Materi SMP K13 Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 7 Semester 1 Bab 6 Keutamaan Menuntut Ilmu

Keutamaan Menuntut Ilmu

keutamaan menuntut ilmu_pai7_bab6_menuntutilmu_img1

Keutamaan Menuntut Ilmu-BiarPintar.com – Sekolah merupakan salah satu tempat formal untuk menuntut ilmu. Kita harus menimba ilmu sebanyak mungkin selagi kita masih bisa. Agama Islam mengajarkan bahwa menuntut ilmu itu hukumnya wajib bagi setiap muslim dan muslimah. Carilah ilmu sampai ke negeri Cina! Orang yang berilmu dan beriman akan diangkat derajatnya oleh Allah SWT. Dalam Al­Qur’an, terdapat ayat­-ayat yang menerangkan tentang kewajiban menuntut ilmu. Berikut uraian selengkapnya.

Ayat dan Hadist Tentang Keutamaan Menuntut Ilmu

Ayat Alquran Tentang Menuntut Ilmu

Mencari ilmu sudah dimulai sejak kecil, ketika kita belajar merangkak, berjalan, bahkan ada yang sudah fasih dalam belajar berbicara. Sangatlah mungkin bagi kita untuk menjadi lebih mengerti dari apa yang belum kita ketahui. Sehingga dalam mencari ilmu belajarlah kepada orang yang lebih paham dalam bidangnya. Lebih penting lagi belajarlah tentang ilmu agama sebagai dasar dan landasan hidup dalam kehidupan sehari­ hari.

Menuntut ilmu hukumnya wajib bagi setiap muslim dan muslimah. Ayat-­ayat yang menerangkan tentang kewajiban dan keutamaan menuntut ilmu, antara lain pada Q.S. Al­Mujadilah Ayat 11 dan Q.S. Ar­Rahman Ayat 33.

1. Membaca Q.S. Ar-Rahman [55]: 33
Lafalkan ayat berikut dengan jelas dan benar!
keutamaan menuntut ilmu_pai7_bab6_menuntutilmu_img2
Artinya: “Wahai golongan jin dan manusia! Jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka tembuslah. Kamu tidak akan mampu menembusnya kecuali dengan kekuatan (dari Allah).”

2. Membaca Q.S. Al-Mujadilah [58]: 11
Lafalkan ayat berikut dengan jelas dan benar!
keutamaan menuntut ilmu_pai7_bab6_menuntutilmu_img3
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis,” maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, “Berdirilah kamu,” maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Maha teliti apa yang kamu kerjakan. ”

3. Menerapkan Ilmu Tajwid tentang Al-Syamsiyah dan Al-Qamariyah
Tajwid adalah tata cara (pengaturan) membaca Al­Qur’an beserta hukum-­hukumnya dengan menggunakan huruf hijaiyah. Salah satu hukum bacaan yang harus dipelajari yaitu hukum bacaan alif lam (lam ta’rif). Dalam ilmu tajwid, cara membaca hukum alif lam ada dua macam, yaitu sebagai berikut.
a. Al­-Syamsiyah
Al­Syamsiyah yaitu apabila suatu lafal terdapat al keutamaan menuntut ilmu_pai7_bab6_menuntutilmu_img4 diikuti salah satu dari 14 huruf keutamaan menuntut ilmu_pai7_bab6_menuntutilmu_img5

Cara membacanya mendengung atau melebur.
Contoh:
keutamaan menuntut ilmu_pai7_bab6_menuntutilmu_img5

b. Al-­Qamariyah
Al Qamariyah yaitu apabila terdapat lafal al keutamaan menuntut ilmu_pai7_bab6_menuntutilmu_img4 diikuti salah satu huruf qamariyah keutamaan menuntut ilmu_pai7_bab6_menuntutilmu_img5

Cara membacanya jelas.
Contoh:
keutamaan menuntut ilmu_pai7_bab6_menuntutilmu_img6

4. Mengartikan Q.S. Ar-Rahman [55]: 33
Untuk memahami makna kandungan Q.S. Ar­Rahman/55: 33, kalian sebaiknya mengetahui arti per kata dari ayat tersebut terlebih dahulu.
a. Arti Per Kata
Berikut terjemahan secara mufradat Q.S. Ar­Rahman/55: 33.
keutamaan menuntut ilmu_pai7_bab6_menuntutilmu_img7
keutamaan menuntut ilmu_pai7_bab6_menuntutilmu_img8

b. Terjemahan Ayat
“Wahai golongan jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan (dari Allah SWT).” (Q.S. Ar­Rahman[55]:33)

5. Mengartikan Q.S. Al-Mujadilah [58]: 11
Setelah mempelajari Q.S.Ar­Rahmah[55]:33, kalian juga harus mempelajari Q.S.Al­Mujadilah [58]: 11.
a. Arti Per Kata

b. Terjemahan Ayat
“Wahai orang-­orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, “Berilah kelapangan di dalam majelis-­majelis,” maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan,”Berdirilah kamu,” maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-­orang yang beriman diantaramu dan orang­-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Q.S. Al­Mujadilah [58]: 11)

Hadis Tentang Keutamaan Menuntut Ilmu

1. hadits tentang keutamaan menuntut ilmu yang diriwayatkan Ibnu Majah, dan dishahihkan oleh Syaikh Albani dalam Shahih wa Dha’if Sunan Ibnu Majah no. 224.
طَلَبُ اْلعِلْمْ فَرِثْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

Artinya: “Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap individu muslim.”

2.hadits tentang menuntut ilmu lainnya, Rasulullah SAW bersabda,

تَعَلَّمُوْاوَعَلِّمُوْاوَتَوَاضَعُوْالِمُعَلِّمِيْكُمْ وَلَيَلَوْا لِمُعَلِّمِيْكُمْ ( رَواهُ الطَّبْرَانِيْ)

Artinya, “Belajarlah kamu semua, dan mengajarlah kamu semua, dan hormatilah guru-gurumu, serta berlaku baiklah terhadap orang yang mengajarkanmu.” (HR Tabrani)

3. Hadits “Keutamaan Mempelajari Al Qur’an”
خَـيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْاآنَ وَعَلَّمَهُ
Artinya : ”Sebaik-baik kamu adalah orang yang mempelajari Al Qur’an dan mengajarkannya”. (HR. Bukhari)

4. Hadits “Keutamaan Membaca Al Qur’an”
إِقْرَؤُالْقُرْاآنَ، فَإِنَّهُ يَأْتِيْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيْعًا لِأَصْحَابِهْ
Artinya : ”Bacalah kamusekalian Al Qur’an, karena sesungguhnya Al Qur’an itu akan datang pada Hari Kiamat sebagai penolong bagi para pembacanya”. (HR. Ahmad dan Muslim)

5. Hadits “Kewajiban Mencari Ilmu”
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ وَمُسْلِمَةٍ
Artinya : ”Mencari ilmu itu adalah wajib bagi setiap muslim laki-laki maupun muslim perempuan”. (HR. Ibnu Abdil Barr)

6. Hadits “Menginginkan Kebahagiaan Dunia-Akhirat Harus Wajib dengan Ilmu”
مَنْ أَرَا دَالدُّنْيَا فَعَلَيْهِ بِا لْعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَالْاآخِرَةَ فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَهُمَا فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ
Artinya : ”Barang siapa yang menghendaki kehidupan dunia maka wajib baginya memiliki ilmu, dan barang siapa yang menghendaki kehidupan Akherat, maka wajib baginya memiliki ilmu, dan barang siapa menghendaki keduanya maka wajib baginya memiliki ilmu”. (HR. Turmudzi)

7. Hadits “Keutamaan Mencari Ilmu”
مَنْ خَرَجَ فِى طَلَبُ الْعِلْمِ فَهُوَ فِى سَبِيْلِ اللهِ حَتَّى يَرْجِعَ
Artinya : ”Barang siapa yang keluar untuk mencari ilmu maka ia berada di jalan Allah hingga ia pulang”. (HR. Turmudzi)

8. Hadits “Kewajiban dan Keutamaan Menuntut Ilmu”
مَنْ سَلَكَ طَرِيْقًا يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللهُ بِهِ طَرِيْقًا إِلَى
الْجَنَّةِ
Artinya : ”Barang siapa yang menempuh jalan untuk mencari suatu ilmu. Niscaya Allah memudahkannya ke jalan menuju surga”. (HR. Turmudzi)

8. Hadits “Menuntut Ilmu”
أُطْلُبِ الْعِلْمَ مِنَ الْمَهْدِ إِلَى الَّلحْدِ
Artinya : ”Carilah ilmu sejak dari buaian hingga ke liang lahat”. (Al Hadits)

Mari Memahami Alquran

Umat Islam diharuskan memperdalam ilmu agamanya. Agar kelak memiliki modal sebagai penuntun menuju jalan Allah SWT Al­Qur’ansebagai kitab suci umat Islam yang merupakan firman Allah SWT di dalam Al­Qur’an terdapat banyak tuntunan dan aturan dalam belajar agama sebih lanjut. Hal­ hal yang perlu diperhatikan ketika mencari ilmu haruslah dibarengi dengan niat hanya karena Allah SWT sebagai pemberi petunjuk dan jalan yang lurus.

Setelah memahami makna kandungan ayat­ ayat Al­Qur’an, kita harus mengamalkannya dalam kehidupan sehari­-hari sebab Al­Qur’an merupakan pedoman hidup bagi manusia. Sehingga apapun yang kita lakukan harus sesuai dengan perintah yang terdapat dalam Al­Qur’an.

1. Kandungan Q.S. Ar-Rahman [55]: 33

Surah Ar­Rahman ayat 33 menjelaskan tentang pentingnya ilmu pengetahuan bagi kehidupan manusia. Menuntut ilmu merupakan suatu keharusan bagi kaum muslimin. Menuntut ilmu merupakan usaha yang dilakukan oleh seseorang untuk merubah tingkah laku dan perilaku ke arah yang lebih baik, karena pada dasarnya ilmu menunjukkan jalan menuju kebenaran dan meninggalkan kebodohan.

Menuntut ilmu membuat manusia mampu mempelajari hal-­hal yang ada di alam semesta. Dengan ilmu, manusia dapat menghasilkan karya­-karya untuk kehidupan yang lebih baik. Kemudahan dan kesuksesan hidup, baik di dunia maupun di akhirat dapat dicapai oleh manusia melalui ilmu pengetahuan. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam mencari ilmu. Menurut Imam Syafi’i ada beberapa syarat yang harus dipenuhi orang yang menuntut ilmu. Syarat-­syarat tersebut, yaitu sebagai berikut.
a. Kecerdasan.
b. Kemauan yang kuat.
c. Kesungguhan.
d. Perbekalan yang cukup.
e. Kedekatan dengan guru dalam waktu yang lama.

Kemajuan yang telah diperoleh oleh bangsa­-bangsa yang maju (bangsa barat) dalam bidang ilmu pengetahuan, sains dan teknologi di abad modern ini, sebenarnya merupakan kelanjutan dari tradisi ilmiah yang telah dikembangkan oleh ilmuwan-­ilmuwan muslim pada abad pertengahan.

2. Kandungan Q.S. Al-Mujadilah [58]: 11

Allah SWT rida dan senang kepada mereka yang berjihad menuntut ilmu. Adapun isi kandungan yang terdapat dalam Q.S. Al­ Mujadilah Ayat 11, antara lain sebagai berikut.
a. Perintah agar memberikan tempat bagi orang­-orang yang baru datang dari majelis, sebagai wujud rasa persaudaraan sesama muslim. Maksudnya memberikan kelapangan kepada orang-­orang yang akan mengunjungi dan berada dalam majelis­majelis tersebut dengan cara, seperti mempersilakan orang lain yang datang terakhir untuk duduk di samping kita sekiranya masih kosong, menciptakan suasana nyaman, mewujudkan rasa persaudaraan, saling menghormati dan saling menyayangi, serta tidak boleh menyuruh orang lain yang lebih dulu menempati tempat duduknya untuk pindah ke tempat lain tanpa alasan yang diberikan oleh syara.
b. Jika diperintahkan untuk melakukan hal­-hal yang diridai Allah SWT seperti salat, menuntut ilmu, berjuang di jalan Allah, dan membiasakan diri dengan akhlak terpuji, maka sebaiknya segera melakukannya dengan ikhlas.
c. Allah SWT akan mengangkat orang-­orang beriman atas orang-­orang yang tidak beriman beberapa derajat tingginya. Allah SWT juga mengangkat orang­-orang beriman dan berilmu pengetahuan atas orang­-orang yang beriman tetapi tidak berilmu pengetahuan beberapa derajat tingginya. Orang yang beriman dan memiliki ilmu pengetahuan luas akan dihormati oleh orang lain, diberi kepercayaan untuk mengendalikan atau mengelola apa saja yang terjadi dalam kehidupan. Hal ini artinya tingkatan orang yang beriman dan berilmu lebih tinggi dibanding orang yang tidak berilmu.

a. Tafsir kata

Kata majalis adalah bentuk jamak dari kata keutamaan menuntut ilmu_pai7_bab6_menuntutilmu_img11 majlis. Pada mulanya berarti tempat duduk. Dalam konteks ayat ini adalah tempat Nabi Muhammad saw memberi tuntunan agama ketika itu. Tetapi, yang dimaksud di sini adalah tempat keberadaan secara mutlak, baik tempat duduk, tempat berdiri, atau bahkan tempat berbaring. Karena, tujuan perintah atau tuntunan ayat ini adalah memberi tempat yang wajar serta mengalah kepada orang­-orang yang dihormati atau yang lemah. Seorang tua nonmuslim sekalipun jika kalian wahai yang muda duduk di bus atau di kereta, sedang dia tidak mendapat tempat duduk, adalah wajar dan beradab jika kalian berdiri untuk memberinya tempat duduk.

Ada dua jenis pengetahuan yaitu:
1) Pengetahuan biasa diperoleh dari keseluruhan bentuk upaya kemanusiaan, seperti perasaan, pikiran, pengalaman, panca indra dan intuisi untuk mengetahui sesuatu tanpa memperhatikan objek, cara dan kegunaannya.
2) Pengetahuan ilmiah merupakan keseluruhan bentuk upaya manusia untuk mengetahui sesuatu, tetapi dengan memperhatikan objek yang ditelaah, cara yang digunakan, dan kegunaan pengetahuan tersebut. Imu yang dimaksud di sini adalah ilmu pengetahuan atau science.

b. Tafsir kalimat

Artinya: “Apabila dikatakan kepadamu: Berlapang­-lapanglah dalam majelis” Maksudnya adalah apabila kamu diminta berdiri selama berada di majelis Rasulullah, maka segeralah berdiri, karena Rasulullah saw terkadang mengamati keadaan setiap individu, sehingga dapat diketahui sikap keagamaan orang tersebut.


Artinya:“Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”
Maksudnya adalah bahwa Allah mengetahui setiap perbuatan yang baik dan buruk yang dilakukan hamba­Nya, dan akan membalasnya amal tersebut.

3. Nilai-nilai Pendidikan yang Terkandung Dalam Ayat
a. Etika dalam Majelis
Etika atau akhlak dalam majlis ini maksudnya adalah bahwasanya ketika berada dalam suatu majelis, hendaklah kita memberikan kelapangan tempat duduk bagi yang baru datang.
b. Manfaat Beriman dan Berilmu Pengetahuan
Orang yang beriman dan berilmu pengetahuan akan menunjukkan sikap yang arif dan bijaksana. Iman dan ilmu tersebut akan membuat orang mantap dan agung.
c. Contoh Semangat Keilmuan
Adapun yang dapat dijadikan sebagai contoh dari semangat keilmuan adalah
1) Rasulullah itu sendiri merupakan contoh teladan yang tidak mengenal lelah dalam mencari ilmu, beliau senantiasa membaca dan menimba ilmu dari alam rasa dan yang semuanya bersumber dari Allah SWT.
2) Ikutilah jejak para tokoh-­tokoh agamawan, ilmuan, tokoh pemikir yang selalu berupaya untuk menciptakan iklim yang baru sehingga saat ini kita dapat menikmatinya dan di masa mendatang.

Dari uraian materi di atas dapat diambil kesimpulan sebagai berikut.
Al­Qur’an sebagai kitab suci umat Islam yang merupakan firman Allah SWT di dalam Al­Qur’an terdapat banyak tuntunan dan aturan dalam belajar agama lebih lanjut. Hal-­hal yang perlu diperhatikan ketika mencari ilmu haruslah dibarengi dengan niat hanya karena Allah SWT sebagai pemberi petunjuk dan jalan yang lurus. Kandungan dalam Surah Ar-­Rahman ayat 33 menjelaskan tentang pentingnya ilmu pengetahuan bagi kehidupan manusia. Kemudian kandungan ayat dalam Surah Al­ Mujadilah ayat 11 bahwa perintah agar memberikan tempat bagi orang-­orang yang baru datang dari majelis, sebagai wujud rasa persaudaraan sesama muslim.

Menuntut ilmu membuat manusia mampu mempelajari hal-­hal yang ada di alam semesta. Dengan ilmu, manusia dapat menghasilkan karya-­karya untuk kehidupan yang lebih baik. Kemudahan dan kesuksesan hidup, baik didunia maupun di akhirat dapat dicapai oleh manusia melalui ilmu pengetahuan.Sehingga tetapkanlah tujuan kalian dalam mencari ilmu. Maka, bagaimana sikap dan tindakan kalian untuk tidak putus asa dalam mencari ilmu pengetahuan!

Perilaku Orang yang Cinta Ilmu Pengetahuan

Sikap yang selalu ingin tahu merupakan bukti bahwa ia ingin tahu dan memahami lebih lanjut tentang apa yang dianggap belum dimengerti.Salah satu cara untuk menghilangkan keingintahuan akan ilmu pengetahuan adalah dengan bertanya kepada orang yang lebih tau, bisa kepada orang tua, guru, orang lain yang sesuai bidang keahliannya. Sehingga apa­-apa yang ingin kita ketahui atau yang menjadi penasaran kita akan terobati dengan bertanya.

Sikap dan perilaku terpuji yang dapat diterapkan sebagai penghayatan dan pengamalan Surah Ar­ Rahman/55 ayat 33 dalam kehidupan sehari­-hari adalah sebagai berikut.
1. Senang membaca buku-­buku pengetahuan sebagai bukti cinta ilmu pengetahuan.
2. Selalu ingin mencari tahu tentang alam semesta, baik di langit maupun di bumi, dengan terus menelaahnya.
3. Meyakini bahwa alam semesta ini diciptakan oleh Allah SWT untuk manusia. Oleh karena itu, manusia harus merasa haus untuk terus menggali ilmu pengetahuan. Rendah hati atas kesuksesan yang diraihnya dan tidak merasa rendah diri dan malu terhadap kegagalan yang dialaminya.

Sikap dan perilaku yang dapat diterapkan sebagai penghayatan dan pengamalan Surah Al­ Mujadilah/58 ayat 11 dalam kehidupan sehari­hari adalah sebagai berikut.
1. Memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan berusaha untuk mendapatkan pengetahuan tersebut.
2. Bersikap sopan saat belajar dan selalu menghargai dan menghormati guru.
3. Senang mendatangi guru untuk meminta penjelasan tentang ilmu pengetahuan.
4. Selalu menyeimbangkan ilmu pengetahuan yang dimilikinya dengan keyakinan terhadap kekuasaan Allah SWT

Dari uraian materi di atas dapat diambil kesimpulan sebagai berikut.
Sikap dan perilaku terpuji yang dapat diterapkan sebagai penghayatan dan pengamalan Surah Ar­ Rahman [55] ayat 33 dalam kehidupan sehari­ hari yaitu dengan meyakini bahwa alam semesta ini diciptakan oleh Allah SWT untuk manusia. Oleh karena itu, manusia harus merasa haus untuk terus menggali ilmu pengetahuan.
Kemudian sikap dan perilaku yang dapat diterapkan sebagai penghayatan dan pengamalan Surah Al­Mujidilah [58] ayat 11 dalam kehidupan sehari­-hari dengan selalu menyeimbangkan ilmu pengetahuan yang dimilikinya dengan keyakinan terhadap kekuasaan Allah SWT

Tidak mudah menentukan tujuan hidup bagi kita ketika masih masuk usia praremaja. Agar tujuan kita terarah dan tahu apa yang akan kita kerjakan besok ketika telah dewasa. Maka haruslah dimulai dengan selalu giat dalam belajar dan mengembangkan ilmu pengetahuan yang kita miliki. Sehingga dalam menjalani hidup lebih termotivasi dan lebih semangat lagi. Sehingga membuat kita menumbuhkan rasa disiplin, tekun, taat, dan semangat dalam kehidupan sehari­hari.

Ilmu pengetahuan merupakan suatu bidang yang tersistem menurut metode tertentu, yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala tertentu di bidang (pengetahuan) itu sendiri. Ilmu pengetahuan mengarahkan kepada manusia untuk selalu berinovasi dan kreatif dalam mengcari dan mengembangankan ide agar selalu menemukan tambahan pengetahuan nantinya. Oleh sebab itu, kita dituntut lebih kreatif dan inovatif dalam belajar agar lebih siap dalam menghadapi tantangan hidup yang penuh dengan ilmu pengetahuan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*