Materi SMP K13 Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 7 Semester 1 Bab 1 99 Asmaul Husna

99 Asmaul Husna

99 asmaul husna img1
99 Asmaul Husna-BiarPintar.com – Pernahkah kamu menanyakan kepada kedua orangtuamu tentang arti nama yang diberikan padamu? Tentulan sebuah nama yang baik (asmaul husna) dengan doa dan pengharapan yang terbaik pula untuk anaknya. Pemberian nama dari orangtua kepada anak adalah perwujudan rasa cinta dan kasih sayang kepada anaknya supaya ketika anaknya nanti tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang membanggakan. Di dalam Islam, nama bukan sekadar penanda. Dia adalah doa bagi diri dan kehidupannya.

Pengertian Asmaul Husna

Istilah asmaul husna berasal dari dua kata, yaitu asma dan husna. Asma artinya nama dan husna artinya yang baik. Dengan demikian, asmaul husna artinya nama-­nama yang baik bagi Allah SWT. Asmaul husna merupakan tanda kebesaran Allah. Asmaul husna berjumlah 99. Meyakini asmaul husna termasuk salah satu tanda orang yang beriman kepada Allah SWT.

Al­ asma’u al­ Husna artinya nama­-nama Allah SWT yang indah, baik, agung, dan mulia sesuai dengan sifat­-sifat­Nya. Al­Asma’u al­Husna yang berjumlah 99 nama hanya dimiliki oleh Allah SWT.

Sejarah Asmaul Husna

Di dalam kitab asbabun nuzul diterangkan bahwa pada suatu hari Rasulullah saw. melakukan salat di Mekah dan berdoa dengan kata-kata, Ya Rahman, Ya Rahim.

Doa tersebut terdengar oleh sebagian kaum musyrikin. Kala itu berkatalah mereka, Perhatikan orang yang murtad dari agamanya! Ia melarang kita menyeru dua Tuhan, dan dia sendiri menyeru dua Tuhan

Dengan adanya ucapan mereka itu, turunlah ayat sebagai berikut:
99 asmaul husna img2
Artinya: “Katakanlah (Muhammad), Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu dapat menyeru, karena Dia mempunyai nama-nama yang terbaik (Asma‘ul husna) dan janganlah engkau mengeraskan suaramu dalam salat dan janganlah (pula) merendahkannya dan usahakan jalan tengah di antara kedua itu.”
(Q.S. Al-Isra :110)

Menurut ayat di atas, kaum musyrikin mengira bahwa Rasulullah saw, menyebut nama Allah dan Ar-Rahman karena mereka tahu bahwa di Yamamah ada orang yang bernama Rahman Dengan turunnya Q.S. al-Isra ayat 110 di atas, berarti dugaan mereka telah dibantah.
Pada ayat yang lain, Allah swt berfirman sebagai berikut:
99 asmaul husna img3
Artinya: “Dan Allah memiliki Asma’ul-husna (nama-nama yang terbaik), maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebutnya Asma’ul-husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyalahartikan nama-nama-Nya. Mereka kelak akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan”.
(Q.S. Al-A’raf/7:180)

Ayat di atas memberi pengajaran kepada kita agar menyebut nama Allah dengan nama keagungan-Nya, yakni asmaul husna. Terhadap orang-orang musyrik yang menyalah artikan asmaul husna, kita disuruh untuk membiarkan saja karena Allah sendiri yang akan memberi balasan terhadap perbuatan mereka di hari pembalasan.

Pada pembahasan ini kita akan mempelajari empat al ­Asma’u al­ Husna, yaitu al­‘Alim, al­Khabir, as­ Sami’, dan al ­Bashir.
1. Al-‘Alim
Al­‘Alim merupakan salah satu Al­ Asma’u al­ Husna. Al ­Asma’u Al­ Husna Al­‘Alim artinya Maha Mengetahui. Allah SWT Maha Mengetahui segala sesuatu yang tampak maupun yang gaib. Allah SWT memiliki nama Al­‘Alim karena pengetahuan-­Nya yang sangat jelas, sehingga terungkap bagi­-Nya segala hal sekecil apapun.
Allah mengetahui segala sesuatu yang telah diciptakan-­Nya. Allah mengetahui ucapan dan perbuatan manusia. Allah mengetahui jumlah binatang yang ada di bumi. Allah mengetahui setiap gerakan yang ada di darat, laut, dan udara. Semua kejadian atau segala ilmu, baik yang tersembunyi maupun yang tidak tersembunyi, pasti diketahui Allah. Apapun yang telah, sedang, dan akan terjadi, pasti diketahui Allah.
Adapun cara meneladani sifat al­’Alim dalam kehidupan sehari-­hari, antara lain sebagai berikut.
a. Tekun menuntut ilmu.
b. Menghindarkan diri dari perbuatan tercela.
c. Menghindarkan diri dari pikiran-­pikiran kotor.
d. Menghindarkan diri dari niat-­niat tercela di dalam hati.
e. Senantiasa berperilaku terpuji.

2. Al-Khabir
Al ­Asma’u Al­ Husna Al­Khabir artinya Maha Teliti. Allah SWT Maha Teliti terhadap semua ciptaan-­Nya. Al­Khabir artinya Allah Maha Mengetahui perkara yang tersembunyi. Allah mengetahui segala sesuatu, baik yang diucapkan maupun yang hanya ada di batin atau di dalam hati seseorang. Oleh karena itu, kita harus selalu berbuat kebaikan. Kita harus menghindari pikiran atau niat yang buruk.
Allah SWT menciptakan berjuta­-juta makhluk, semuanya berfungsi sesuai dengan apa yang Dia kehendaki. Allah Maha Teliti dalam menciptakan makhluk­Nya. Allah SWT Maha Mengetahui segala sesuatu, baik yang diucapkan maupun yang hanya ada di dalam hati seseorang. Oleh karena itu, kita harus selalu berbuat kebaikan. Kita harus menghindari pikiran atau niat yang buruk kepada Allah SWT.

3. As-Sami’
As ­Sami’ artinya Allah Maha Mendengar. Allah selalu mendengar bisikan hamba­-Nya yang memohon dan berdoa kepada-­Nya. Dia selalu mendengar bisikan hati orang-­orang yang bersujud dan bersyukur kepada-­Nya. Allah selalu memberikan limpahan rahmat dan pahala kepada orang­-orang yang memohon kepada­-Nya. Allah juga selalu mendengar segala bisikan dan ucapan manusia, walaupun ucapan atau bisikan tersebut dirahasiakan. Allah pasti mendengar setiap keluhan orang­-orang yang dianiaya serta orang-­orang yang memohon kepada-­Nya. Allah SWT Maha Mendengar segala sesuatu meski suara paling lirih sekali pun.

Adapun cara meyakini bahwa Allah SWT, memiliki sifat As­ Sami, antara lain sebagai berikut.
a. Berhati-­hati dalam berbicara dan mendengar.
b. Tidak melayani ucapan jahil dan tidak sopan dari orang lain.
c. Menggunakan telinga untuk mendengarkan ayat-­ayat Allah.
d. Memilih dan mencamkan hal-­hal yang baik untuk didengar.

Info
Agar kita bisa menjadi orang yang hatinya dekat dengan Allah SWT, maka perlu belajar mengenai cara agar dekat dengan­Nya. Salah satu caranya yaitu dengan lebih mengenal­Nya. Allah SWT dapat dikenali melalui nama­-nama­-Nya yang indah. Ketika hati sudah dekat dengan Allah SWT, maka sebagai hamba marilah memohon kepada Allah SWT dengan memanjatkan doa­doa dan harapan kita! Allah SWT memiliki kasih dan sayang yang begitu besar terhadap hamba­-Nya.

4. Al-Bashir
Al­Bashir artinya mencapai apa­apa yang dapat dilihat dengan pandangan mata. Allah SWT Maha Menyaksikan dan Melihat, sehingga tidak terlepas dari­Nya sesuatu yang ada di bumi, termasuk yang ada di dalam tanah. Al ­Asma’u Al ­husna Al­Bashir artinya Allah SWT Maha Melihat. Allah SWT Maha Melihat segala hal yang dikerjakan oleh makhluk-­Nya.

Allah SWT berfirman:

Artinya: “Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang gaib di langit dan bumi. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (Q.S. Al­ Hujurat [49]: 18)
Kita harus menyadari bahwa seluruh aktivitas kita dilihat dan diawasi oleh Allah SWT. Bagi­-Nya, tiada tempat yang tersembunyi. Kita juga harus berusaha dengan sungguh­-sungguh menghindari segala aktivitas yang sia-­sia dan mendatangkan mudarat, baik bagi diri sendiri maupun bagi orang lain.

Ayat dan Hadist Tentang Asmaul Husna

Dibawah ini beberapa kutipan ayat dari alquran dan hadist yang memuat tentang 99 asmaul husna

Firman Allah SWT dalam Alquran Surat Thaha Ayat 8

Berikut firman Allah SWT dalam Alquran Surat Thaha Ayat 8.

Artinya: “Dialah Allah, tidak terdapat Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Dia memiliki asmaa’ul husna (nama-nama yang terbaik)” (Q.S. Thaha:8).

Firman Allah SWT dalam Alquran Surat Al-Baqarah Ayat 31

Berikut firman Allah SWT dalam Alquran Surat Al-Baqarah Ayat 31.

Artinya: “Dan Dia ajarkan kepada Adam nama-nama (benda) semuanya, kemudian Dia perlihatkan kepada para malaikat, seraya berfirman, Sebutkan kepada-Ku nama semua (benda) ini, jika kamu yang benar!” (Q.S Al-Baqarah:31)

Firman Allah SWT dalam Alquran Surat Al-A’raf Ayat 180

Berikut firman Allah SWT dalam Alquran Surat Al-A’raf Ayat 180.

Artinya : “Hanya milik Allah Asmaul Husna (nama-nama yang baik), maka memohonlah kepada-Nya dengan menyebut Asmaul Husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam nama-nama-Nya . Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan”. (Q.S. Al-A’raf/7:180).

Firman Allah SWT dalam Alquran Surat Al-Isra Ayat 110

Berikut firman Allah SWT dalam Alquran Surat Al-Isra Ayat 110.

Artinya: “Katakanlah, Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai al asmaaul husna (nama-nama yang terbaik) dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu”.(Q.S. Al-Isra/17:110)

Hadist Tentang Asmaul Husna

Pada umumnya kaum muslimin beranggapan bahwa jumlah al-asma’ ul-husna ada 99 nama. Anggapan ini didasarkan kepada hadis nabi
تِسْعَةً وَتِسْعِينَ اسْمًا مِائَةً إِلَّا وَاحِدًا مَنْ أَحْصَاهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ
Artinya: “Sesungguhnya Allah memiliki 99 nama, seratus kurang satu, barangsiapa menghafalnya ia akan masuk ke dalam surga” (al-Bukhari dan Muslim)

Anggapan bahwa nama Allah ada 99 ini dikuatkan lagi dengan hadis yang diriwayatkan oleh Imam at-Tirmidzi, yang menyebutkan rincian nama-nama
إِنَّ لِلَّهِ تَعَالَى تِسْعَةً وَتِسْعِينَ اسْمًا مِائَةً غَيْرَ وَاحِدَةٍ مَنْ أَحْصَاهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ هُوَ اللَّهُ الَّذِى لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ…. الْوَارِثُ الرَّشِيدُ الصَّبُورُ.
Artinya: “Sesunguhnya Allah memiliki 99 nama, seratus kurang satu, barangsiapa menghafalnya ia akan masuk ke dalam surga, Dialah Allah yang tiada ilah selain dari Dia, arrahman (Maha Pengasih), ar-rahim (Maha Penyayang)… , al-warits (yang Maha Mewarisi) ar-Rasyid (Yang Maha Menunjukkan) ash-Shabur (Yang Maha sabar)” (HR at-Tirmidzi)

أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ، سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ، أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِي كِتَابِكَ، أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ، أَوِ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِي عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ،
Artinya: “Aku meminta kepadaMu dengan seluruh nama-namaMu (yaitu) yang Engkau namakan diri Engkau dengan nama tersebut, atau yang Engkau turunkan di kitabMu, atau yang Engkau ajarkan kepada kepada salah satu hambaMu” (HR Ahmad)

Daftar 99 Asmaul Husna

No. Nama Arab Indonesia
1. Ar Rahman الرحمن Yang Maha Pengasih
2. Ar Rahiim الرحيم Yang Maha Penyayang
3. Al Malik الملك Yang Maha Merajai
4. Al Quddus القدوس Yang Maha Suci
5. As Salaam السلام Yang Maha Memberi Kesejahteraan
6. Al Mu`min المؤمن Yang Maha Memberi Keamanan
7. Al Al Muhaimin المهيمن Yang Maha Mengatur
8. Al `Aziiz العزيز Yang Maha Perkasa
9. Al Jabbar الجبار Yang Memiliki Mutlak Kegagahan
10. Al Mutakabbir المتكبر Yang Maha Megah, Yang Memiliki Kebesaran
11. Al Khaliq الخالق Yang Maha Pencipta
12. Al Baari` البارئ Yang Maha Melepaskan (Membuat, Membentuk, Menyeimbangkan)
13. Al Mushawwir المصور Yang Maha Membentuk Rupa
14. Al Ghaffaar الغفار Yang Maha Pengampun
15. Al Qahhaar القهار Yang Maha Memaksa
16. Al Wahhaab الوهاب Yang Maha Pemberi Karunia
17. Ar Razzaaq الرزاق Yang Maha Pemberi Rezeki
18. Al Fattaah الفتاح Yang Maha Pembuka Rahmat
19. Al `Aliim العليم Yang Maha Mengetahui (Memiliki Ilmu)
20. Al Qaabidh القابض Yang Maha Menyempitkan
21. Al Baasith الباسط Yang Maha Melapangkan
22. Al Khaafidh الخافض Yang Maha Merendahkan
23. Ar Raafi` الرافع Yang Maha Meninggikan
24. Al Mu`izz المعز Yang Maha Memuliakan
25. Al Mudzil المذل Yang Maha Menghinakan
26. Al Samii` السميع Yang Maha Mendengar
27. Al Bashiir البصير Yang Maha Melihat
28. Al Hakam الحكم Yang Maha Menetapkan
29. Al `Adl العدل Yang Maha Adil
30. Al Lathiif اللطيف Yang Maha Lembut
31. Al Khabiir الخبير Yang Maha Mengenal
32. Al Haliim الحليم Yang Maha Penyantun
33. Al `Azhiim العظيم Yang Maha Agung
34. Al Ghafuur الغفور Yang Maha Memberi Pengampunan
35. As Syakuur الشكور Yang Maha Pembalas Budi (Menghargai)
36. Al `Aliy العلى Yang Maha Tinggi
37. Al Kabiir الكبير Yang Maha Besar
38. Al Hafizh الحفيظ Yang Maha Memelihara
39. Al Muqiit المقيت Yang Maha Pemberi Kecukupan
40. Al Hasiib الحسيب Yang Maha Membuat Perhitungan
41. Al Jaliil الجليل Yang Maha Luhur
42. Al Kariim الكريم Yang Maha Pemurah
43. Ar Raqiib الرقيب Yang Maha Mengawasi
44. Al Mujiib المجيب Yang Maha Mengabulkan
45. Al Waasi` الواسع Yang Maha Luas
46. Al Hakiim الحكيم Yang Maha Maha Bijaksana
47. Al Waduud الودود Yang Maha Mengasihi
48. Al Majiid المجيد Yang Maha Mulia
49. Al Baa`its الباعث Yang Maha Membangkitkan
50. As Syahiid الشهيد Yang Maha Menyaksikan
51. Al Haqq الحق Yang Maha Benar
52. Al Wakiil الوكيل Yang Maha Memelihara
53. Al Qawiyyu القوى Yang Maha Kuat
54. Al Matiin المتين Yang Maha Kokoh
55. Al Waliyy الولى Yang Maha Melindungi
56. Al Hamiid الحميد Yang Maha Terpuji
57. Al Muhshii المحصى Yang Maha Mengalkulasi (Menghitung Segala Sesuatu)
58. Al Mubdi` المبدئ Yang Maha Memulai
59. Al Mu`iid المعيد Yang Maha Mengembalikan Kehidupan
60. Al Muhyii المحيى Yang Maha Menghidupkan
61. Al Mumiitu المميت Yang Maha Mematikan
62. Al Hayyu الحي Yang Maha Hidup
63. Al Hayyuum القيوم Yang Maha Mandiri
64. Al Waajid الواجد Yang Maha Penemu
65. Al Maajid الماجد Yang Maha Mulia
66. Al Wahid الواحد Yang Maha Tunggal
67. Al Ahad الاحد Yang Maha Esa
68. As Shamad الصمد Yang Maha Dibutuhkan, Tempat Meminta
69. Al Qaadir القادر Yang Maha Menentukan, Maha Menyeimbangkan
70. Al Muqtadir المقتدر Yang Maha Berkuasa
71. Al Muqaddim المقدم Yang Maha Mendahulukan
72. Al Mu`akkhir المؤخر Yang Maha Mengakhirkan
73. Al Awwal الأول Yang Maha Awal
74. Al Aakhir الأخر Yang Maha Akhir
75. Az Zhaahir الظاهر Yang Maha Nyata
76. Al Baathin الباطن Yang Maha Ghaib
77. Al Waali الوالي Yang Maha Memerintah
78. Al Muta`aalii المتعالي Yang Maha Tinggi
79. Al Barru البر Yang Maha Penderma (Maha Pemberi Kebajikan)
80. At Tawwaab التواب Yang Maha Penerima Tobat
81. Al Muntaqim المنتقم Yang Maha Pemberi Balasan
82. Al Afuww العفو Yang Maha Pemaaf
83. Ar Ra`uuf الرؤوف Yang Maha Pengasuh
84. Malikul Mulk مالك الملك Yang Maha Penguasa Kerajaan
85. Dzul Jalaali Wal Ikraam ذو الجلال و الإكرام Yang Maha Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan
86. Al Muqsith المقسط Yang Maha Pemberi Keadilan
87. Al Jamii` الجامع Yang Maha Mengumpulkan
88. Al Ghaniyy الغنى Yang Maha Kaya
89. Al Mughnii المغنى Yang Maha Pemberi Kekayaan
90. Al Maani المانع Yang Maha Mencegah
91. Ad Dhaar الضار Yang Maha Penimpa Kemudharatan
92. An Nafii` النافع Yang Maha Memberi Manfaat
93. An Nuur النور Yang Maha Bercahaya (Menerangi, Memberi Cahaya)
94. Al Haadii الهادئ Yang Maha Pemberi Petunjuk
95. Al Badii’ البديع Yang Maha Pencipta Yang Tiada Bandingannya
96. Al Baaqii الباقي Yang Maha Kekal
97. Al Waarits الوارث Yang Maha Pewaris
98. Ar Rasyiid الرشيد Yang Maha Pandai
99. As Shabuur الصبور Yang Maha Sabar

Hikmah Mengamalkan 99 Asmaul Husna

Ada banyak hikmah yang bisa diperoleh saat mempelajari dan mengamalkan 99 asmaul husna, antara lain sebagai berikut:
• Menambah keimanan kepada Allah SWT
• Mengetahui dan memahami sifat-sifat kemuliaan Allah SWT sehingga bisa menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari
• Menjadikan hati menjadi lebih tenang apabila asmaul husna tersebut dijadikan bacaan dzikir. Sebagian ulama juga menyebutkan asmaul husna bisa membersihkan hati
• Mendapatkan keutamaan ilmu pengetahuan sebab asmaul husna adalah dasar semua ilmu pengetahuan
• Melatih daya ingat seseorang
• Mendapatkan manfaat tertentu apabila dibaca dengan ketentuan tertentu pula sesuai tuntunan para ulama. Manfaat tersebut seperti doanya diijabah, membuka rezeki dan lain sebagainya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*