Materi SMP K13 Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas 7 Semester 1 Bab 1 Kondisi Iklim Indonesia

Iklim di Indonesia

Iklim di Indonesia-BiarPintar.Com – Bagian terpenting dari negara Indonesia ditentukan oleh batas rantai hujan garis khatulistiwa. Hal tersebut merupakan karakter sebuah iklim tropis. Posisi georafis menjadikan Indonesia sebagai sebuah kepulauan yang sebagian pulau kecilnya dikelilingi oleh lautan. Hal tersebut juga memungkinkan sebuah sirkulasi udara yang aktif. Hasilnya, iklim yang ada tidak terlalu berbeda dengan daerah khatulistiwa lainnya di samudera-­samudera lainnya di seluruh dunia. Hujan melimpah, serta temperature dan kelembapan yang tinggi menjadi iklim rata­-rata daerah Indonesia. Rata­-rata temperatur terendah adalah 18 derajat Celcius.

Di Indonesia hanya berlaku dua musim cuaca, yaitu musim kering dan basah, atau disebut juga musim hujan. Di sebagian daerah, musim hujan turun dari bulan Desember hingga Maret, sedangkan musim kering dari bulan Mei hingga Oktober, dengan periode transisi yang dikarakteristikkan oleh pergantian angin dan cuaca yang berubah­-ubah pada bulan-­bulan Maret hingga Mei dan September hingga November. Periode transisi di antara dua musim tersebut menjadikan silih bergantinya hari dengan sinar matahari penuh dan hujan-­hujan selingan. Bahkan, pada pertengahan musim hujan temperatur berkisar 21oC (70oF) hingga 33oC (90oF), kecuali daerah yang berada di lintang atas bisa lebih dingin. Hujan terlebat menurut catatan terjadi pada bulanDesember dan Januari setiap tahunnya.

Iklim di Indonesia (Karakteristik Iklim di Indonesia)

Kondisi iklim di permukaan bumi bervariasi. Kawasan Asia pada umumnya dan khususnya Iklim di Indonesia memiliki empat karakteristik iklim dasar, yaitu sebagai berikut:
1) Suhu rata­-rata tahunan yang tinggi akibat letak astronomis.
2) Memiliki dua musim, yaitu musim hujan dan musim kemarau akibat angin muson.
3) Kelembaban udara tinggi.
4) Bebas dari serangan angin taifun.

Faktor yang Memengaruhi Kondisi Iklim di Indonesia

Iklim di Indonesia dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya, sebagai berikut:

Perairan laut

Indonesia merupakan wilayah kepulauan yang memiliki laut yang luas sehingga mengakibatkan terbentuknya pola iklim laut.

Topografi Wilayah

Indonesia memiliki ketinggian yang bervariasi mulai dari dataran rendah, dataran tinggi dan pegunungan yang memiliki suhu udara yang berbeda sehingga membentuk iklim vertikal dari dataran rendah ke atas, yaitu iklim panas, sedang, sejuk, dan dingin.

Letak astronomis

Secara astronomis Indonesia berada antara 6o LU­ 11o LS dan 95o BT­ 141o BT, yang merupakan lintang rendah dan bersifat iklim tropis.

Letak geografis

Secara geografis Indonesia berada diantara benua Asia dan Australia sehingga menjadi perlintasan arah angin yang berganti arah setiap enam bulan sekali. Pergantian arah angin musim itu menyebabkan terjadinya musim kemarau dan musim hujan.

Jenis Iklim di Indonesia

Jenis Iklim di Indonesia hampir seluruhnya tropis. Seragam air hangat yang membentuk 81% dari daerah di Indonesia memastikan bahwa suhu di darat tetap cukup konstan, dengan dataran pantai rata­-rata 28°C, daerah pedalaman dan gunung rata-rata 26°C, dan daerah pegunungan yang lebih tinggi, 23°C. Suhu bervariasi sedikit dari musim ke musim, dan Indonesia relatif mengalami sedikit perubahan pada panjang siang hari dari satu musim ke musim berikutnya, perbedaan antara hari terpanjang dan terpendek hari tahun ini hanya empat puluh delapan menit. Hal tersebut memungkinkan tanaman dapat tumbuh sepanjang tahun. Variabel utama iklim di Indonesia bukanlah suhu atau tekanan udara, namun curah hujan. Daerah itu kelembaban relatif berkisar antara 70 dan 90%. Angin yang moderat dan umumnya dapat diprediksi, dengan musim hujan biasanya bertiup dari selatan dan timur pada bulan Juni hingga September dan dari barat laut pada bulan Desember sampai Maret. Topan dan badai skala besar menimbulkan bahaya sedikit untuk pelaut di perairan Indonesia; bahaya besar berasal dari arus deras di saluran, seperti Lombok dan Sape selat.

Secara umum, pembagian iklim di Indonesia dipengaruhi oleh tiga jenis iklim di Indonesia, yaitu iklim musim, iklim laut, dan iklim panas. Gambaran tentang ketiga jenis iklim tersebut antara lain seperti berikut.

Iklim Musim (Iklim Monsun)

Iklim musim (iklim monsun) atau iklim jenis ini sangat dipengaruhi oleh angin musiman yang berubah­-ubah setiap periode tertentu. Biasanya satu periode perubahan angin monsun adalah enam bulan. Iklim musim terdiri dari dua jenis, yaitu angin musim barat daya (monsun barat) dan angin musim timur laut (monsun timur). Angin monsun barat bertiup sekitar bulan Oktober hingga Maret yang basah, sehingga membawa musim hujan/ penghujan. Angin monsun timur bertiup sekitar bulan April hingga bulan September yang sifatnya kering sehingga mengakibatkan wilayah Indonesia mengalami musim kering/ kemarau. Angin musim di Indonesia terdiri atas Musim Barat Daya dan Angin Musim Timur Laut.

a) Angin musim barat daya.
Angin Musim Barat Daya adalah angin yang bertiup antara bulan Oktober sampai April sifatnya basah.Pada bulan­-bulan tersebut, Indonesia mengalami musim penghujan.
b) Angin musim timur laut.
Angin Musim Timur Laut adalah angin yang bertiup antara bulan April sampai Oktober, sifatnya kering. Akibatnya, pada bulan­ bulan tersebut, Indonesia mengalami musim kemarau.

Iklim Tropika (Iklim Panas)

Wilayah yang berada di sekitar garis khatulistiwa otomatis akan mengalami iklim tropis yang bersifat panas dan hanya memiliki dua musim, yaitu musim kemarau dan musim hujan. Pada umumnya, wilayah Asia Tenggara memiliki iklim tropis, sedangkan negara Eropa dan Amerika Utara mengalami iklim subtropis. Iklim tropis bersifat panas, sehingga wilayah Indonesia panas yang mengundang banyak curah hujan.
Indonesia terletak di sekitar garis khatulistiwa. Keadaan cuaca di Indonesia rata-­rata panas yang mengakibatkan negara Indonesia beriklim tropika (panas), Iklim ini berakibat banyak hujan yang disebut hujan naik tropika. Dalam klasifikasi iklim Köppen itu adalah non kering iklim di mana semua dua belas bulan memiliki temperatur rata­-rata di atas 18°C(64°F). Berbeda dengan ekstra tropis, di mana terdapat variasi kuat dalam panjang hari, dan karenanya suhu, dengan musim, suhu tropis tetap relatif konstan sepanjang tahun dan variasi musiman yang didominasi oleh presipitasi. Iklim tropis terletak antara 0°-23 1/2° LU/LS dan hampir 40 % dari permukaan bumi.

Ciri­-ciri iklim tropis, antara lain sebagai berikut:
a) Suhu udara rata­-rata tinggi, karena matahari selalu vertikal. Umumnya suhu udara antara 20­-23°C. Bahkan dibeberapa tempat rata­-rata suhu tahunannya mencapai 30°C.
b) Amplitudo suhu rata-­rata tahunan kecil. Di khatulistiwa antara 1-5°C, sedangkan ampitudo hariannya lebih besar.
c) Tekanan udaranya rendah dan perubahannya secara perlahan dan beraturan.
d) Hujan banyak dan lebih banyak dari daerah­-daerah lain di dunia.

Iklim laut

Negara Indonesia adalah negara kepulauan. Sebagian besar tanah daratan Indonesia dikelilingi oleh laut atau samudera. Itulah sebabnya diIndonesia terdapat iklim laut. Sifat iklim ini lembab dan banyak mendatangkan hujan. Iklim laut berada di daerah (1) tropis dan sub tropis; dan (2) daerah sedang. Keadaan iklim di kedua daerah tersebut sangat berbeda.

Ciri iklim laut di daerah tropis dan sub tropis sampai garis lintang 40°, antara lain sebagai berikut:
a) Suhu rata-­rata tahunan rendah.
b) Amplitudo suhu harian rendah/ kecil.
c) Banyak awan.
d) Sering hujan lebat disertai badai.

Ciri­-ciri iklim laut di daerah sedang, yaitu sebagai berikut:
a) Amplituda suhu harian dan tahunan kecil.
b) Banyak awan.
c) Banyak hujan di musim dingin dan umumnya hujan rintik­-rintik.
d) Pergantian antara musim panas dan dingin terjadi tidak mendadak dan tiba­-tiba.

Unsur Iklim Indonesia

Adapun unsur-­unsur yang memengaruhi iklim di Indonesia dapat dijelaskan sebagai berikut:

Penyinaran Matahari

Matahari merupakan pengatur iklim di bumi yang sangat penting dan menjadi sumber energi utama di bumi. Energi matahari dipancarkan ke segala arah dalam bentuk gelombang elektromagnetik. Penyinaran matahari ke Bumi dipengaruhi oleh kondisi awan dan perbedaan sudut datang sinar matahari.
Matahari merupakan sumber panas. Pemanasan udara dapat terjadi melalui dua proses pemanasan, yaitu pemanasan langsung dan pemanasan tidak langsung.
Kondisi Iklim Indonesia img penyinaran matahari
Gambar 1.15 Penyinaran matahari
Sumber: https://raynand.files.wordpress.com/2010/02/gbr4pengaruhatmosfer.jpg

a) Pemanasan secara langsung
Pemanasan secara langsung dapat terjadi melalui beberapa proses sebagai berikut:
(1) Proses absorbs merupakan penyerapan unsur­-unsur radiasi matahari, misalnya sinar gama, sinar ­X dan ultraviolet. Unsur-­unsur yang menyerap radiasi matahari tersebut, yaitu oksigen, nitrogen, ozon, hidrogen dan debu.
(2) Proses refleksi merupakan pemanasan matahari terhadap udara tetapi dipantulkan kembali ke angkasa oleh butir-­butir air (H2O), awan, dan partikel­-partikel lain di atmosfer.
(3) Proses difusi, yaitu sinar matahari mengalami difusi berupa sinar gelombang pendek biru dan, lembayung berhamburan ke segala arah. Proses ini menyebabkan langit berwarna biru.

b)Pemanasan tidak langsung
Pemanasan tidak langsung dapat terjadi dengan cara­-cara sebagai berikut:
(1) Konduksi merupakan pemberian panas oleh matahari pada lapisan udara bagian bawah kemudian lapisan udara tersebut memberikan panas pada lapisan udara di atasnya. Molekul udara yang sudah panas memengaruhi molekul udara yang belum panas sehingga menjadi sama­-sama panas.
(2) Konveksi merupakan pemberian panas oleh gerak udara vertikal ke atas. Penyebaran panas ini terjadi akibat gerakan udara secara vertikal, sehingga udara di atasnya yang belum panas akan menjadi panas karena pengaruh udara di bawahnya yang sudah panas.
(3) Adveksi merupakan pemberian panas oleh gerak udara yang horizontal. Penyebaran panas ini terjadi karena gerakan udara panas secara horizontal dan menyebabkan udara di sekitarnya menjadi panas.
(4) Turbulensi merupakan pemberian panas oleh gerak udara yang tidak teratur dan berputar-­putar ke atas tetapi ada sebagian panas yang dipantulkan kembali ke atmosfer.

Suhu Udara

Suhu udara adalah keadaan panas atau dinginnya udara yang sifatnya menyebar dan berbeda­-beda pada daerah tertentu. Persebaran secara horizontal menunjukkan suhu udara tertinggi terdapat di daerah tropis garis ekuator (garis khayal yang membagi bumi menjadi bagian utara dan selatan) dan semakin ke arah kutub suhu udara semakin dingin. Sedang persebaran secara vertikal menunjukkan bahwa semakin tinggi tempat, maka suhu udara semakin dingin. Alat untuk mengukur suhu disebut termometer.
Kondisi Iklim Indonesia img suhu udara
Gambar 1.16 Suhu udara
Sumber: http://radarsukabumi.com/wp­content/up­loads/2015/09/25092013_suhu_udara.jpg

Faktor-­faktor yang memengaruhi tinggi rendahnya suhu udara suatu daerah, antara lain sebagai berikut:
a) Lama penyinaran matahari
Lama penyinaran matahari dikatakan 100% jika matahari menyinari suatu daerah kurang lebih delapan jam, berarti keadaan daerah tersebut cerah dan tidak tertutup awan. Alat yang digunakan untuk mengukur lamanya penyinaran matahari adalah heliograf. Makin lama penyinaran maka makin lama panas yang terjadi di permukaan bumi.
b) Sudut datang sinar matahari
Sudut datang sinar matahari adalah sudut yang dibentuk oleh arah datangnya sinar matahari terhadap permukaan bumi. Bentuk bumi yang bulat sangat berpengaruh terhadap sudut datang sinar matahari ke permukaan bumi.
c) Relief permukaan bumi
Perbedaan suhu udara terjadi karena adanya perbedaan relief permukaan bumi.
d) Kejernihan atmosfer
Besarnya panas matahari yang sampai ke permukaan bumi dipengaruhi oleh kejernihan atmosfer. Hal tersebut dikarenakan gas-­gas yang terdapat pada atmosfer berpengaruh terhadap pemantulan sinar matahari.

Kelembapan Udara

Pemanasan yang terjadi pada permukaan bumi, mengakibatkan air yang ada pada permukaan bumi, baik itu di daratan maupun di lautan, akan mengalami penguapan, dan termuat ke udara. Kandungan uap yang ada pada udara inilah yang dinamakan kelembapan udara. Kelembapan ini dapat berubah-­ubah, tergantung pada pemanasan yang sedang terjadi. Semakin tinggi suhu di suatu kawasan, maka akan tinggi pula tingkat kelembapan udara di kawasan tersebut. Hal tersebut terjadi karena udara yang mengalami pemanasan dan merenggang serta terisi oleh uap air.
Kondisi Iklim Indonesia img alat pengukur kelembaban udara
Gambar 1.17 Alat pengukur kelembapan udara
Sumber:https://iwayful.files.wordpress.com/2013/02/img_0532.jpg

Tekanan Udara

Kondisi Iklim Indonesia img tekanan udara
Gambar 1.18 Tekanan udara
sumber : http://dongenggeologi.files.wordpress.com/2007/06/hujan­di­laut.jpg

Merupakan suatu gaya yang timbul dikarenakan adanya berat dari lapisan udara. Udara sendiri merupakan kumpulan gas yang mana masing­-masing memiliki massa dan menempati ruang. Karena massa yang dimilikinya, udarapun memiliki tekanan. Suhu dikawasan sangat berpengaruh terhadap tekanan udara di kawasan tersebut. Jika suhu semakin tinggi, maka tekanan udara akan semakin rendah. Hal tersebut disebabkan udara yang hangat bersifat renggang. Dan sebaliknya jika suhu semakin rendah, maka tekanan udara akan semakin tinggi dikarenakan udara yang dingin jauh lebih padat dari pada udara yang panas. Jadi suhu sangat menentukan perbedaan tekanan udara pada tiap kawasan yang berbeda di muka bumi.

Curah Hujan

Dalam pengertiannya, hujan merupakan proses dimana jatuhnya air (H2O) dari udara ke permukaaan bumi. Air yang jatuh tersebut dapat berbentuk cair maupun padat (salju atau es). Hujan terjadi karena adanya penguapan air yang disebabkan oleh pemanasan sinar matahari. Uap­-uap air akan naik ke atmosfer dan mengalami kondensasi yang membentuk awan, yang lama kelamaan awan akan memberat, dikarenakan kandungan airnya makin banyak. Jika uap di awan telah mencapai jumlah tertentu. Maka titik­-titik air pada awan tersebut akan jatuh sebagai hujan.

Gambar 1.19 Curah hujan
Sumber: http://3.bp.blogspot.com/­bLduBfL6PZk/UxQV6lX47_I/ AAAAAAAAANM/4qO7vtoN3Sw/s1600/hujan.jpg

Angin

Angin adalah udara yang bergerak dari daerah yang bertekanan tinggi (maksimum) ke daerah yang bertekanan rendah (minimum). Perbedaan tekanan udara disebabkan oleh adanya perbedaan suhu udara. Bila suhu udara tinggi, berarti tekanannya rendah dan sebaliknya. Alat untuk mengukur arah dan kecepatan angin disebut anemometer.

Gambar 1.20 Derajat mata angin
Sumber:http://2.bp.blogspot.com/­gJwkKxlPUQ8/VDeHCU2Od2I/ AAAAAAAAADU/8ehxm2ZSeOs/s1600/mata­angin1.png

Awan

Awan merupakan kumpulan besar dari titik-­titik air atau kristal-kristal es yang halus di atmosfer. Di saat Musim kemarau sedikit sekali kita menjumpai awan di udara, dikarenakan penguapan yang terjadi sedikit, tetapi pada saat musim hujan dapat kita jumpai banyak sekali awan dikarenakan banyaknya kandungan uap air di udara.

Gambar 1.21 Jenis-­jenis awan
Sumber:http://4.bp.blogspot.com/­rzZux­SZOyQ/VAxLlxvpzEI/ AAAAAAAAVC0/plmgueD68Sw/s1600/JENIS%2BAWAN.png

Pengaruh iklim di Indonesia terhadap kegiatan manusia

Pengaruh iklim di Indonesia terhadap kegiatan manusia dapat dilihat sebagai berikut:
1) Nelayan mulai pergi ke laut (berlayar ke laut) di malam hari, karena mereka menggunakan angin darat, sebaliknya pada siang hari, nelayan kembali ke daratan dengan menggunakan angin laut.
2) Sekitar bulan Oktober-­April petani dari Asia mulai bekerja di tanah mereka, karena dalam bulan-­bulan tersebut memiliki curah hujan yang cukup tinggi.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*