Materi SMP K13 Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas 7 Semester 1 Bab 1 Konsep Ruang

Konsep Ruang

Konsep Ruang-BiarPintar.Com – Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak sekali pulau-­pulau dibandingkan dengan negara lain di dunia. Wilayah lautan Indonesia lebih luas dibandingkan wilayah daratannya. Belasan ribu pulau berjajar indah di atas wilayah lautnya. Pulau yang berjajar sambung menyambung dari Sabang sampai Merauke membuat Indonesia merupakan salah satu negara terkaya akan kekayaan alamnya. Hamparan pantai yang panjang dan hutan­hutan tropis yang masih alami membuat Indonesia kaya akan flora dan fauna. Begitu banyaknya kekayaan alam yang ada di Indonesia memengaruhi kehidupan masyarakatnya baik dalam aspek ekonomi, sosial, budaya, maupun pendidikan. Tahukah kalian tentang kekayaan alam yang dimiliki Indonesia? Bagaimana pengaruhnya terhadap kehidupan masyarakat Indonesia? Guna meningkatkan pemahaman kalian tentang perihal tersebut, maka pelajarilah materi dari tim biar pintar berikut!

Pengertian Ruang dan Konsep Ruang

Pengertian Ruang

Ruang merupakan tempat yang memberikan kita hidup karena di dalamnya terdapat unsur-­unsur yang diperlukan untuk kehidupan.

Karena itu, menurut istilah geografi umum yang dimaksud

ruang (space), yaitu seluruh permukaan bumi yang merupakan lapisan biosfera tempat hidup tumbuhan, binatang, dan manusia.

Sedangkan menurut istilah geografi regional bahwa

ruang merupakan suatu wilayah yang mempunyai batasan geografi, yaitu batas menurut keadaan fisik, sosial, atau pemerintahan yang terjadi dari sebagian permukaan bumi dan lapisan tanah di bawahnya, serta lapisan udara di atasnya.

Menurut Sumaatmadja, mengatakan bahwa wujud ruang di permukaan bumi berbentuk tiga dimensi, bentangannya berupa daratan dan perairan, sedangkan ke arah vertikal berupa lapisan udara, dalam ruang ini berlokasi benda hidup dan benda mati serta gejala­gejala yang satu sama lainnya berinteraksi.

Ilmu geografi sangat menekankan eksistensi ruang sebagai pendekatan kerangka analisisnya. Analisis keruangan (spatial) mempelajari perbedaan lokasi mengenai sifat­-sifat penting atau serangkaian sifat­sifat penting. Ahli geografi akan bertanya faktor­ faktor apa yang menguasai pola penyebaran dan bagaimanakah pola tersebut dapat diubah agar penyebarannya menjadi lebih efektif dan efisien. Dengan kata lain, dalam analisis keruangan yang harus diperhatikan, yaitu pertama, penyebaran penggunaan ruang yang telah ada dan penyediaan ruang yang akan digunakan atau dimanfaatkan untuk berbagai kegunaan yang dirancang.

Mengenal Konsep Ruang

Konsep ruang merupakan sekelompok fenomena atau gejala-­gejala yang digunakan untuk menggambarkan berbagai gejala atau fenomena yang sama.

Adapun perihal yang terdapat dalam konsep ruang dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Konsep Lokasi
Konsep lokasi merupakan letak atau tempat dimana fenomena geografi terjadi. Lokasi (location) merupakan posisi pasti dalam suatu ruang. Dalam geografi lokasi mempunyai dua makna, yaitu lokasi absolut dan lokasi relatif.
a. Lokasi Absolut
Lokasi absolut merupakan lokasi di permukaan bumi yang ditentukan oleh sistem koordinat garis lintang dan garis bujur atau garis astronomis, disebut juga lokasi mutlak. Lokasi absolut keadaannya tetap dan tidak dapat berpindah letaknya, di karenakan berpedoman pada garis astronomis pada bumi. Perbedaan dari garis astronomis menyebabkan perbedaan iklim (garis lintang) dan perbedaan waktu (garisbujur). Lokasi absolut berguna untuk menentukan fenomena/ gejala dalam ruang di permukaan bumi atau dalam peta. Adapun contoh lokasi absolut ini, yaitu Indonesia terletak di antara 6o LU­11o LS, dan di antara 95o BT­141o BT. Dari letak absolut (garis astronomis) ini dapat dipaparkan bahwa lokasi yang paling utara negara Indonesia terletak di 6 derajat LU, yaitu (Pulau Miangas, Sulawesi Utara), lokasi paling selatan terletak di 11 derajat LS, yaitu (Pulau Rote, NTT).
1) Garis Lintang
konsep ruang img garis lintang
Gambar 1.2 Garis lintang
Sumber: https://berbagiilmubersamaputrisetya.files.word press.com/2012/04/untitled.png

Dalam Geografi, garis lintang adalah garis khayal yang digunakan untuk menentukan lokasi di Bumi terhadap garis khatulistiwa (utara atau selatan). Posisi lintang merupakan penghitungan sudut dari 0° di khatulistiwa sampai ke +90° di kutub utara dan ­90° di kutub selatan. Kolintang adalah tambahan dari lintang. Lintang di sebelah utara khatulistiwa diberi nama Lintang Utara (LU), demikian pula lintang di sebelah selatan khatulistiwa diberi nama Lintang Selatan (LS).

Berdasarkan garis lintang, wilayah Indonesia berada di antara 6° LU ­ 11° LS dan 95°BT­141°BT. Berdasarkan letak astronomis, wilayah­wilayah tersebut antara lain, sebagai berikut:
1) Wilayah Indonesia paling utara terletak di Pulau Weh (6° LU).
2) Wilayah Indonesia paling selatan terletak di Pulau Roti (11° LS).
3) Wilayah Indonesia paling barat terletak di kota Sabang (95° BT).
4) Wilayah Indonesia paling timur terletak di kota Merauke (141° BT).
Garis khatulistiwa membelah bumi menjadi dua belahan utara dan belahan selatan. Garis lintang berguna untuk membagi wilayah iklim di bumi yang disebut iklim matahari. Kota Pontianak dijuluki sebagai kota Khatulistiwa karena garis lintang 0o persis berada di kota tersebut.
Letak lintang tersebut menyebabkan Indonesia beriklim tropis yang membawa keuntungan bagi negara Indonesia. Iklim tropis tersebut memiliki ciri­ciri sebagai berikut:
a) Memiliki curah hujan yang tinggi.
b) Memiliki hujan hutan tropis yang luas dan memiliki nilai ekonomis
yang tinggi.
c) Menerima penyinaran matahari sepanjang tahun.
d) Banyak terjadi penguapan, sehingga kelembapan udara cukup tinggi.

2) Garis Bujur
Garis bujur adalah garis maya yang ditarik dari kutub utara hingga ke kutub selatan atau sebaliknya. Dengan pengetahuan seperti itu berarti derajat antar garis bujur semakin melebar di daerah khatulistiwa dan makin menyempit di daerah kutub. Jika pada garis lintang, daerah yang dilalui garis khatulistiwa (equator) dianggap sebagai nol derajat, untuk Garis Bujur, tempat yang dianggap sebagai nol derajat, yaitu garis dari kutub utara ke kutub selatan yang tepat melintasi kota Greenwich di Inggris. Jadi, garis bujur yang berada di sebelah barat Greenwich disebut Bujur Barat dan garis yang berada di sebelah timur disebut Bujur Timur. Jarak kedua garis bujur itu dari Greenwich hingga pada batas 180º (seratus delapan puluh derajat). Pada jarak itu, Bujur Barat dan Bujur Timur kembali bertemu. Garis bujur inilah yang pada perkembangannya dijadikan sebagai patokan dalam menentukan waktu di berbagai belahan dunia. Sehingga sering kali pada setiap kapal terdapat dua jam yang digunakan. Jam yang menunjukkan waktu berdasarkan waktu di kota Greenwich dan jam yang menunjukkan waktu lokal atau berdasarkan matahari. Selisih dari dua jam yang berbeda itulah para pelaut secara praktis dapat menentukan derajat garis bujur dimana mereka berada. Sama seperti garis lintang, jarak antar garis bujur juga disebutkan dalam satuan derajat. Penulisannya pada koordinat juga sama seperti penulisan untuk Garis Lintang. Yang membedakan hanyalah simbol huruf di belakangnya. Misalnya huruf B untuk Bujur Barat dan huruf T untuk Bujur Timur. Pada peta internasional, huruf E (East) untuk Bujur Timur dan huruf W (West) untuk Bujur Barat.

Gambar 1.3 Pembagian waktu Indonesia
Sumber:http://www.travelindonesia.org/wp­content/uploads/2013/10/Time­ Zone­Dividing­in­Indonesia.jpg

Letak bujur membagi wilayah Indonesia ke dalam tiga daerah waktu berikut:
a) Waktu Indonesia Barat (WIB) dengan patokan garis bujur 105° BT, yang meliputi Sumatera, Jawa, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah.
b) Waktu Indonesia Tengah(WITA) dengan patokan garis bujur 120° BT, yang meliputi Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Bali, NTT, NTB, Sulawesi, dan pulau­pulau kecil di sekitarnya.
c) Waktu Indonesia Timur (WIT), dengan patokan garis bujur 135° BT, yang meliputi Kepulauan Maluku, Papua, dan pulau­pulau kecil di sekitarnya.

b. Lokasi Relatif
Lokasi relatif dilihat dari daerah lainnya yang berada di sekitarnya. Lokasi relatif merupakan lokasi sesuatu objek yang nilainya ditentukan oleh objek­objek lain di luarnya.
Contoh lokasi relatif sendiri, yaitu harga tanah di pusat kota yang lebih mahal daripada harga tanah yang ada di pedesaan, atau Indonesia berada diantara dua benua dan dua samudera.
Lokasi relatif disebut juga letak atau lokasi geografis karena posisinya ditentukan oleh fenomena­fenomena geografis, misalnya gunung, sungai, lautan, benua, dan samudera. Lokasi Indonesia sendiri menurut lokasi relatifnya, yaitu terletak di antara dua benua, yaitu Benua Asia dan Benua Australia, serta terletak diantara dua samudera, yaitu Hindia dan Pasifik. Letak relatif ini dapat berubah­ubah sesuai dengan sudut pandang penggunanya karena lokasi relatif dapat digambarkan melalu objek­objek yang dinamai oleh manusia contohnya, yaitu penamaan benua, samudera, pulau, laut, dan sebagainya.

Gambar 1.4 Letak geografis Indonesia
Sumber: http://2.bp.blogspot.com/­Cuv7Q0­OUjI/UW05pZS3IWI/AAAAAAAAC14/eXpwgrIv1sE/s400/untitled.PNG

Apabila dilihat dari letak geografis Indonesia, maka dapat diketahui wilayah Indonesia terletak pada posisi silang yang strategis dan menguntungkan karena beberapa alasan sebagai berikut:
1) Letak Indonesia di antara Benua Asia dan Benua Australia.
2) Letak Indonesia di antara Samudera Pasifik dan Samudera Hindia.

Adapun keuntungan yang diperoleh berdasarkan letak geografis Indonesia, antara lain sebagai berikut:
1) Indonesia yang terletak di antara dua benua dan dua samudera memungkinkan menjadi persimpangan lalu lintas dunia, baik lalu lintas udara maupun laut.
2) Indonesia sebagai titik persilangan kegiatan perekonomian dunia, antara perdagangan negara­negara industri dan negara­negara yang sedang berkembang. Misalnya antara Jepang, Korea, serta Tiongkok dan negara­ negara di Asia, Afrika, serta Eropa.

2. Konsep Jarak
Jarak merupakan ruang atau cela yang dapat menghubungkan antara dua lokasi atau dua objek dan dihitung melalui hitungan panjang maupun waktu. Konsep jarak juga mempunyai peranan penting didalam geografi. Konsep jarak dapat dibagi menjadi dua, yaitu jarak mutlak dan jarak relatif.

a. Jarak Mutlak
Jarak mutlak merupakan ruang atau sela antara kedua lokasi yang digambarkan atau dijelaskan melalui ukuran panjang dalam satuan ukuran meter, kilometer, dan sebagainya. Jarak mutlak merupakan jarak yang tetap dan tidak bisa berubah­ubah. Contoh jarak mutlak sendiri, yaitu jarak antaraJakarta ke Bandung adalah 150 km, jarak tersebut diukur memanjang dari titik A (Jakarta) dan titik B (Bandung) dan dihitung dengan satuan ukuran kilometer.

b. Jarak Relatif
Jarak relatif merupakan ruang atau sela antara kedua lokasi yang dinyatakan dalam lamanya perjalanan atau waktu.
Contoh jarak relatif dua, yaitu jarak antara Jakarta ke Bandung dapat kita di tempuh dalam waktu dua jam melewati tol Purbaleunyi. Tentu jarak relatif ini akan jauh berbeda apabila keadaan jalan tol yang sedang macet atau perjalanan ke Bandung tidak melewati jalan tol.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*