpindahan atau pergerakan manusia. Contoh mobilitas penduduk ini adalah urbanisasi, transmigrasi, emigrasi, imigrasi dan lain sebagainya.

2. Komunikasi, bentuk interaksi antar ruang yang melibatkan pertukaran informasi, gagasan atau pun ide. Bentuk interaksi ini biasanya dilakukan melalui perangkat tertentu seperti koran, majalah, televisi, radio, handphone dan lain sebagainya.

3. Transportasi, yakni interaksi antar ruang yang melibatkan perpindahan barang ataupun energi. Contohnya pengangkutan dan pengiriman barang , perdagangan, dan lain sebagainya.

Faktor yang Mempengaruhi Interaksi Antar Ruang

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi interaksi antar ruang dan menjadi penyebab interaksi antar ruang dapat terjadi. Beberapa faktor tersebut adalah: saling melengkapi (complementarity), kesempatan antara (intervening opportunity) dan keadaan dapat diserahkan/dipindahkan (transferability).
1. Saling Melengkapi (Complementarity)
Biasa disebut Regional Complementary ialah kondisi saling melengkapi yang terjadi apabila ada wilayah-wilayah yang berbeda komoditas yang dihasilkannya.
Misalnya:
Kabupaten Brebes terkenal sebagai daerah sentra penghasil bawang merah, sedangkan Kabupaten Klaten terkenal dengan daerah sentra penghasil beras super Rojolele yang terkenal enak dan pulen. Pada suatu kondisi terjadi dimana kabupaten Klaten kekurangan pasokan bawang merah sehingga membutuhkan bawang merah produksi Kabupaten Brebes dimana sedang terjadi surplus stok bawang merah, ataupun sebaliknya pada saat kabupaten Brebes membutuhkan pasokan beras super Rojolele, dimana stok beras di kabupaten Klaten sedang berlebih. Apabila masing-masing memiliki kelebihan (surplus), maka Kabupaten Brebes melakukan interaksi dengan wilayah Kabupaten Klaten dalam melalui aktivitas perdagangan atau jual beli.

2. Kesempatan Antara (Intervening Opportunity)
Adalah suatu lokasi yang menawarkan alternatif lebih baik sebagai tempat asal maupun tempat tujuan. Apabila seseorang akan membeli suatu produk, maka ia akan memperhatikan faktor jarak dan biaya untuk memperoleh produk tersebut.
Contohnya:
Pedagang lele dari Yogjakarta biasanya membeli lele dari kampong lele tulungagung, tetapi sejak ada kampung lele di Boyolali maka mereka lebih dekat membeli lele di Boyolali sehingga terjadi interaksi antara wilayah Yogyakarta dengan Boyolali.

3. Kemudahan Transfer (Transferability).
Pengangkutan barang atau juga orang memerlukan sebuah biaya, biasanya biaya yang dicari ialah biaya yang lebih rendah. Apabila biaya tersebut terlalu tinggi dibandingkan dengan keuntungannya, maka interaksi antar ruang tidak akan terjadi.
Kemudahan transfer dan biaya yang diperlukan juga sangat tergantung pada ketersediaan suatu infrastruktur (sarana dan prasarana) yang menghubungkan daerah asal dan tujuan.
Sebagai contoh:
Seorang pedagang akan menjual kambing dari wilayah Probolinggo menuju wilayah Purworejo, akan tetapi akses jalan menuju wilayah tersebut mengalami kerusakan, sehingga tidak bisa dilalui. Akibatnya, pedagang tersebut tidak jadi menjual kambing ke wilayah tujuan, sehingga interaksi antar ruang antara wilayah Probolinggo dan Purworejo tidak terjadi.

Dampak Interaksi Antar Ruang

Interaksi antar ruang kita sadari atau tidak memberikan dampak terhadap bidang kehidupan manusia. Dampak yang terjadi bisa berupa dampak positif maupun negatif.

Berikut beberapa dampak positif dan negatif interaksi antar ruang di beberapa bidang kehidupan manusia.
1. Dampak Interaksi Antar Ruang di Bidang Ekonomi
a. Dampak Positif
• Meningkatnya perdagangan dan sistem dalam perdangangan suatu daerah sehingga meningkatnya ekonomi suatu daerah.
• Terbentuknya kerja sama antar daerah melalui perdagangan.
• keuntungan semakin banyak diraih
• Mobilitas sosial semakin upgrade dan mengikuti perkembangan jaman.
• Kegitan-kegiatan sosial selalu aktif dengan berkembangnya organisasi dalam masyarakat.
• Kualitas sumber daya manusia semakin meningkat.
• Membangun pribadi penduduk yang aktif dan selalu berinteraksi.

b. Dampak Negatif
• Adanya ketergantungan suatu negara terhadap negara lain.
• Penggunaan teknologi tinggi dapat menimbulkan pengangguran.
• Adanya kompetensi tenaga kerja pun dapat menciptakan pengangguran.
• Pasar dalam negeri cenderung dikuasai produk asing
• Perusahaan dalam negeri yang tidak mampu bersaing akan mengalami kebangkrutan.
• Berubahnya pola konsumsi masyarakat yang meniru konsumsi negara yang lebih maju, yang umumnya berpola konsumtif.

2. Dampak Interaksi Antar Ruang di Bidang Pendidikan
a. Dampak Positif
• masyarakat semakin mudah mendapatkan pendidikan
• masyarakat semakin mudah mendapatkan akses pendidikan tidak hanya melalui bangku pendidikan formal (sekolah) tapi lewat media belajar elektronik (online) sebagai sumber ilmu dan pusat pendidikan.
• Munculnya metode-metode pembelajaran yang baru, yang memudahkan Siswa dan Guru dalam proses pembelajaran.

b. Dampak Negatif
• tidak meratanya kualitas dan fasilitas pendidikan antara sekolah di daerah yang satu dengan yang lain
• berbagai macam ilmu pengetahuan yang bebas di dunia maya dan mudah diakses memungkinkan terjadinya penyalahgunaan seperti untuk melakukan tindakan kriminal.

3. Dampak Interaksi Antar Ruang di Bidang Sosial Budaya
a. Dampak Positif
• adanya pergerakan manusia atau mobilitas penduduk dari desa ke kota.
• terjadinya perkawinan antar suku dengan budaya yang berbeda.
• meningkatnya wawasan warga desa/kota akibat terjalinnya pengaruh hubungan antara warga desa dengan warga kota.
• terjadinya perubahan tingkah laku masyarakat disuatu wilayah karena mendapatkan pengaruh budaya dari masyarakat yang ada diwilayah lainnya.
• produktifitas di desa semakin meningkat karena masuknya lebih banyak dari teknologi tepat guna
• peningkatan penduduk desa yang semakin meningkat.
• jumlah tenaga kerja yang melimpah karena penduduk desa cenderung mencari pekerjaan di desa
• ketersediaan kebutuhan pangan

b. Dampak Negatif
• terjadinya saling ketergantungan antara wilayah yang satu dengan yang lainnya.
• saling terjadi pertukaran budaya dan tradisi jika tidak difilter dengan baik dikhawatirkan dapat memberikan pengaruh yang kurang baik.
• modernisasi kota dapat melunturkan etika dan norma pedesaan
• pengurangan tenaga produktif pertanian karena warga desa lebih cendrung mencari pekerjaan di kota di bidang industri
• kepadatan penduduk di kota yang semakin meningkat.
• terbentuknya pemukiman kumuh karena penduduk yang berpendapatan rendah sulit untuk mendapatkan tempat bermukim

3. Dampak Interaksi Antar Ruang di Bidang Politik
a. Dampak Positif
• kerjasama antar negara jadi lebih cepat dan mudah
• menegakan nilai-nilai demokrasi
• memperluas dan meningkatkan hubungan dan kerja sama Internasional
• partisipasi aktif dalam percaturan politik untuk menuju perdamaian dunia.

b. Dampak Negatif
• timbulnya fanatisme rasial, etnis, dan agama dalam forum & organisasi
• timbulnya unjuk rasa yang semakin berani dan terkadang mengabaikan kepentingan umum
• adanya konspirasi internasional, yaitu pertentangan kekuasaan dan percaturan politik Internasional selalu mengarah kepada persekongkolan.

Contoh Interaksi Antar Ruang

Berikut merupakan beberapa contohnya:
• Kegiatan ekspor-impor Negara yang satu dengan Negara lainnya.
• pekerja dari luar Kalimantan misalnya, datang ke pulau tersebut untuk menjadi pekerja tambang.
• pertukaran informasi antara negara yang satu dengan negara lain melalui media televise dan internet.
• masyarakat di pegunungan berkunjung ke kawasan wisata pantai.
• masyarakat di pegunungan dan masyarakat di wilayah pesisir bertukar barang kebutuhan melalui jual beli.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*