Materi SMP K13 Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas 7 Semester 1 Bab 1 Keadaan Alam Indonesia

Keadaan Alam Indonesia dan Potensinya

Keadaan Alam Indonesia dan Potensinya-BiarPintar.Com – Indonesia terdiri dari belasan ribu pulau, baik yang berukuran besar maupun yang berukuran kecil. Jumlah pulau seluruhnya mencapai 16.056 buah. Luas wilayah Indonesia mencapai 5.180.053 km2, terdiri dari daratan seluas 1.922.570 km2 dan lautan seluas 3.257.483 km2. Hal tersebut berarti wilayah lautannya lebih luas jika dibandingkan wilayah daratannya.

Mengenal Keadaan Alam Indonesia

Keadaan alam Indonesia dapat dikelompokkan menjadi dua bagian, yaitu keadaan fisik wilayah serta keadaan flora dan fauna. Keadaan fisik wilayah terdiri atas keadaan iklim dan keadaan bentuk permukaan bumi (kondisi fisografis) yang kemudian akan menentukan jenis tanahnya. Sementara keadaan flora dan fauna menyangkut jenis keragaman dan sebarannya.

Masyarakat Indonesia tinggal dalam lingkungan yang beragam. Sebagian dari mereka tinggal di pegunungan dan sebagian lainnya tinggal di pantai yang datar atau di wilayah perbukitan. Keragaman tersebut memengaruhi kehidupan manusia. Manusia yang tinggal di pegunungan memiliki corak kehidupan yang berbeda dengan mereka yang tinggal di pantai. Demikian pula dengan orang yang tinggal di perbukitan dan lembah sungai. Masing­-masing menyesuaikan diri atau beradaptasi dengan lingkungan tempat tinggalnya.

Mengenal Potensi Alam Indonesia

Potensi alam di Indonesia merupakan keseluruhan kenampakan alam beserta sumber daya alam yang terkandung di dalam batas wilayah negara Indonesia.

Indonesia memiliki keanekaragaman sumber daya alam hayati yang berlimpah ruah, sehingga dikenal sebagai negara Mega biodiversity. Sebagian besar hutan yang ada di Indonesia adalah hutan hujan tropis, yang tidak saja mengandung kekayaan hayati flora yang beraneka ragam, tetapi juga termasuk ekosistem terkaya di dunia sehubungan dengan aneka kehidupan liarnya. Indonesia memiliki kawasan hutan hujan tropis yang terbesar di Asia ­Pasifik, yaitu diperkirakan 1.148.400 kilometer persegi. Hutan Indonesia termasuk yang paling kaya keanekaragaman hayati di dunia. Adapun bentuk-­bentuk potensi alam yang terdapat di Indonesia dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu sebagai berikut:

Wilayah Daratan

Negara Indonesia terbentuk dari ribuan pulau yang berjajar dari Sabang di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam sampai Merauke di Provinsi Papua Timur. Berdasarkan informasi Kementerian Dalam Negeri Tahun 2018 yang dipublikasikan dalam Buku Statistik Indonesia 2018, Indonesia memiliki 16.056 pulau pada 2017, yang terdiri dari lima pulau besar dan sisanya, yaitu pulau­pulau kecil. 7.870 pulau diantaranya telah mempunyai nama dan sisanya belum sempat diberi nama. Pulau merupakan daratan luas yang memiliki potensi ditinggali oleh manusia, hewan, maupun tumbuhan untuk melangsungkan kehidupannya. Antara pulau satu dengan pulau yang lain dihubungkan oleh laut atau sebuah selat.
Keadaan Alam Indonesia img wilayah daratan
Gambar 1.5 Wilayah daratan
Sumber: https://2.bp.blogspot.com/­licXUIIXyRw/V6raUXgYnKI/AAAAAAAAAG0/gYAXcwXl9UIvZ9PmoJJ93Z_clYL­QOpTACLcB/s1600/ shin_sekai_yori­20­rural_japan­setting­farmland­agriculture­sunflowers­river­canals­valley­mountains.jpg

Secara keseluruhan, wilayah daratan Indonesia memiliki tanah yang subur karena banyaknya gunung api di Indonesia. Abu vulkanik dari aktivitas gunung berapi dapat menjadikan tanah subur. Selain itu, alam Indonesia terkandung berbagai kekayaan alam lainnya seperti minyak bumi, gas alam, emas, tembaga, serta banyak mineral lainnya. Potensi alam daratan Indonesia dapat dibagi menjadi empat, yaitu sebagai berikut:

Dataran Rendah

Dataran rendah merupakan daratan yang memiliki ketinggian 0­ 200 meter di atas permukaan air laut. Dataran rendah biasanya berada dekat laut. Dataran rendah sering dimanfaatkan untuk pemukiman penduduk, pertanian, pertambangan, dan perdagangan. Tanaman yang cocok tumbuh di dataran rendah antara lain padi dan palawija. Dataran rendah di Indonesia banyak berkembang menjadi perkotaan dan pusat industri. Selain karena letaknya yang strategis di tepi laut, jalan­jalan di daerah dataran rendah, juga lebih mudah, tidak naik turun seperti di pegunungan. Dataran rendah merupakan daerah tempat untuk konsentrasi penduduk.

Hal tersebut karena daerah dataran rendah sangat cocok untuk pemukiman penduduk dengan pola konsentris. Aktivitas penduduk terdiri atas berbagai jenis, mulai dari pertanian, dan perikanan tambak. Bidang pertanian, perkebunan, dan perikanan dapat dikembangkan karena tersedianya air yang cukup. Selain itu, ditunjang faktor iklimnya untuk pertumbuhan tanaman dataran rendah. Bidang industri dan jasa di dataran rendah dapat berkembang secara optimal, karena adanya sarana dan prasarana yang menunjang seperti transportasi jalan raya dan jalan kereta api, pusat pertokoan, perdagangan, serta pendidikan. Terdapat beberapa alasan terjadinya aktivitas pertanian dan permukiman di daerah dataran rendah, yaitu sebagai berikut:
a) Di daerah dataran rendah, penduduk mudah melakukan pergerakan atau mobilitas dari satu tempat ke tempat lainnya.
b) Di daerah dataran, banyak dijumpai lahan subur karena biasanya berupa tanah alluvial atau hasil endapan sungai yang subur.
c) Dataran rendah dekat dengan pantai, sehingga banyak penduduk yang bekerja sebagai nelayan.
d) Memudahkan penduduk untuk berhubungan dengan dunia luar melalui jalur laut.

Selain memiliki aktivitas penduduk tertentu yang dominan berkembang, dataran rendah juga memiliki potensi bencana alam. Bencana alam yang berpotensi terjadi di dataran rendah, yaitu banjir, tsunami, dan gempa. Banjir di dataran rendah terjadi karena aliran air sungai yang tidak mampu lagi ditampung oleh alur sungai. Tidak mempunyai sungai untuk menampung aliran air dapat terjadi karena aliran air dari daerah hulu yang terlalu besar, pendangkalan sungai, penyempitan alur sungai, atau banyaknya sampah di sungai yang menghambat aliran sungai. Bencana banjir memiliki beberapa tanda yang dapat kita lihat.
Keadaan Alam Indonesia img banjir
Gambar 1.6 Banjir
Sumber:http://3.bp.blogspot.com/­TgygwDk6IZU/VV_2C4SKpGI/AAAAAAAAMfE/FtXjcrO3ODU/s1600/gambar%2Bbanjir %2B%252832%2529.jpg

Secara umum, tanda­tanda tersebut, antara lain sebagai berikut:
a) Terjadinya hujan dengan intensitas curah hujan yang tinggi tanpa disertai dengan proses infiltrasi/ penyerapan yang baik.
b) Air melebihi batas sungai, sehingga meluap dan menggenangi daerah sekitarnya.
c) Air yang jatuh ke permukaan tidak dapat mengalir dengan baik karena saluran drainase yang ada tidak berfungsi dengan baik, sehingga air tersumbat dan tidak dapat mengalir dengan baik.
d) Air tidak menyerap ke dalam tanah karena berkurangnya vegetasi sebagai penyerap atau penyimpan air.

Pantai merupakan bagian dari dataran rendah yang berbatasan dengan laut. Di daerah pantai, ancaman bencana yang mengancam penduduk adalah tsunami. Apa yang sebaiknya dilakukan untuk menghindari bahaya tsunami? Kalian sebaiknya menyiapkan diri terhadap kemungkinan terjadinya tsunami dengan memerhatikan hal­hal berikut.
a) Jika kalian tinggal di daerah pantai dan merasakan adanya gempa kuat yang disertai dengan suara ledakan di laut, sebaiknya kalian bersiap­siap untuk menghadapi kemungkinan terjadinya tsunami. Segera tinggalkan daratan pantai tempat kalian tinggal jika gempa kuat terjadi.
b) Jika kalian melihat air pantai mendadak surut sehingga dasar laut tampak jelas, segera jauhi pantai karena hal tersebut merupakan peringatan alam bahwa akan terjadi tsunami.
c) Tanda­tanda alam lainnya kadang terjadi seperti banyaknya ikan di pantai dan tiba­tiba banyak terdapat burung.
d) Sering kali gelombang tsunami yang kecil disusul oleh gelombang raksasa di belakangnya. Oleh karena itu, kalian harus waspada.
e) Lembaga pemerintah yang berwenang biasanya selalu memantau kemungkinan terjadinya tsunami. Oleh karena itu, jika belum ada pernyataan “keadaan aman”, kalian sebaiknya tetap menjauhi pantai. Potensi bencana yang juga mengancam daerah pantai adalah gempa. Sebenarnya tidak semua wilayah pantai di Indonesia berpotensi gempa. Pantai barat Sumatera, pantai selatan Jawa sampai Nusa Tenggara berpotensi gempa. Pantai di Pulau Kalimantan relatif aman dari gempa karena jauh dari pusat gempa. Wilayah lainnya, yaitu Sulawesi, Maluku, Papua, dan sejumlah pulau lainnya. Ancaman gempa juga dapat terjadi di daerah perbukitan dan pegunungan.

Dataran Tinggi

Keadaan Alam Indonesia img dataran tinggi
Gambar 1.7 Dataran tinggi
Sumber:http://2.bp.blogspot.com/­nvWdu6FPW­w/UCequvX­5BI/AAAAAAAAHTQ/YJOjRdYm5jg/s1600/dataran+tinggi+dieng+jateng.jpg

Dataran tinggi merupakan daratan luas yang berada pada ketinggian di atas 200 meter. Dataran tinggi sering dimanfaatkan untuk usaha perkebunan dan tempat wisata. Tanaman yang cocok untuk usaha perkebunan di dataran tinggi, antara lain teh, kopi, cengkih, dan sayuran. Dataran tinggi yang ada di Indonesia, antara lain Dataran Tinggi Dieng, DataranTinggi Alas, dan Dataran Tinggi Kerinci. Kegiatan ekonomi penduduk di dataran tinggi cenderung ke bidang pertanian lahan kering. Ladang pertanian yang dibudidayakan, yaitu hortikultura sayur­sayuran, buah­buahan, dan tanaman hias. Beberapa dataran tinggi di Indonesia berkembang menjadi pemusatan ekonomi penduduk, contohnya dataran tinggi Bandung. Selain itu, dataran tinggi juga menjadi daerah tujuan wisata karena udaranya yang sejuk dan pemandangan alamnya yang indah, contohnya Bandung dan Dieng.
Sebagian besar penduduk di lereng­ lereng gunung dan dataran tinggi memanfaatkan lahannya sebagai daerah pertanian. Jenis tanaman berupa sayur­sayuran. Meskipun demikian ada sebagian penduduk yang mempunyai mata pencarian sebagai pegawai swasta, pegawai negeri, dan pedagang. Pada wilayah dataran tinggi, suhu udara jauh lebih dingin jika dibandingkan dengan dataran rendah maupun daerah pantai. Tingkat kelembapan udara dan curah hujan yang berlangsung juga cukup tinggi. Pola permukiman penduduk sangat dipengaruhi oleh kondisi topografi dan tingkat kesuburan tanah. Pola pemukiman penduduk di daerah dataran tinggi biasanya menyebar mengikuti lereng dan mengelompok di daerahyang mempunyai lahan subur dan relatif datar.

Gunung dan Pegunungan

Bagian permukaan bumi yang menjulang lebih tinggi jika dibandingkan dengan daerah sekitarnya disebut gunung. Pegunungan merupakan bagian dari daratan yang merupakan kawasan yang terdiri dari deretan gunung­ gunung yang ketinggiannya lebih dari 600 m dari permukaan laut.
Gunung dan pegunungan banyak terdapat di Indonesia. Sebagian gunung tersebut merupakan gunung berapi. Selain dapat membawa bencana, gunung api juga membawa manfaat, yaitu material yang dapat memberikan kesuburan bagi wilayah di sekitarnya. Lahan yang sangat subur untuk kegiatan pertanian menjadi salah satu alasan bagi penduduk untuk tinggal di wilayah sekitar gunung berapi.
Penduduk yang tinggal di gunung atau pegunungan memanfaatkan lahan yang terbatas untuk pertanian. Komoditas yang dikembangkan biasanya sayuran dan buah­buahan. Sebagian penduduk memanfaatkan lahan yang miring dengan menanam beberapa jenis kayu untuk dijual.
Keadaan Alam Indonesia img pegunungan
Gambar 1.8 Pegunungan
Sumber:http://2.bp.blogspot.com/­QyAhIAawesU/Tywo1kJWNPI/AAAAAAAAFVk/6joyUjywscs/s1600/World_New_Zeland_ Taranaki_Mountain_007644_.jpg

Bukit dan Perbukitan

Bukit merupakan bagian permukaan bumi yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan daerah sekitarnya. Bukit tidak tampak curam seperti halnya gunung. Kumpulan dari sejumlah bukit pada suatu wilayah tertentu disebut perbukitan. Aktivitas pemukiman di daerah perbukitan tidak seperti aktivitas pemukiman di dataran rendah. Pemukiman tersebar di daerah­daerah tertentu atau terbentuk kelompok­ kelompok kecil dengan dimanfaatkan lahan datar yang luasnya terbatas di antara perbukitan. Pemukiman umumnya dibangun di kaki atau lembah perbukitan karena biasanya di tempat tersebut ditemukan sumber air berupa mata air atau sungai.
Aktivitas pertanian biasanya memanfaatkan lahan­lahan dengan kemiringan tertentu melalui teknik sengkedan atau terasering, dan pada umumnya pertanian lahan kering. Tanaman yang ditanam umumnya, yaitu umbi­umbian atau palawija dan tanaman tahunan (kayu dan buah­ buahan). Daerah perbukitan sulit berkembang menjadi pusat aktivitas perekonomian karena mobilitas manusia tidak semudah di daerah dataran. Akan tetapi, di daerah perbukitan dapat dikembangkan.
Keadaan Alam Indonesia img perbukitan
Gambar 1.9 Perbukitan
Sumber:https://gofotografer.com/wp­content/uploads/2013/04/Cangar2.jpg

Wilayah Perairan

Wilayah perairan di bumi ini lebih luas jika dibandingkan dengan daratan. Sekitar dua pertiga wilayah bumi terdiri dari perairan. Begitu juga wilayah di Indonesia yang banyak terdiri dari lautan. Pulau­pulau di Indonesia dikelilingi oleh lautan. Berikut merupakan bentuk­bentuk wilayah perairan di Indonesia.

Lautan

Lautan merupakan perairan yang sangat luas dan dalam. Kedalamannya mencapai 1.000 meter. Sedangkan tepi laut antara 0 meter sampai 200 meter. Dua pertiga wilayah Indonesia merupakan lautan. Air laut rasanya asin karena banyak mengandung garam. Oleh karena itu, laut dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian garam. Selain itu, laut juga
dimanfaatkan untuk kegiatan perikanan, yang menghasilkan macam­macam jenis ikan dan hewan laut lainnya. Laut di Indonesia juga merupakan daya tarik wisatawan asing maupun dalam negeri, sehingga dimanfaatkan pula untuk kegiatan pariwisata. Kekayaan bawah laut Indonesia sangat mempesona, sehingga menarik banyak orang untuk menikmatinya secara langsung dengan cara menyelam ke dalam laut. Secara umum, dapat dituliskan bahwa laut memiliki beberapa manfaat untuk kehidupan manusia, antara lain laut penyumbang terjadinya hujan dan pengatur iklim, air laut diolah menjadi garam, contohnya di Sumenep Madura, dari dalam laut kita memperoleh berjenis­jenis ikan, kerang, dan rumput laut yang dapat diolah menjadi makanan dan obat­ obatan, serta laut juga dimanfaatkan untuk olahraga air, jalur transportasi, dan lain sebagainya. Contoh laut diIndonesia, antara lain Laut Jawa, Laut Banda, Laut Buru, dan Laut Flores.

Gambar 1.10 Laut flores
Sumber: https://sgimage.detik.net.id/customthumb/2012/06/21/1026/img_20120621102845_ 4fe294ed4b263.jpg?w=600&q=90

Berikut merupakan beberapa bagian dari laut.
a) Selat
Selat disebut juga terusan. Selat merupakan lautan sempit yang terletak diantara dua buah pulau. Selat tersebut menghubungkan pulau satu dengan pulau yang lainnya, atau dapat juga menghubungkan dua perairan. Indonesia adalah negara yang memiliki banyak pulau, sehingga Indonesia memiliki banyak selat sebagai penghubung antar pulaunya.
b) Teluk
Teluk merupakan tubuh perairan yang menjorok ke daratan dan dibatasi oleh daratan pada ketiga sisinya. Oleh karena letaknya yang strategis, teluk banyak dimanfaatkan sebagai pelabuhan. Teluk merupakan kebalikan dari tanjung dan biasanya keduanya dapat ditemukan pada suatu garis pantai yang sama. Contoh tanjung, yaitu Tanjung Sorong di Papua Barat dan Tanjung Kawang­weleng di Jawa.

Sungai


Gambar 1.11 Sungai Kapuas
Sumber:https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/b/b3/Kapuas_River.jpg/240px­Kapuas_River.jpg

Sungai merupakan aliran air yang mengalir di daratan yang memiliki kedalaman tertentu, tetapi tidak lebih dalam dari laut. Aliran sungai mengalir dari hulu sungai menuju hilir. Air sungai terdiri dari bermacam­macam air, ada mata air tanah, air hujan, aliran air dari sanitasi penduduk, dan campuran dari berbagai macam air.

Sungai memiliki berbagai macam manfaat, antara lain sebagai berikut:
a) Sebagai transportasi dan kegiatan ekonomi
Jumlah sungai di Kalimantan sangat banyak. Sungai digunakan sebagai sarana transportasi manusia dan barang. Jika air sungai surut, maka distribusi sembako dan kebutuhan hidup lainnya akan ikut terhambat. Sungai sebagai urat nadi perekonomian dapat dilihat contohnya pada kegiatan pasar terapung di Kalimantan. Penjual dan pembeli bertemu dan melakukan transaksi menggunakan sampan masing­masing dengan menyusuri sungai.
b) Sebagai sumber mata air
Salah satu fungsi sungai, yaitu untuk cadangan air bersih yang digunakan untuk sumber hidup manusia. Dahulu, manusia menggunakan air sungai untuk mandi, mencuci, makan, minum, dan lain sebagainya. Manusia modern sekarang juga masih banyak yang menggunakan air sungai untuk keperluan tersebut, namun airnya harus terlebih dahulu dibersihkan/ disterilisasi dahulu sebelum dikonsumsi.
c) Sebagai irigasi pertanian
Fungsi sungai yang lain, yaitu untuk pengairan sawah atau perkebunan. Sekarang, telah banyak dibangun parit­parit kecil untuk mengalirkan air sungai ke sawah/ kebun atau menggunakan tenaga diesel untuk menyedot dan mengalirkan airnya. Bahkan, sekarang banyak terdapat organisasi yang diadakan guna melakukan pembagian air yang adil agar sawah masing­masing anggota dapat tercukupi air. Misalnya sistem pengairan di Bali, yaitu subak.

Gambar 1.12 Irigasi sungai
Sumber:http://brebesnews.co/wp­content/uploads/2017/02/irigasi_bekri.gif

d) Budidaya ikan dengan karamba
Sungai menyediakan cadangan air yang banyak tanpa pernah surut walaupun di musim kemarau. Sungai merupakan habitat hidup yang paling baik bagi ikan­ikan air tawar, sehingga banyak orang memanfaatkan aliran sungai untuk budidaya ikan dengan membuat karamba. Karamba adalah kotak yang terbuat dari kayu atau bambu yang dibenamkan di sungai yang di bagian bawahnya diberi jaring agar ikan­ikan yang ada di kotak tersebut tidak hanyut terbawa air sungai.
e) Objek wisata
Sungai yang terawatt dengan baik, di tepiannya ditanami pohon­ pohon agar tetap rimbun dan diberi arena bermain seperti di pusat rekreasi dapat dijadikan tempat rekreasi. Selain itu, sungai dapat dijadikan sebagai tempat olahraga yang nyaman karena udaranya yang sejuk. Contoh sungai yang dijadikan tempat rekreasi, yaitu sungai Bantimurung di Maros, Sulawesi Selatan.
f) PLTA
Sungai dapat digunakan sebagai pembangkit tenaga listrik jika debit air yang mengalir cukup besar. Hanya aliran air yang deras yang mampu menggerakkan kincir raksasa yang nantinya akan diolah oleh generator menjadi sumber listrik yang besar pula. Contoh PLTA ini berada di Asahan Sumatera Utara yang memanfaatkan aliran air sungai Asahan.

Gambar 1.13 PLTA sungai
Sumber: http://datariau.com/photo/berita/dir112016/9205_Permukaan­Air­Waduk­PLTA­Naik­­Warga­di­Sekitar­Sungai­Kampar­Mulai­Resah­Dilanda­Banjir­­ .jpg

Danau

Danau merupakan sejumlah air tawar atau asin yang terakumulasi di suatu tempat cekungan yang cukup luas, yang dapat terjadi karena mencairnya gletser, aliran sungai, atau adanya mata air yang dikelilingi oleh daratan. Menurut asal terbentuknya, secara alami danau dibedakan sebagai berikut:
a) Danau tektonik, yaitu danau yang terbentuk akibat penurunan muka bumi karena pergeseran/ patahan lempengan bumi.
b) Danau vulkanik, yaitu danau yang terbentuk akibat aktivitas vulkanisme/ gunung berapi.
c) Danau tekto vulkanik, yaitu danau yang terbentuk akibat percampuran aktivitas tektonisme dan vulkanisme.
d) Danau bendungan alami, yaitu danau yang terbentuk akibat lembah sungai terbendung oleh aliran lava saat erupsi terjadi.
e) Danau karst, yaitu danau yang terbentuk akibat pelarutan tanah kapur.
f) Danau glasial, yaitu danau yang terbentuk akibat mencairnya es/ keringnya daerah es yang kemudian terisi air.
g) Danau buatan, yaitu danau yang terbentuk akibat aktivitas manusia.

Gambar 1.14 Danau Toba
Sumber:www.jamandoeloe.com

Danau buatan sering diidentikkan dengan waduk. Waduk atau reservoir merupakan danau alam atau danau buatan, kolam penyimpan atau pembendungan sungai yang bertujuan untuk menyimpan air. Waduk dapat dibangun di lembah sungai pada saat pembangunan sebuah bendungan atau penggalian tanah atau teknik konstruksi konvensional seperti pembuatan tembok atau menuang beton. Istilah ‘reservoir’ dapat juga digunakan untuk menjelaskan penyimpanan air di dalam tanah seperti sumber air di bawah sumur minyak atau sumur air.

Wilayah Udara

Wilayah udara pada suatu negara, yaitu wilayah yang berada di atas negara tersebut. Negara dapat memanfaatkan wilayah udaranya untuk kebutuhan negaranya. Negara lain tidak boleh sembarangan masuk ke wilayah udara suatu negara. Jika hendak mengambil manfaat harus dengan seizin negara yang bersangkutan. Indonesia memiliki wilayah udara yang cukup luas. Dengan wilayah udara ini, kalian dapat memanfaatkannya untuk sarana lalu lintas udara, sebagai sarana komunikasi dan olah raga udara. Pada wilayah udara ini juga terdapat sinar matahari yang juga merupakan sumber daya alam. Sinar matahari sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia. Tidak semua wilayah di dunia ini terdapat sinar matahari sepanjang tahun.

Info
El Nino adalah suatu gejala penyimpangan kondisi laut yang ditandai dengan meningkatnya suhu permukaan laut (Sea Surface Temperature (SST)) di Samudera Pasifik sekitar ekuator (equatorial pacific) khususnya di bagian tengah dan timur (sekitar pantai Peru). Lautan dan atmosfer merupakan dua sistem yang saling terhubung. Maka, kondisi laut ini yang menyimpang menyebabkan terjadinya berubahnya kondisi di atmosfer yang pada akhirnya berakibat pada terjadinya penyimpangan iklim.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*